<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Herihidayat&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://herihidayat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://herihidayat.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jul 2009 13:08:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='herihidayat.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a2b98f8a9b0c61648d390ce28e2e3add?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Herihidayat&#039;s Weblog</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>WEEDING</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/weeding/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/weeding/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 15:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/weeding/</guid>
		<description><![CDATA[TIADA HIDUP TANPA KEGAGALAN ,KEKALAHAN , DAN KEJATUHAN&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; 
AIR SUNGAI MENUJU LAUT MELEWATI JALAN YANG BERLIKU&#8230;&#8230; 
BERDIRILAH TEGAK KEMBALI&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. 
JANGAN MEMANDANG KE BELAKANG , MASA LALU TELAH BERLALU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. 
HIDUP BERJALAN TERUS&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. 
LANGIT YANG ABADI TETAP TIDAK BERUBAH DAN HIDUP BAGAIKAN BENTUKAN GERAKAN AWAN DI ANGKASA YANG SELALU BERUBAH-UBAH TIDAK MEMILIKI KETETAPAN DAN TIDAK ABADI . [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=166&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>TIADA HIDUP TANPA KEGAGALAN ,KEKALAHAN , DAN KEJATUHAN&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; </p>
<p>AIR SUNGAI MENUJU LAUT MELEWATI JALAN YANG BERLIKU&#8230;&#8230; </p>
<p>BERDIRILAH TEGAK KEMBALI&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. </p>
<p>JANGAN MEMANDANG KE BELAKANG , MASA LALU TELAH BERLALU&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. </p>
<p>HIDUP BERJALAN TERUS&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. </p>
<p>LANGIT YANG ABADI TETAP TIDAK BERUBAH DAN HIDUP BAGAIKAN BENTUKAN GERAKAN AWAN DI ANGKASA YANG SELALU BERUBAH-UBAH TIDAK MEMILIKI KETETAPAN DAN TIDAK ABADI . &#8220;</p>
<p>HANYA DI DALAM KEGELAPAN MALAM&#8230;&#8230;TERLIHAT BINTANG-BINTANG TERANG GEMERLAP YANG INDAH &#8221; </p>
<p>&#8220;SUNGGUH BERBAHAGIA MANUSIA YANG MELIHAT KEGELAPAN MALAM KELAM DAN MELIHAT TERANGNYA SANG SURYA&#8230;&#8230;&#8230;MANUSIA TIDAK DAPAT MEMILIH DI MANA IA DILAHIRKAN , TETAPI IA DAPAT MEMILIH UNTUK MENGENDALIKAN SANG NASIB &#8230;&#8230;ANDA ADALAH APA YANG ANDA PIKIRKAN &#8221; </p>
<p>&#8220;BERKEMBANGLAH DIMANA ANDA DITANAM &#8221; ~Terry J.Lundgren ,Pres,CEO,Dir (Federated Department Stores,Inc) </p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ALAM HAL PENGAMBILAN RESIKO DI BIDANG USAHA , SAYA HANYA TAHU SEGELINTIR ORANG YANG BENAR-BENAR SUKSES YANG MEMBUAT KEPUTUSAN TEPAT JAUH LEBIH BANYAK DARI 50 % WAKTU YANG ADA. NAMUN , MEREKA MENJADI SUKSES DENGAN MEMPERKECIL KERUGIAN MEREKA DAN KEMBALI BERTARUNG &#8220;</p>
<p>IDEAS ARE ONLY SEEDS, TO PICK THE CROPS NEEDS PERSPIRATION.<br />
GAGASAN-GAGASAN HANYALAH BIBIT, MENUAI HASILNYA MEMBUTUHKAN KERINGAT.<br />
LAZINESS MAKES A MAN SO SLOW THAT POV ERTY SOON OVERTAKE HIM.<br />
KEMALASAN MEMBUAT SESEORANG BEGITU LAMBAN SEHINGGA KEMISKINAN SEGERA MENYUSUL.<br />
THOSE WHO ARE ABLE TO CONTROL THEIR RAGE CAN CONQUER THEIR MOST SERIOUS ENEMY.<br />
SIAPA YANG DAPAT MENAHAN MARAHNYA MAMPU MENGALAHKAN MUSUHNYA YANG PALING BERBAHAYA.<br />
KNOWLEDGE AND SKILLS ARE TOOLS, THE WORKMAN IS CHARACTER.<br />
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT, YANG MENENTUKAN SUKSES ADALAH TABIAT.<br />
A HEALTHY MAN HAS A HUNDRED WISHES, A SICK MAN HAS ONLY ONE.<br />
ORANG YANG SEHAT MEMPUNYAI SERATUS KEINGINAN, ORANG YANG SAKIT HANYA PUNYA SATU KEINGINAN<br />
A MEDICAL DOCTOR MAKES ONE HEALTHY, THE NATURE CREATES THE HEALTH. (Aristoteles)<br />
SEORANG DOKTER MENYEMBUHKAN, DAN ALAM YANG MENCIPTAKAN KESEHATAN. (Aristoteles)<br />
THE MAN WHO SAYS HE NEVER HAS TIME IS THE LAZIEST MAN.(Lichtenberg)<br />
ORANG YANG MENGATAKAN TIDAK PUNYA WAKTU ADALAH ORANG YANG PEMALAS.(Lichterberg)<br />
POLITENESS IS THE OIL WHICH REDUCES THE FRICTION AGAINST EACH OTHER. (Demokritus).<br />
SOPAN-SANTU ADALAH IBARAT MINYAK YANG MENGURANGI GESEKAN SATU DENGAN YANG LAIN. (Demokritus).<br />
A DROP OF INK CAN MOVE A MILLION PEOPLE TO THINK.<br />
SETETES TINTA BISA MENGGERAKAN SEJUTA MANUSIA UNTUK BERFIKIR.<br />
WE CAN TAKE FROM OUR LIFE UP TO WHAT WE PUT TO IT.<br />
APA YANG BISA KITA DAPAT DARI KEHIDUPAN KITA TERGANTUNG DARI APA YANG KITA MASUKKAN KE SITU.<br />
REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.<br />
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN<br />
IF YOU LEAVE EVERYTHING TO YOUR GOOD LUCK, THEN YOU MAKE YOUR LIFE A LOTTERY.<br />
JIKA ANDA MENGANTUNGKAN DIRI PADA KEBERUNTUNGAN SAJA, ANDA MEMBUAT HIDUP ANDA SEPERTI LOTERE.<br />
REAL POWER DOES NOT HIT HARD, BUT STRAIGHT TO THE POINT.<br />
KEKUATAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK MEMUKUL DENGAN KERAS, TETAPI TEPAT SASARAN.<br />
BEING CAREFUL IN JUDGING AN OPINION IS A SIGN OF WISDOM.<br />
KEHATI-HATIAN DALAM MENILAI PENDAPAT ORANG ADALAH CIRI KEMATANGAN JIWA.<br />
YOU RECOGNIZE BIRDS FROM THEIR SINGGING, YOU DO PEOPLE FROM THEIR TALKS.<br />
BURUNG DIKENAL DARI NYANYIANNYA, MANUSIA DARI KATA-KATANYA.<br />
ONE OUNCE OF PREVENT IS EQUAL TO ONE POUND OF MEDICINE.<br />
SATU ONS PENCEGAHAN SAMA NILAINYA DENGAN SATU PON OBAT.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=166&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/weeding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HATI YANG RISAU</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/hati-yang-risau/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/hati-yang-risau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 15:08:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/hati-yang-risau/</guid>
		<description><![CDATA[suatu malam di malam pertama masuk sekolah hati ku gundah tak karuan ,aku hanya ingin sendiri di temani bayangan semu,entah apa yang terjadi semiggu yang lalu yang pasti akhir liburan kali ini aku merasa ada yang kurang dalam hidupku
aku hanya bisa pasrah akan keadaan ini. hatiku pun bertanya apa yang harus ku laku kan malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=165&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>suatu malam di malam pertama masuk sekolah hati ku gundah tak karuan ,aku hanya ingin sendiri di temani bayangan semu,entah apa yang terjadi semiggu yang lalu yang pasti akhir liburan kali ini aku merasa ada yang kurang dalam hidupku<br />
aku hanya bisa pasrah akan keadaan ini. hatiku pun bertanya apa yang harus ku laku kan malam ini dan aku hanya bisa bilang ( emosi ) pergi, jauhi dan lupakan.itu suatu ungpkapan yang pasti aku lakukan aku pun terdiam dan membisu di depan komputer.<br />
hatiku mungkin cemburu yang berlebih hingga aku gundah tak karuan aku hanya lah manusia yang tida bisa menahan hawa nafsu, aku manusia lemah dan tak ada daya untuk ungkapkan apa yang kurasa selama ini.<br />
munkin ini sudah saat nya aku berpikir lebih untuk mencoba dan harus dapat pasngan serta tumpuan hidup.mungkin denagan itu hati ku kan terobati juga sudah saatnya pula tuk tak tergantung lagi pada orang tua yang selama ini  sudah membimbingku aku tak seharusnya  menyeleseikan masalah dengan cara yang konyoll ini, tapi sekali lagi aku hanya lah manusia yang seba kekurangan dan keterbatasan hanya lah tuhan yang esa yang lebih tau keadaan hambanya.<br />
ohh tuhan berikan lah hidayahmu pada hambamu ini aku ingin bertaubat dan taubatan nasuha kabulakan lah permintaaan ahambamu ini yang penuhh noda amminn yaa rooball allamminn&#8230;.. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=165&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2009/09/13/hati-yang-risau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>peraturan menurut hukum islam</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2009/07/20/peraturan-menurut-hukum-islam/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2009/07/20/peraturan-menurut-hukum-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 13:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[*hukum perkwinan
   &#8211; surat 2 al baqoroh ayat 22
   &#8211; surat 5 al maidah ayat 15
   &#8211; surat 4 an nissa ayat 22,23,24
   &#8211; surat 24 an nur ayat 32
   &#8211; suatat 60 al mutahinnah ayat 10, 11
* hukum waris
   &#8211; surat 4 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=167&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>*hukum perkwinan<br />
   &#8211; surat 2 al baqoroh ayat 22<br />
   &#8211; surat 5 al maidah ayat 15<br />
   &#8211; surat 4 an nissa ayat 22,23,24<br />
   &#8211; surat 24 an nur ayat 32<br />
   &#8211; suatat 60 al mutahinnah ayat 10, 11<br />
* hukum waris<br />
   &#8211; surat 4 an nissa ayat 7,8,9,10,11,12,176<br />
   &#8211; surat 2 al baqoroh ayat 180<br />
   &#8211; surat 5 al maidah ayat 10.11<br />
* hukum perjanjian<br />
   &#8211; surat 2 al baqoroh ayat  279,280,282<br />
   &#8211; surat 8 al anpal ayat 56,58<br />
   &#8211; surat  9 at taubat ayat 4<br />
* hukum pidana<br />
   &#8211; surat 2 albaqoroh ayat 178<br />
   &#8211; surat 4 an nissa ayat 92,93<br />
   &#8211; surat 5 al maidah ayat 38<br />
   &#8211; surat 10 yunnus ayat 27<br />
   &#8211; surat 17 al isrra ayat 33<br />
   &#8211; surat 42 asy syuuraa ayat 40<br />
* hukum perang<br />
   &#8211; surat 2 al baqoroh ayat 190,791,192,193<br />
   &#8211; surat 8 al anpal  ayat 39,41<br />
   &#8211; surat 9 at taubat ayat 5,29,123<br />
   &#8211; surat 22 al hajj ayat 39,40<br />
* hukum antar bangsa<br />
   &#8211; surat 49 al hujurot ayat 13<br />
* prinsip di siplin<br />
   &#8211; surat 4 an nissa ayat 59<br />
* prinsip musyawarah<br />
   &#8211; surat 3 ali imron ayat 159<br />
   &#8211; surat 42 asy syuuraa ayat 38<br />
      ***** MOGA BERMANFAAT*****</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=167&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2009/07/20/peraturan-menurut-hukum-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>upz</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2009/05/07/untuk-aku-yang-lagi-mengejar-nip/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2009/05/07/untuk-aku-yang-lagi-mengejar-nip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 15:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[BERITA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Palestine Blogs &#8211; The Gazette
Join me on Friendster!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=157&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Palestine Blogs &#8211; The Gazette</p>
<p>Join me on Friendster!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=157&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2009/05/07/untuk-aku-yang-lagi-mengejar-nip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TUK SEORANG YANG SUKA NOVEL</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2009/02/07/tuk-seorang-yang-suka-novel/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2009/02/07/tuk-seorang-yang-suka-novel/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 14:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Pak guru aku suka kamu
Theo terkejut ketika membaca dua kalimat singkat pada
sepotong kertas yang terselip di antara hasil test
murid-muridnya..
“Saya ingin punya cowok yang seperti Bapak, jantan!
Apalagi kumis Bapak yang tebal itu, menggemaskan”.
Setelah membacanya, ia menarik nafas panjang beberapa
kali. Ia menduga bahwa potongan kertas itu terselip di
kertas test muridnya yang nakal, Debby. Lalu ia memutuskan
untuk merobek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=153&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pak guru aku suka kamu</p>
<p>Theo terkejut ketika membaca dua kalimat singkat pada<br />
sepotong kertas yang terselip di antara hasil test<br />
murid-muridnya..</p>
<p>“Saya ingin punya cowok yang seperti Bapak, jantan!<br />
Apalagi kumis Bapak yang tebal itu, menggemaskan”.</p>
<p>Setelah membacanya, ia menarik nafas panjang beberapa<br />
kali. Ia menduga bahwa potongan kertas itu terselip di<br />
kertas test muridnya yang nakal, Debby. Lalu ia memutuskan<br />
untuk merobek kertas itu menjadi beberapa potongan kecil.<br />
Ia tak ingin istrinya menemukan dan membaca kertas itu.<span id="more-153"></span>nymbung lo</p>
<p>Tanpa disadarinya, pikiran Theo menerawang ke beberapa<br />
‘peristiwa menyenangkan’ ketika ia mengajarkan matematika<br />
di kelas 2B. Kelas itu menjadi berbeda daripada<br />
kelas-kelas lainnya karena di kelas itu ada Debby yang<br />
cantik, berhidung bangir, berkulit kuning bersih, dan<br />
selalu duduk di kursi barisan paling depan. Kursi itu<br />
berjarak kira-kira 3 meter dari meja guru dan persis<br />
berhadap-hadapan.</p>
<p>Debby menjadi murid yang ‘istimewa’ karena bila sedang<br />
latihan mengerjakan soal, lututnya selalu agak renggang.<br />
Dari mejanya, Theo dapat memandang celah di antara kedua<br />
lutut itu. Dan karena murid-murid lainnya sedang sibuk<br />
mengerjakan soal masing-masing dengan kepala tertunduk,<br />
maka Theo merasa bebas menatap pemandangan indah di<br />
depannya.</p>
<p>Pertama kali, Theo merasa bahwa hal itu hanya sebuah<br />
ketidaksengajaan. Murid yang istimewa itu mungkin terlalu<br />
asyik dan serius mengerjakan soal latihan sehingga tidak<br />
menyadari posisi duduknya yang menggairahkan birahi<br />
lelaki. Sesekali kedua lutut itu dirapatkan, tapi tak lama<br />
kemudian terbuka kembali.</p>
<p>Ia jadi terlena menatap keindahan paha dan kecantikan<br />
wajah gadis remaja yang duduk di depannya. Dan tak<br />
sengaja, ia melihat senyum kecil di sudut bibir gadis itu<br />
ketika memergoki arah tatapan matanya. Saat itu, ia<br />
langsung mengalihkan pandangan ke sekeliling ruang kelas.<br />
Tapi tak lama kemudian, seperti dihipnotis, pandangannya<br />
beralih kembali ke tempat semula. Ternyata kedua lutut itu<br />
terbuka semakin renggang hingga ia dapat melihat kemulusan<br />
paha bagian dalamnya.</p>
<p>Theo tak mampu mengalihkan matanya ketika muridnya itu<br />
kembali mengangkat wajahnya. Sesaat, tatapan mata mereka<br />
berbenturan. Lalu keduanya tersenyum. Tak lama kemudian,<br />
kedua lutut itu semakin direnggangkan hingga ia terpana<br />
menatap segaris celana dalam berwarna putih. Barulah<br />
disadarinya bahwa paha itu memang sengaja direnggangkan<br />
agar ia dapat memandang keindahan yang tersembunyi di<br />
balik rok seragam berwarna abu-abu itu.</p>
<p>Pada kesempatan lain, Theo hanyut ke dalam fantasinya<br />
sendiri. Seandainya mungkin, ia ingin menghampiri dan<br />
melihat keindahan itu lebih dekat lagi. Ia ingin mengusap<br />
kemulusan paha itu dan mengecup pori-porinya berulang<br />
kali. Ia ingin mencicipi kehalusan kulit paha itu dengan<br />
ujung lidahnya. Lalu ia akan mengecup dan sesekali<br />
menjilat, mulai dari lutut hingga ke pangkal paha. Ia juga<br />
ingin menyusupkan telapak tangannya ke bawah rok gadis<br />
remaja itu agar dapat meremas bongkah pinggul yang pasti<br />
masih kenyal.</p>
<p>Dan yang paling penting, ia ingin menyibak secarik kain<br />
tipis penutup pangkal paha gadis itu agar ia dapat<br />
menghirup aroma semerbak yang tersembunyi di situ. Aroma<br />
seorang gadis belia pasti sangat segar, katanya dalam<br />
hati. Aroma yang membius! Aroma yang membuat ia tak<br />
berdaya! Lalu ia akan menghirup aroma itu dalam-dalam.<br />
Setelah aroma itu memenuhi rongga dadanya, ia akan mencium<br />
dan menjilat-jilat kelembutan bibir vagina yang segar itu.<br />
Lidahnya akan menari-nari dengan liar agar kedua belah<br />
paha mulus itu ‘menggunting’ lehernya sehingga lidahnya<br />
terperangkap dalam liang vagina yang basah. Setelah<br />
melipat lidahnya seperti bentuk sekop, akan dihisapnya<br />
semua lendir yang tersembunyi di bibir dalam dan dinding<br />
vagina itu. Akhirnya, ia akan meremas-remas bongkahan<br />
pinggul kenyal itu sambil membiarkan lidahnya merasakan<br />
denyutan-denyutan vagina seorang gadis remaja yang sedang<br />
mencapai puncak orgasmenya.</p>
<p>Kira-kira seminggu setelah menyuguhi pemandangan indah di<br />
pangkal pahanya, tiba-tiba Debby berjalan menghampiri<br />
Theo. Saat itu bel jam istirahat telah berbunyi. Gadis itu<br />
sengaja keluar paling akhir dari ruang kelas.</p>
<p>“Ini untuk Bapak!” katanya sambil meletakkan sepotong<br />
kertas di atas meja, lalu melangkah terburu-buru<br />
meninggalkan ruang kelas.</p>
<p>Theo membaca tulisan di kertas itu, ‘Coba tebak, besok<br />
Debby pakai CD warna apa?’. Dan di bawah tulisan itu ada<br />
nomor HP. Setelah merenung sejenak, Theo memasukkan nomor<br />
HP itu ke dalam memory HP-nya. Sejenak ia ragu mengirimkan<br />
SMS untuk menjawab pertanyaan itu. Tapi ada bisikan di<br />
lubuk hatinya, ‘Ini hanya sebuah game, tak salah untuk<br />
dicoba.’ Dan kemudian ia menuliskan satu kata, ‘Pink.’</p>
<p>Kira-kira semenit kemudian, HP Theo berbunyi. Ia membaca<br />
SMS yang masuk, ‘Salah.’ Lalu dibalasnya, ‘Biru muda.’ Tak<br />
lama kemudian, masuk jawaban, ‘Salah!’. Dibalasnya lagi<br />
dengan, ‘Putih!’. Jawabannya, ‘Masih salah!’. Setelah<br />
merenung sejenak, Theo membalas, ‘Hitam.’ Lalu ia menerima<br />
balasan, ‘Ayo, itu CD siapa? Debby nggak punya CD warna<br />
hitam!’.</p>
<p>Theo tersipu. Lalu ia menulis SMS yang agak panjang,<br />
‘Nyerah deh. Yg pernah aku lihat hanya: putih, pink, dan<br />
biru muda. 2 hr y.l aku nggak bisa melihatnya krn pahamu<br />
kurang terbuka!’ Dan ia pun menerima jawaban yang agak<br />
panjang, ‘Jadi Bpk ingin bsk Debby pakai warna apa?’<br />
Merasa game yang mereka mainkan telah meningkat panas dan<br />
mesra, dengan berani Theo menulis, ‘Jgn pakai!!’ Dan<br />
setelah SMS itu dikirimkan, hingga menjelang tidur malam<br />
harinya ia tidak mendapat balasan. Mungkin ia marah dan<br />
tersinggung, pikir Theo.</p>
<p>Keesokan harinya, jantung Theo berdebar-debar ketika<br />
berada di ruang kelas. Setelah menjelaskan beberapa contoh<br />
soal, ia melangkah berkeliling di antara kursi<br />
murid-muridnya. Ia berbuat demikian agar tak sempat<br />
bertatap mata dengan gadis remaja yang nakal itu. Tapi<br />
ketika sedang melangkah di sebelah kiri kursi Debby, gadis<br />
itu sengaja menjatuhkan pensilnya ke lantai persis di<br />
depan kursinya.</p>
<p>Tanpa sadar, dengan refleks ia berhenti lalu menunduk<br />
memungut pensil itu. Dan ketika menengadah, tiba-tiba<br />
wajahnya merona merah. Walau hanya sesaat, dilihatnya<br />
gadis itu sengaja mengangkangkan kedua pahanya<br />
lebar-lebar, lalu dengan cepat dirapatkan kembali. Memang<br />
hanya dalam hitungan detik, tetapi ia sempat melihat<br />
pangkal paha itu dari jarak yang sangat dekat. Di pangkal<br />
paha itu ada setumpuk kecil bulu-bulu ikal berwarna hitam.<br />
Bukan hitam pekat, tetapi hitam kecokelat-cokelatan karena<br />
bercampur dengan bulu-bulu halus, lurus, dan masih pendek.<br />
Bulu-bulu yang baru tumbuh!</p>
<p>Setelah berdiri kembali dan berhasil menguasai dirinya,<br />
Theo menatap ke sekeliling ruang kelas. Tak terlihat ada<br />
tanda-tanda bahwa murid-murid lainnya mengetahui peristiwa<br />
itu. Lalu dengan suara tegas berwibawa, ia berkata..</p>
<p>“Kerjakan latihan soal nomor 1 dan 2.”</p>
<p>Sore itu, ketika baru saja menutup pintu mobilnya, HP Theo<br />
berbunyi. Ia terpana ketika membaca nama yang muncul,<br />
Debby.</p>
<p>“Ya, ada apa Debby?”<br />
“Bapak marah ya?! Kenapa setelah mengambil pensil Debby<br />
dari lantai Bapak tidak duduk kembali di kursi Bapak.<br />
Padahal hari ini Debby sengaja tidak pakai CD agar Bapak<br />
bisa memandanginya!”</p>
<p>Lidah Theo tiba-tiba terasa kelu. Gila, katanya dalam<br />
hati. Si Debby ini bicara to the point. Berkesan vulgar.<br />
Menantang. Gadis itu seolah tak peduli, atau memang tak<br />
mau peduli efek dari kalimat-kalimat nakal yang<br />
diucapkannya.</p>
<p>“Aku tidak marah! Aku sedang memikirkan apakah aku masih<br />
akan mendapatkan kesempatan memandang pangkal pahamu dari<br />
jarak sedekat itu.” kata Theo setelah memutuskan untuk<br />
‘masuk’ ke game yang lebih dalam lagi.</p>
<p>Hanya orang bodoh yang menolakmu, katanya dalam hati.<br />
Bahkan kamu bisa membuat semua lelaki menjadi bodoh dan<br />
tak berani membantah keinginanmu. Lelaki mana yang berani<br />
menolak keinginan seorang gadis remaja yang cantik dan<br />
seksi seperti kamu? Lelaki mana yang akan membantahmu bila<br />
kau janjikan akan mendapatkan hadiah berupa sepasang paha<br />
ramping dan panjang yang akan membelit pinggangnya?</p>
<p>“Bapak suka?”<br />
“Suka banget! Apalagi kalau boleh dicium!”<br />
“Bapak mau mencium paha Debby?”<br />
“Mau! Paha dan pangkalnya ya!”<br />
“Ha?!”<br />
“Apa vagina Debby belum pernah dicium?”</p>
<p>Sejenak tak ada jawaban. Theo pun sempat ragu-ragu untuk<br />
melanjutkan. Apakah mungkin si Debby yang vulgar dan nakal<br />
itu masih virgin? Belum pernah merasakan lidah lelaki<br />
menjilat-jilat bibir vaginanya, mengisap-isap klitorisnya?<br />
Apakah mungkin ia belum pernah menggosok-gosokkan dan<br />
menghentak-hentakkan celah vagina di bibir dan hidung<br />
seorang lelaki? Kalau belum, mengapa ia mengatakan suka<br />
pada kumisku?, tanya Theo dalam hati.</p>
<p>Rasa penasaran membangkitkan gairah kejantanannya. Bagian<br />
bawah pusarnya mulai tegang ketika membayangkan keindahan<br />
bulu-bulu di sekitar vagina itu. Bulu-bulu yang dapat ia<br />
tatap sepuas hatinya. Tidak hanya pandangan sekilas<br />
seperti ketika ia memungut pensil dari depan kursi gadis<br />
belia itu. Bulu-bulu halus yang masih pendek, yang membuat<br />
ia gemas ingin menarikinya dengan bibirnya. Menggelitiknya<br />
dengan kumisnya yang kasar. Gelitikan yang membuat pinggul<br />
itu mengelinjang. Lalu ia akan menjilatnya. Dan karena tak<br />
sabar, gadis itu akhirnya menarik kepalanya agar ia<br />
mencium dan menjilati bibir vagina yang mungil itu. Ini<br />
kesempatan emas yang mungkin terjadi hanya sekali seumur<br />
hidup, atau tidak akan pernah terjadi sama sekali! Take it<br />
or leave it, katanya dalam hati.</p>
<p>“Hallo Debby!”<br />
“Kalau dicium di situ belum pernah. Kalau dahi dan pipi<br />
sering, dicium Papa.”<br />
“Terserah Debby deh. Aku akan menurut saja. Kalau hanya<br />
boleh memandang saja, aku suka. Kalu diijinkan mencium,<br />
aku pun suka. Dilarang, aku pun akan patuh.”<br />
“Kalau suka, Debby akan mengijinkan Bapak memandangnya<br />
lagi dari jarak dekat!”<br />
“Kapan?”<br />
“Mau sekarang?”<br />
“Hah?!”<br />
“Debby sekarang ada di Mall Arion. Bapak jemput Debby ya.<br />
Jangan parkir. Masuk ke halaman mall dan melewati pintu<br />
depan. Debby sekarang berdiri di situ, buruan ya!”<br />
“OK!”</p>
<p>Theo tersenyum sambil melirik Debby yang duduk di<br />
sebelahnya. Secara material, walau hanya seorang guru<br />
matematika, ia tidak kekurangan. Ia berasal dari keluarga<br />
yang berkecukupan. Ia memiliki rumah dan mobil sedan yang<br />
baik pemberian orangtuanya. Ia mencintai matematika dan<br />
ingin mengajarkannya kepada orang lain. Cita-citanya hanya<br />
ingin membuat matematika menjadi sebuah ilmu yang mudah<br />
untuk dimengerti. Sikapnya yang sabar ketika mengajar<br />
membuat ia disukai murid-muridnya. Ia memang tidak ingin<br />
diarahkan orangtuanya menjadi seorang pengusaha seperti<br />
yang dialami adiknya.</p>
<p>“Kita kemana?” tanya Theo memecah keheningan.<br />
“Ke rumah Debby saja. Di rumah Debby hanya ada pembantu.<br />
Papa dan Mama sedang ke Singapore.”<br />
“Karena sekarang tidak sedang di kelas, sebaiknya panggil<br />
langsung nama, jangan pakai Pak.”<br />
“Benar? Nggak marah?”<br />
“Benar! Walau perbedaan usia di antara kita mencolok,<br />
bukan berarti kita harus membuat sekat pemisah. Sekat<br />
seperti itu sangat membatasi ruang dan gerak. Secara<br />
formal, kadang-kadang sekat seperti itu memang diperlukan<br />
untuk menjaga jarak karena kita terikat pada norma dan<br />
etika. Kalau informal, sekat-sekat itu tak diperlukan<br />
karena akan membatasi seseorang dalam mengekspresikan<br />
dirinya. Setuju?” Debby tertawa kecil mendengar uraian<br />
Theo.<br />
“Kayak menjelaskan rumus matematika saja!” komentarnya.</p>
<p>Ternyata gadis remaja itu tinggal di sebuah rumah besar<br />
dan mewah. Debby menggandeng tangan Theo menuju ruang<br />
keluarga yang terletak di bagian tengah, lalu menghilang<br />
di balik salah satu pintu setelah aku menghempaskan pantat<br />
di atas sebuah sofa besar dan empuk. Tak lama kemudian,<br />
seorang pembantu datang meletakkan segelas minuman ringan<br />
di hadapanku dan kemudian dengan terburu-buru menghilang<br />
kembali ke arah belakang.</p>
<p>Sambil menunggu, Theo melayangkan pandangan ke sekeliling<br />
ruangan. Semua furniture di ruangan itu tertata rapi dan<br />
bersih. Pada sebuah dinding, tergantung lukisan berukuran<br />
kira-kira 1 x 1 meter. Lukisan seorang anak perempuan<br />
kira-kira berumur 7 tahun yang berdiri diapit oleh ayah<br />
dan ibunya. Anak itu sedang tersenyum lugu. Rambutnya<br />
berponi. Lucu. Itu pasti Debby dan kedua orangtuanya, kata<br />
Theo dalam hati.</p>
<p>Kurang lebih 15 menit kemudian, Theo terhenyak. Gadis<br />
remaja itu berdiri di hadapannya dengan gaun tipis<br />
berwarna putih yang ujung bagian bawahnya tergantung<br />
kira-kira sejengkal di atas lutut. Gaun tanpa lengan.<br />
Hanya dua utas tali di bahu kiri dan kanan yang mengikat<br />
gaun itu agar tetap tergantung menutupi tubuh pemiliknya.<br />
Cantik. Seksi. Mempesona. Rambutnya lurus sebahu.<br />
Tingginya yang kira-kira 165 cm membuat ia tampak anggun.<br />
Tonjolan dadanya proporsional. Gaun tipis itu seolah<br />
menebarkan sejuta misteri yang memaksa mata lelaki menatap<br />
tak berkedip untuk mengungkap rahasia lekuk-lekuk tubuh<br />
yang tersembunyi di baliknya. Bagian bawah gaunnya yang<br />
lebar dan berenda seolah menjanjikan telaga birahi yang<br />
akan menyeret lelaki menyelam dalam sejuta fantasi.</p>
<p>“Debby, kau cantik sekali,” kata Theo memuji. Pujian jujur<br />
yang keluar dari lubuk hatinya.</p>
<p>Debby tersenyum. Selama ini belum pernah ada lelaki yang<br />
memujinya seperti itu. Ia senang mendengar pujian itu. Ia<br />
pun sangat senang karena sebelumnya tak pernah melihat<br />
guru matematikanya itu terpesona menatapnya. Ia pun belum<br />
pernah melihat tajamnya sorot mata lelaki yang terpesona<br />
menatap. Dengan sikap feminin, ia duduk di sebelah kiri<br />
Theo.</p>
<p>“Debby, mengapa kamu memakai gaun seperti itu?”<br />
“Karena Debby suka pada Bapak. Juga karena Bapak tampan<br />
dan jan..”<br />
“Ehh, ehh! Tidak pakai sebutan Bapak!”<br />
“Lupa..! Juga karena Theo tampan dan jantan, itu<br />
jawabannya!”<br />
“Alasan lain?”<br />
“Debby nggak punya saudara. Debby anak tunggal. Sering<br />
kesepian di rumah karena sering ditinggal Papa dan Mama.<br />
Nggak punya sahabat karena banyak teman-teman perempuan<br />
yang iri sama Debby. Nggak punya pacar karena cowok yang<br />
seusia Debby rata-rata egois. Obsesinya mereka selalu<br />
tentang sex. Padahal Debby belum tentu suka. Jelas Bapak<br />
guru?”</p>
<p>Theo tertawa karena kata ‘bapak guru’ itu diucapkan dengan<br />
cara yang lucu. Dan sebelum tawanya berakhir, tangannya<br />
meraih bahu gadis itu. Dirangkulnya dengan ketat. Tak ada<br />
perlawanan. Sisa sabun beraroma lavender yang memancar<br />
dari tubuh gadis itu terasa menyegarkan ketika aromanya<br />
menyengat hidung Theo. Dengan gemas, di kecupnya pipi<br />
gadis itu. Kiri dan kanan.</p>
<p>“Seperti Papa,” kata Debby sambil tertawa kecil.</p>
<p>Lalu ia bangkit dan berjalan ke arah pintu penghubung yang<br />
membatasi ruang keluarga dengan bagian belakang rumah.<br />
Setelah mendengar ‘klik’, ia melangkah kembali menghampiri<br />
Theo dan duduk rapat persis di sebelah lelaki itu.</p>
<p>Theo menggamit dagu gadis itu agar menoleh ke arahnya,<br />
kemudian dengan cepat bibirnya memagut bibir mungil gadis<br />
itu. Bibir yang terlihat basah walau tanpa lipstik.<br />
Sejenak tak ada reaksi. Diulangnya mengulum sambil<br />
menjulurkan lidahnya untuk mengait-ngait. Tapi lidah gadis<br />
itu masih tetap diam bersembunyi di rongga mulutnya.<br />
Sejenak, Theo melepaskan pagutan bibirnya. Ditatapnya<br />
wajah yang cantik itu sambil menggerakkan jari tangannya<br />
untuk menyibak beberapa helai rambut yang terjatuh di<br />
kening gadis itu. Dan ketika kembali mengulang ciumannya,<br />
ia merasakan ujung lidah yang menyusup di antara bibirnya.</p>
<p>Segera dipagutnya lidah itu. Dihisapnya dengan lembut agar<br />
menyusup lebih dalam ke rongga mulutnya. Kedua telapak<br />
tangannya turun ke bahu. Setelah mengusapkan jari-jarinya<br />
berulang kali, telapak tangannya meluncur ke punggung.<br />
Lalu dibelai-belainya punggung itu dengan ujung-ujung<br />
jarinya sambil mempermainkan lidah gadis itu dengan ujung<br />
lidahnya. Tak lama kemudian, ia merasakan dua buah lengan<br />
melingkari lehernya. Semakin lama lengan itu merangkul<br />
semakin ketat. Kemudian ia mulai merasakan lidah gadis itu<br />
bergerak-gerak. Tidak hanya pasrah menyusup, tetapi mulai<br />
bergerak membelit dan balas mengisap.</p>
<p>Theo melepaskan pagutan bibirnya. Sejenak mereka saling<br />
menatap. Terlihat bias-bias birahi di kedua bola mata<br />
mereka. Lalu dikecupnya dahi gadis itu dengan mesra.<br />
Kemudian bibirnya berpindah mengecup bahu. Mengecup<br />
berulang kali. Dari bahu bibirnya merayap ke leher.<br />
Sesekali lidahnya dijulurkan untuk menjilat.</p>
<p>Debby menggelinjang karena geli, seolah sekujur tubuhnya<br />
sedang digelitiki oleh jari-jari yang nakal dan<br />
menggemaskan. Ia menyukai hal itu, menyukai kecupan dan<br />
jilatan yang merambat di sekeliling lehernya. Apalagi<br />
ketika ia merasakan lidah itu menjilat-jilat<br />
kerongkongannya disertai telapak tangan yang meremas buah<br />
dadanya. Sesaat, ia menahan nafas ketika telapak tangan<br />
itu hanya menekan buah dadanya, tetapi tak lama kemudian,<br />
ia menghembuskan nafas lega merasakan telapak tangan itu<br />
meremas dengan lembut.</p>
<p>“Aahh, Theo,” desahnya sambil menghembuskan nafas panjang.</p>
<p>Bibir Theo kembali merayap ke bahu. Sambil sesekali<br />
mengecup, ia menggunakan giginya untuk melepaskan tali<br />
yang mengikat gaun itu. Lidah dan hembusan nafasnya<br />
membuat gadis itu menggelinjangkan bahunya.</p>
<p>Debby baru menyadari bahwa tali pengikat gaunnya telah<br />
terlepas setelah ia merasakan bibir lelaki itu menyusur<br />
menciumi belahan atas buah dadanya. Bulu roma di sekujur<br />
tubuhnya meremang. Belum pernah ada lelaki yang melakukan<br />
hal itu. Ia ingin menolak, ingin mendorong kepala yang<br />
semakin mendekati buah dadanya, tetapi tangannya terasa<br />
lemah tak bertenaga. Ada rasa geli dan nikmat yang<br />
menjalar di pori-pori sekujur tubuhnya. Rasa yang membuat<br />
ia tak berdaya menolak. Apalagi setelah merasakan lidah<br />
itu menjilat-jilat dadanya. Jilatan-jilatan basah yang<br />
membuat jari-jari tangannya menekan kepala lelaki itu ke<br />
dadanya.</p>
<p>Ia menarik nafas lega, merasa beruntung karena tidak<br />
mengenakan bra di balik gaunnya. Bibirnya sesekali<br />
mendesis-desis seperti kepedasan ketika ia merasakan<br />
jilatan-jilatan itu semakin liar menjelajahi buah dadanya<br />
yang baru mekar. Dan ketika puting buah dadanya<br />
terperangkap dalam jepitan bibir lelaki itu, ia merintih<br />
sambil menghentakkan telapak kakinya di atas karpet..</p>
<p>“Aarrgghh.. Theo, enaak! Aduuhh..!”.</p>
<p>Sekujur tubuhnya merinding ketika merasakan puting dadanya<br />
dijentik-jentik dengan ujung lidah. Lalu digigit dengan<br />
lembut. Dilepaskan. Digigit kembali. Dilepas. Dan<br />
tiba-tiba ia merasakan buah dadanya dihisap agak keras,<br />
seolah ingin ditelan!</p>
<p>Debby mendesah ketika merasakan jari-jari tangan Theo<br />
mengelus-elus bagian dalam pahanya. Ia mendesah dalam<br />
kenikmatan sambil menghempaskan lehernya di sandaran sofa.<br />
Secara naluriah, direnggangkannya kedua belah pahanya agar<br />
jari-jari dan telapak tangan itu dapat merayap lebih<br />
dalam. Ia ingin segera merasakan jari-jari tangan itu<br />
mengelus-elus pangkal pahanya.</p>
<p>Isyarat itu dimanfaatkan Theo dengan baik. Dengan sebuah<br />
tarikan kecil, ia menyingkap gaun gadis remaja itu. Tak<br />
ada kesulitan ketika menyingkap gaun itu. Bagian bawahnya<br />
yang lebar membuat gaun itu tersangkut dengan mudah di<br />
bawah pusar. Ia terpaksa menghentikan aktivitas bibirnya<br />
karena ia ingin menunduk agar dapat memandang pangkal paha<br />
itu lebih jelas.</p>
<p>“Aku akan menciumnya,” kata Theo sambil bangkit dari sofa,<br />
kemudian duduk di atas karpet persis di antara kedua lutut<br />
Debby.<br />
“Jangan dicium, Theo. Debby takut.”<br />
“OK, tapi kasih pemandangan yang paling indah ya,” kata<br />
Theo sambil mengangkat kaki kanan gadis itu.</p>
<p>Lalu diletakkannya telapak kaki kanan itu di atas sofa.<br />
Tak lama kemudian, bola matanya terbelalak menatap pesona<br />
yang terpampang di hadapannya! Sebelah paha tergeletak di<br />
atas sofa, sedangkan paha yang sebelah lagi tertekuk,<br />
telapaknya menginjak pinggir sofa. Dengan sebuah dorongan<br />
kecil menggunakan jari, paha yang tertekuk di atas sofa<br />
itu terbuka lebar-lebarnya.</p>
<p>“Indah sekali!” sambung Theo sambil menengadah menatap<br />
wajah gadis remaja yang cantik itu. Debby tersenyum malu.<br />
Ia ingin menutup pahanya, tapi gerakannya tertahan oleh<br />
tekanan jari di lututnya.<br />
“Debby malu, Theo!” katanya dengan manja. Tapi di dasar<br />
hatinya, ada perasaan senang dan bangga melihat guru<br />
matematikanya berlutut di hadapannya, persis di antara<br />
kedua belah pahanya. Perasaan yang membuat dirinya merasa<br />
sangat dimanja dan dihargai.</p>
<p>Theo terbelalak menatap kemulusan paha dan celana dalam<br />
mini dari satin di hadapannya. Urat darah di batang<br />
kemaluannya meronta menatap pemandangan indah itu. Bagian<br />
depan celananya terasa sempit. Apalagi ketika ia menatap<br />
segaris bagian basah yang tercetak di permukaan vagina<br />
gadis itu. Bagian basah itu memperjelas bayangan bibir<br />
vagina yang tersembunyi di baliknya. Dan karena celana<br />
dalam satin itu sangat tipis, ia bahkan dapat melihat<br />
bayangan bulu-bulu yang tumbuh di sekitar bibir vaginanya.</p>
<p>Keindahan itu sangat mempesona sehingga ia terpaksa<br />
melepaskan ikat pinggang dan ritsleting celananya agar<br />
batang kemaluannya terbebas dari penderitaan. Lalu<br />
diciumnya paha bagian dalam yang tertekuk di atas sofa<br />
itu. Diciumnya berulang kali seolah tak puas merasakan<br />
kehalusan kulit paha itu di bibirnya. Setelah itu<br />
ciumannya berpindah ke paha sebelahnya. Sambil terus<br />
mencium dan sesekali menjilat, dielus-elusnya pula paha<br />
bagian luar. Semakin lama ciumannya semakin mendekati<br />
pangkal paha. Lalu ia berhenti sejenak untuk menghirup<br />
aroma semerbak yang semakin tajam menusuk hidungnya.<br />
Fantasinya di depan kelas telah menjadi kenyataan. Dengan<br />
gemas, dibenamkannya hidungnya persis di antara bibir<br />
vagina gadis remaja itu. Sesekali diselingi dengan<br />
menggeleng-gelengkan kepalanya.</p>
<p>“Theoo..! Aauuw!” pekik Debby karena terkejut sambil<br />
menggelinjangkan pinggulnya.</p>
<p>Tapi beberapa detik kemudian, ketika ia merasakan lidah<br />
lelaki itu menjilat-jilat bagian luar celana dalamnya, ia<br />
merintih-rintih. Ia merasa nikmat setiap kali lidah itu<br />
menjilat dari bawah ke atas. Jilatan yang lahap! Basah.<br />
Berliur. Jilatan yang membuat ia terpaksa memejamkan mata<br />
meresapi kenikmatan yang mengalir di sekujur tubuhnya.<br />
Jilatan yang membuat ia menjadi liar, yang membuat ia<br />
menghentak-hentakkan kakinya karena beberapa kumis kasar<br />
lelaki itu terasa seolah menyusup menembus celana dalamnya<br />
yang tipis. Di sela-sela kenikmatan yang mendera, kumis<br />
itu terasa menggelitiki vaginanya, membuat ia<br />
menggeliatkan pinggulnya berulang kali.</p>
<p>Celana dalam mini gadis itu semakin basah. Belahan bibir<br />
vaginanya semakin jelas terlihat. Lendir semakin banyak<br />
bermuara di vaginanya. Lendir itu bercampur dengan air<br />
liur. Karena tak tahan lagi menerima kenikmatan yang<br />
mendera vaginanya, sebelah tangannya menjambak rambut<br />
Theo, dan yang sebelah lagi menekan bagian belakang<br />
kepala.</p>
<p>“Theoo, aarrgghh! Debby seperti ingin pipis..!” kata gadis<br />
itu di sela-sela rintihannya. Theo menghentikan jilatan<br />
lidahnya. Ia menengadah dan melihat mata gadis itu sedang<br />
terpejam.<br />
“Debby ingin pipis, Sayang?” tanyanya sambil menyisipkan<br />
jari telunjuk ke balik celana dalam yang menutupi bibir<br />
vagina gadis itu, lalu ditariknya ke samping.</p>
<p>Terpampanglah di hadapannya vagina seorang gadis remaja<br />
yang sedang dilanda birahi. Masih kuncup tetapi menebarkan<br />
janji untuk segera merekah dihisap serangga yang<br />
menghinggapinya. Dengan jari telunjuk, dibukanya sedikit<br />
bibir luar vagina berlendir itu. Lipatan yang sedikit<br />
terbuka hingga memperlihatkan vagina yang bersih, segar<br />
dan berwarna pink. Melihat hal itu, ia memutuskan untuk<br />
memberikan cumbuan terbaik. Cumbuan yang sulit untuk<br />
dilupakan, yang akan membuat gadis itu menjadi jinak. Ia<br />
merasa mampu untuk melakukan hal itu. Dan sebagai<br />
balasannya, mungkin ia akan mendapatkan perlakuan yang<br />
sama. Mempertimbangkan hal itu, ia menenggelamkan dan<br />
menggosok-gosokkan hidungnya ke belahan bibir vagina gadis<br />
itu. Semakin ditekan hidungnya, semakin semerbak aroma<br />
yang memenuhi rongga paru-parunya.</p>
<p>Debby membuka kelopak matanya. Bola matanya seolah<br />
ditutupi kabut basah dan terlihat mengkilat ketika ia<br />
menunduk menatap wajah gurunya yang terselip di pangkal<br />
pahanya. Ia tak dapat mengucapkan kata-kata. Bibirnya<br />
terasa kelu. Kaku. Nafasnya terengah-engah. Mulutnya<br />
setengah terbuka megap-megap menghirup udara. Ia terpaksa<br />
menggeliatkan pinggulnya untuk menahan cairan yang terasa<br />
ingin mengalir keluar dari vaginanya. Ia tidak tega<br />
‘mempipisi’ mulut guru matematikanya itu.</p>
<p>Dicobanya mendorong kepala itu agar terlepas dari<br />
vaginanya. Tapi kepala itu malah sengaja semakin ditekan<br />
ke pangkal pahanya. Dicobanya untuk menarik pinggulnya.<br />
Tapi kedua lengan guru yang sangat disayanginya itu<br />
semakin kuat merangkul pinggulnya. Walau telah mencoba<br />
meronta, mulut yang memberinya kenikmatan itu tetap<br />
menghisap-hisap vaginanya. Semakin meronta, semakin keras<br />
remasan tangan di kedua bongkahan pantatnya. Dan semakin<br />
keras pula tarikan di bongkahan pantatnya agar vaginanya<br />
tak lepas dari hisapan dan jilatan mulut itu.</p>
<p>Akhirnya ia menyimpulkan bahwa mulut itu memang ingin<br />
‘dipipisinya’. Mulut itu memang sengaja ingin memanjakan<br />
vaginanya. Kesimpulan itu membuat ia melayang semakin<br />
tinggi dalam kenikmatan, membuat lendir semakin banyak<br />
mengalir ke lubang vaginanya. Sedikit pun ia tak merasa<br />
ragu ketika mengangkat kakinya yang terjuntai di atas<br />
karpet, dan melilitkan betisnya di leher lelaki itu. Ia<br />
sudah tak ingin kepala itu lepas dari pangkal pahanya.<br />
Bahkan ia mempererat tekanan betisnya di leher lelaki yang<br />
sedang memanjakannya itu. Selain menggunakan betis dan<br />
paha, ia pun menggunakan kedua lengannya untuk menjambak<br />
rambut dan menekan bagian belakang kepala lelaki itu lebih<br />
keras. Ia ingin membantu agar mulut itu terbenam di dalam<br />
vaginanya ketika ia mengeluarkan ‘pipisnya’.</p>
<p>Lidah Theo telah merasakan bibir dan dinding vagina itu<br />
berdenyut-denyut. Ia pun dapat merasakan hisapan lembut di<br />
lidahnya, seolah vagina itu ingin menarik lidahnya lebih<br />
dalam. Sejenak, ia mengeluarkan lidahnya untuk menjilat<br />
dan menghisap bibir vagina mungil itu. Dikulumnya berulang<br />
kali. Bibir vagina itu terasa hangat dan sangat halus di<br />
lidahnya. Ia menyelipkan lidahnya kembali ketika menyadari<br />
bahwa tak ada lagi cairan lendir yang tersisa di bibir<br />
luar. Dijilatinya kembali dinding dan bibir dalam vagina<br />
gadis remaja itu.</p>
<p>“Theo, Theoo.., Debby nggak tahan lagi. Debby ingin<br />
pipiis!”</p>
<p>Theo semakin bersemangat menjilat dan menghisap-hisap.<br />
Lidahnya yang rakus seolah belum terpuaskan oleh lendir<br />
yang telah dihisapnya. Kumisnya sesekali menyapu bibir<br />
luar vagina yang segar itu, membuat pinggul gadis itu<br />
terhentak-hentak di atas sofa. Walaupun kepalanya<br />
terperangkap dalam jepitan paha dan betis, tetapi ia dapat<br />
merasakan setiap kali pinggul gadis itu terangkat dan<br />
terhempas. Berulang kali hal itu terjadi. Terangkat dan<br />
terhempas kembali. Sesekali pinggul itu menggeliat<br />
menyebabkan kumisnya menjadi basah.</p>
<p>Ia dapat memastikan bahwa dalam hitungan detik sejumput<br />
lendir orgasme akan mengalir ke kerongkongannya. Dan<br />
ketika merasakan rambutnya dijambak semakin keras diiringi<br />
dengan pinggul yang terangkat menghantam wajahnya, ia<br />
segera mengulum klitoris gadis itu. Dikulumnya dengan<br />
lembut seolah klitoris itu adalah sebuah permen cokelat<br />
yang hanya mencair bila dilumuri air ludah. Sesekali<br />
dihisapnya disertai tarikan lembut hingga klitoris itu<br />
hampir terlepas dari bibirnya. Ketika merasakan pinggul<br />
gadis itu agak berputar, dijepitnya klitoris itu dengan<br />
kedua bibirnya agar tak lepas dari hisapannya.</p>
<p>“Debby pipis, Theoo! Aargh.. Aarrgghh..!”</p>
<p>Theo menjulurkan lidah sedalam-dalamnya. Bahkan ditekannya<br />
lidah dan kedua bibirnya agar terperangkap dalam jepitan<br />
bibir vagina itu. Ia tak ingin kehilangan kesempatan<br />
mereguk cairan orgasme langsung dari vagina seorang gadis<br />
remaja yang cantik dan seksi. Cairan orgasme yang belum<br />
tentu ia dapatkan dari murid lainnya. Setelah mencicipi<br />
rasa di ujung lidahnya, dihisapnya cairan itu<br />
sekeras-kerasnya. Direguknya lendir itu dengan lahap. Lalu<br />
dibenamkannya kembali hidungnya di antara celah bibir<br />
vagina yang berdenyut-denyut itu.</p>
<p>Ia ingin menghirup aroma paling pribadi yang dimiliki<br />
seorang gadis belia. Dengan gemas, ia menghirup aroma itu<br />
dalam-dalam. Dan ketika merasakan pinggul gadis itu<br />
terhempas kembali ke atas sofa, Theo menjilati vaginanya.<br />
Setetes lendir pun tak ia sisakan! Bahkan lendir yang<br />
membasahi bulu-bulu ikal dan bulu-bulu halus di sekitar<br />
vagina gadis itu pun dijilatinya. Bulu-bulu itu jadi<br />
merunduk rapi seperti baru selesai disisir!</p>
<p>“Theo.., ooh, aarrgghh.., Theo! Enak banget, Theoo..!<br />
Aargh.., pipis Debby kok diminum?” desah gadis itu<br />
terbata-bata sambil mengusap-usap rambut Theo. Setelah<br />
menjilati vagina Debby hingga bersih, Theo menengadah.<br />
“Pipis Debby enak banget! Kecut. Agak asin. Tapi ada<br />
manisnya!” jawabnya.<br />
“Suka ya minum pipis, Debby?”<br />
“Suka banget! Mau pipis lagi?”<br />
“Hmm..” kata gadis itu dengan manja. Merajuk.<br />
“Benar suka?” sambungnya.<br />
“Suka! Ini tanda sayang dan suka,” kata Theo sambil<br />
menunduk dan mengulum sebelah bibir luar vagina gadis itu.</p>
<p>Debby tertawa kecil. Senang. Bangga. Merasa dimanjakan.<br />
Tersanjung karena telah merasakan nikmatnya menjepit<br />
kepala guru matematikanya di pangkal pahanya. Nikmat yang<br />
baru pertama kali ia rasakan. Tapi tiba-tiba bola matanya<br />
terbuka lebar ketika melihat Theo membungkuk melepaskan<br />
celana sekaligus celana dalamnya dengan sekali tarikan.<br />
Dalam hitungan detik, celana itu teronggok di atas karpet.<br />
Dan ia bergidik melihat batang kemaluan gurunya. Batang<br />
kemaluan berwarna cokelat. Panjangnya kira-kira 15 cm.<br />
Batang kemaluan itu hanya berjarak setengah meter dari<br />
matanya. Dan karena baru pertama kali melihat kemaluan<br />
lelaki, gadis remaja itu terkesima. Kelopak bola matanya<br />
terbuka lebar ketika ia mengamati urat-urat berwarna biru<br />
kehijauan yang terlihat menghiasi kulit batang kemaluan<br />
itu.</p>
<p>Theo menarik pinggul Debby hingga sedikit melewati pinggir<br />
sofa. Lalu ia mengarahkan batang kemaluannya ke vagina<br />
gadis itu. Debby tekejut. Dengan refleks ia menarik<br />
pinggulnya.</p>
<p>“Debby masih virgin, Theo,” katanya setengah berbisik.<br />
Nadanya memelas.</p>
<p>Theo terpana mendengarnya. Sejak awal mencumbuinya, ia<br />
memang sudah menduga bahwa gadis itu masih perawan.<br />
Terutama karena ia merasakan celah yang sangat sempit<br />
ketika menyusupkan lidahnya di antara bibir vagina gadis<br />
itu. Tapi bila mengingat keberaniannya menggoda dengan<br />
cara merenggangkan kedua lututnya, ia menjadi ragu-ragu.<br />
Apalagi karena muridnya itu berani bersekolah tanpa celana<br />
dalam. Setelah menarik nafas panjang, diraihnya lengan<br />
kanan gadis itu.</p>
<p>“Aku tak akan melakukan hal-hal yang tidak Debby sukai.<br />
Aku pun tak akan menyakitimu,” katanya dengan raut wajah<br />
tulus.<br />
“Tapi adik kecil ini sedang menderita, Debby,” sambungnya<br />
sambil menunjuk batang kemaluannya yang terangguk-angguk.<br />
“Debby elus-elus ya. Kalau dibiarin, kasihan..!”</p>
<p>Lalu diletakkannya telapak tangan gadis itu di batang<br />
kemaluannya. Debby terkejut merasakan panas yang mengalir<br />
dari batang kemaluan itu ke telapak tangannya. Sejenak ia<br />
terlihat ragu. Ia menarik lengannya, tetapi Theo meraih<br />
dan meletakkannya kembali ke batang kemaluannya. Akhirnya<br />
batang kemaluan itu digenggamnya sambil menengadah menatap<br />
wajah lelaki yang disayanginya itu. Tak lama kemudian, ia<br />
menunduk kembali untuk mengamati batang kemaluan dalam<br />
genggamannya.</p>
<p>“Sesekali agak diremas seperti begini,” kata Theo<br />
mengajari.<br />
“Dan sesekali dimaju-mundurkan seperti ini,” sambungnya<br />
sambil menggerakkan tangan gadis itu maju-mundur.</p>
<p>Debby mulai mengelus-elus. Ada sensasi yang menggelitik<br />
dirinya ketika merasakan kehangatan batang kemaluan itu di<br />
ujung jari-jari tangannya. Ia mendekatkan wajahnya untuk<br />
mengamati urat-urat berwarna kehijauan yang semakin<br />
menggelembung di ujung jarinya. Lalu ia mulai menggenggam<br />
dan memaju-mundurkan telapak tangannya. Dan ketika<br />
mendengar lelaki itu menarik nafas panjang, ia menengadah.</p>
<p>“Kenapa? Sakit?”<br />
“Enak!”<br />
“Enak?!”<br />
“Enak banget! Apalagi kalau pakai dua tangan.”<br />
“Begini?” tanya gadis itu sambil menggenggamkan kedua<br />
telapak tangannya.<br />
“Ya, ya, begitu, oohh!”</p>
<p>Debby menjadi bersemangat. Ia merasa senang karena dapat<br />
memberikan sesuatu yang menyenangkan kepada gurunya itu.<br />
Ia ingin membalas kenikmatan yang telah ia dapatkan.<br />
Apalagi sikap lelaki itu penuh pengertian. Tak ada sikap<br />
memaksa ketika ia mengatakan bahwa ia masih virgin. Ia<br />
hanya diminta untuk mengelus-elus dan sesekali meremas<br />
batang kemaluan itu. Oleh karena itu, tangannya mulai<br />
digerakkan maju dan mundur, dari leher batang kemaluan<br />
hingga ke pangkalnya. Wajahnya semakin mendekat karena ia<br />
ingin mengamati cendawan yang menghiasi batang kemaluan<br />
itu. Cendawan yang semakin lama semakin berwarna merah<br />
tua. Dielus-elusnya pula cendawan itu dengan ujung jari<br />
jempolnya.</p>
<p>“Ooh.., nikmat, Sayang!”<br />
“Kalau diremas seperti ini, nikmat nggak?” tanya gadis itu<br />
sambil meremas biji kemaluan Theo.<br />
“Ooh, ya, ya!” sahut Theo sambil meletakkan kedua belah<br />
telapak tangannya di atas kepala gadis itu.</p>
<p>Lalu dengan tarikan yang sangat lembut, ia menarik kepala<br />
itu agar semakin mendekat ke batang kemaluannya. Debby<br />
tidak menolak tarikan lembut di kepalanya karena batang<br />
kemaluan itu terlihat sangat indah dan menarik. Ia pun<br />
dapat merasakan batang kemaluan itu berdenyut di telapak<br />
tangannya, seperti bernafas. Ada sensasi yang mulai<br />
menggelitiki saraf-saraf birahi di sekujur tubuhnya ketika<br />
ia mengamati batang kemaluan itu. Sensasi itu membuat ia<br />
tak menyadari bahwa batang kemaluan yang digenggamnya<br />
hanya tinggal berjarak kira-kira 20 cm dari mulutnya.</p>
<p>“Theo, ada sedikit pipis di lubang ini.”<br />
“Bukan pipis sayang. Itu lendir enak.”<br />
“Enak?”<br />
“Ya, enak!” jawab Theo sambil memegang jari jempol yang<br />
baru saja mengusap-usap lubang kemaluannya.<br />
“Coba deh dicicipi,” sambungnya.<br />
“Hmm..” gumam Debby ketika menjilat ujung jarinya.<br />
“Enak ‘kan?!”<br />
“Enak!”<br />
“Cicipi lagi! Jangan pakai jari. Langsung pakai lidah!”</p>
<p>Debby menengadah. Ia sangat ingin menyenangkan hati<br />
gurunya itu, tetapi ragu-ragu untuk melaksanakannya.<br />
Sesaat, ia manatap bola mata lelaki yang disayanginya itu.<br />
Dilihatnya binar-binar ketulusan cinta. Tak ada tersirat<br />
niat untuk menyakiti. Lalu ia menunduk dan mendekatkan<br />
bibirnya ke bagian tengah cendawan itu. Lidahnya terjulur<br />
dan ujungnya mengoles sisa lendir yang masih tersisa.<br />
Sambil memejamkan mata, ia mencicipinya.</p>
<p>“Enak ‘kan?!” Debby menengadah kembali. Ia mengangguk<br />
sambil tersenyum malu.<br />
“Sekarang dicium dan dijilat-jilat biar lendirnya keluar<br />
lagi! Dan jangan terkejut kalau nanti tiba-tiba ada<br />
segumpal lendir yang muncrat ya, Sayang.”</p>
<p>Debby menunduk kembali, dan tanpa keraguan lagi dikulumnya<br />
cendawan itu. Leher kemaluan itu dijepitnya dengan<br />
bibirnya sambil mengoles-oleskan lidahnya.</p>
<p>Theo mendesah. Setelah menghirup udara yang memenuhi<br />
rongga dadanya, ia menunduk. Matanya berbinar menatap<br />
takjub. Nafasnya tertahan menatap seorang gadis belia yang<br />
cantik dan seksi sedang berjongkok sambil menghisap-hisap<br />
dan mengulum kepala batang kemaluannya. Darahnya mendidih<br />
menatap gadis yang berjongkok dengan gaun bagian atas dan<br />
bawah bertumpuk terlipat-lipat di pinggangnya yang<br />
ramping. Matanya nanar menatap buah dada yang belum<br />
sepenuhnya mekar. Sejuta pesona ia rasakan melihat seorang<br />
gadis yang sedang berjongkok di hadapannya dengan paha<br />
terkangkang. Indah sekali!</p>
<p>“Argh.., aduuhh..!” desah Theo sambil menekan bagian<br />
belakang kepala gadis itu lebih keras. Setengah batang<br />
kemaluan telah masuk ke dalam mulut mungil itu.</p>
<p>Debby menengadah karena mendengar desahan itu. Ia merasa<br />
khawatir karena giginya menggesek kulit kemaluan yang<br />
sedang dikulumnya. Tapi lelaki yang telah memberinya<br />
kenikmatan itu ternyata hanya meringis. Ia masih<br />
menengadah ketika merasakan lagi tekanan di bagian<br />
belakang kepalanya, tekanan yang membuat ia menelan batang<br />
kemaluan itu lebih dalam.</p>
<p>Theo mengusap-usap rambut gadis remaja itu.<br />
Perlahan-lahan, ditariknya kemaluannya hingga hanya<br />
cendawan kemaluannya yang masih tersisa. Dan dengan<br />
perlahan-lahan pula, didorongnya kembali batang<br />
kemaluannya. Diulangnya gerakan itu beberapa kali sambil<br />
mengamati bibir mungil yang melingkari batang kemaluannya.<br />
Setelah yakin bahwa gadis itu telah terbiasa dengan<br />
gerakan batang kemaluannya, tiba-tiba didorongnya lagi<br />
dengan keras hingga bibir mungil itu menyentuh bulu-bulu<br />
di pangkal kemaluannya.</p>
<p>Debby terkejut. Nafasnya terhenti sesaat. Ia tersendat<br />
karena ujung batang kemaluan itu menyentuh<br />
kerongkongannya. Sebelum ia sempat meronta, dengan cepat<br />
batang kemaluan itu telah bergerak mundur kembali.</p>
<p>“Nggak apa-apa ‘kan sayang,” kata Theo membujuk sambil<br />
mengusap-usap pipi gadis remaja itu.</p>
<p>Debby ingin mengatakan ‘jangan ulangi’, tapi kata-kata itu<br />
tak terucapkan karena cendawan itu masih tersisa di<br />
bibirnya. Ia menengadah. Sejenak mereka saling tatap. Dan<br />
ia melihat sorot mata yang memancarkan kenikmatan birahi,<br />
seolah memohon untuk dipuaskan.</p>
<p>Karena merasa tak tega untuk menolak, kembali cendawan itu<br />
dihisapnya. Mungkin karena aku belum terbiasa, katanya<br />
dalam hati. Akhirnya ia memutuskan untuk memberi<br />
kenikmatan total. Kenikmatan sebesar kenikmatan yang telah<br />
ia dapatkan. Bila mungkin, ia akan memberi melebihi dari<br />
apa yang telah ia nikmati. Percintaan yang membara adalah<br />
percintaan yang pasrah dalam memberi, bisik hatinya.<br />
Percintaan yang lebih mementingkan kenikmatan pasangannya<br />
dari pada kenikmatan dirinya sendiri. Dan ia akan pasrah<br />
memberi agar guru yang disayanginya itu dapat pula meraih<br />
puncak kenikmatannya.</p>
<p>Lalu batang kemaluan itu dikeluarkannya dari mulutnya. Ia<br />
ingin totalitas. Oleh karena itu, beberapa detik kemudian,<br />
ia mulai menjilati batang kemaluan itu hingga ke<br />
pangkalnya. Bahkan ujung lidahnya beberapa kali menyentuh<br />
biji kemaluan itu. Semakin sering lidahnya menyentuh,<br />
semakin keras pula didengarnya dengusan nafas lelaki yang<br />
disayanginya itu. Ketika merasakan jambakan lembut di<br />
kepalanya, tanpa ragu, dihisap-hisapnya biji kemaluan itu.</p>
<p>Ia semakin bersemangat karena merasakan erotisme yang luar<br />
biasa ketika batang kemaluan itu menggesek-gesek ujung<br />
hidungnya. Ada sensasi yang membakar pori-pori di sekujur<br />
tubuhnya ketika bulu-bulu di biji kemaluan itu bergesekan<br />
dengan lidahnya! Gesekan itu merangsang lidahnya melata ke<br />
arah bawah untuk mengecup dan menjilat-jilat celah sempit<br />
antara biji kemaluan dan lubang dubur.</p>
<p>“Aarrgghh..!” desah Theo ketika merasakan lidah muridnya<br />
itu menjilat-jilat semakin liar.</p>
<p>Bahkan ia mulai merasakan bibir gadis itu mulai<br />
mengisap-isap celah di dekat lubang duburnya. Sangat dekat<br />
dengan lubang duburnya! Dan sesaat ia berhenti bernafas<br />
ketika merasakan ujung lidah gadis itu akhirnya menyentuh<br />
lubang duburnya. Ia menggigil merasakan nikmat yang<br />
mengalir dari ujung lidah itu. Nikmat yang bahkan tidak<br />
pernah ia dapatkan dari isterinya.</p>
<p>Sebelumnya ia tidak pernah merasakan lidah menyentuh<br />
lubang duburnya. Apalagi lidah seorang gadis remaja yang<br />
cantik dan seksi. Matanya terbeliak ketika merasakan<br />
tangan gadis itu membuka lipatan daging di antara bongkah<br />
pantatnya. Hanya bagian putih di bola matanya yang<br />
terlihat ketika ia meresapi nikmatnya lidah gadis itu saat<br />
menyentuh lubang duburnya.</p>
<p>“Oorgh.., aarrgghh.. Nikmat, Sayang!” desah Theo sambil<br />
menggerakkan pinggulnya menghindari jilatan-jilatan di<br />
duburnya.</p>
<p>Ia sudah tak kuat menahan kenikmatan yang mendera<br />
tubuhnya. Cendawan batang kemaluannya sudah membengkak.<br />
Lalu ia mengarahkan batang kemaluannya ke mulut gadis itu.</p>
<p>“Aku sudah tak tahan, Debby!!” sambungnya sambil<br />
menghunjamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya.</p>
<p>Debby tersendat kembali ketika merasakan cendawan itu<br />
menyumbat kerongkongannya. Tapi sudah tidak menyebabkan<br />
rasa mual seperti ketika pertama kali tersendat. Dan<br />
ketika batang kemaluan itu bergerak mundur, ia mengisap<br />
cendawannya dengan keras hingga terdengar bunyi ’slurp’.<br />
Kedua telapak tangannya mengusap-usap bagian belakang paha<br />
lelaki itu.</p>
<p>Lalu ia kembali menengadah. Mereka saling tatap ketika<br />
batang kemaluan itu kembali menghunjam rongga mulutnya.<br />
Telapak tangannya ikut menekan bagian belakang paha lelaki<br />
itu. Kepalanya ikut maju setiap kali batang kemaluan itu<br />
menghunjam mulutnya. Ia merinding setiap kali ujung<br />
cendawan itu menyentuh kerongkongannya.</p>
<p>“Aarrgghh.., Debby, aku sudah mau keluar. Mau pipis,<br />
aarrgghh..! Telan sayang. Telan lendir enaknya ya!”<br />
“Hmm..” sahut gadis itu sambil mengangguk.</p>
<p>Theo semakin tegang setelah melihat anggukan itu.<br />
Sendi-sendi tungkai kakinya menjadi kaku. Nafasnya<br />
mengebu-gebu seperti seorang pelari marathon. Sebelah<br />
tangannya menggenggam kepala gadis itu, dan yang sebelah<br />
lagi menjambak. Pinggulnya bergerak seirama dengan tarikan<br />
dan dorongan lengannya di kepala gadis itu.<br />
Hentakan-hentakan pinggulnya membuat gadis itu terpaksa<br />
memejamkan matanya.</p>
<p>Batang kemaluannya sudah menggembung. Lendir berwarna<br />
putih susu terasa bergerak dengan cepat dari kantung biji<br />
kemaluannya. Ia berusaha untuk menahannya. Tapi semakin ia<br />
berusaha, semakin besar tekanan yang menerobos saluran di<br />
kemaluannya. Akhirnya ia meraung sambil menghunjamkan<br />
batang kemaluannya sedalam-dalamnya. Berulang kali.<br />
Ditariknya, dan secepatnya dihunjamkan kembali.</p>
<p>“Aarrgghh.., aduuh! Aarrgghh..!” raung Theo<br />
sekeras-kerasnya ketika ia merasakan air maninya muncrat<br />
‘menembak’ kerongkongan gadis itu.</p>
<p>Sesaat ia merasa kejang. Dibiarkannya batang kemaluannya<br />
terbenam. Tangannya mencengkeram kepala gadis itu dengan<br />
keras karena tak ingin kepala itu meronta. Ia tak ingin<br />
kepala itu terlepas ketika ia sedang berada pada puncak<br />
kenikmatannya. Keinginan itu ternyata menjadi kenikmatan<br />
ekstra, yaitu kenikmatan karena ‘tembakannya’ langsung<br />
masuk ke kerongkongan gadis itu. ‘Tembakan’ itu akan<br />
membuat kerongkongan itu agak tersendat sehingga air<br />
maninya akan langsung tertelan. Setelah ‘tembakan’<br />
pertama, ia masih merasakan adanya tekanan air mani di<br />
saluran lubang kemaluannya. Maka dengan cepat ia menarik<br />
batang kemaluannya, dan menghunjamkannya kembali sambil<br />
‘menembak’ untuk yang kedua kalinya.</p>
<p>“Hisap sayang, aarrgghh..! Aarrgghh..!”</p>
<p>Ditariknya kembali batang kemaluannya. Tapi sebelum<br />
kembali menghunjamkannya, ia merasakan gigitan di leher<br />
batang kemaluannya. Ia pun berkelojotan ketika merasakan<br />
gigitan itu disertai kuluman lidah. ‘Tembakan’ kecil masih<br />
terjadi beberapa kali ketika lidah gadis itu mengoles-oles<br />
lubang kemaluannya.</p>
<p>“Ooh.., nikmatnya!” gumam Theo sambil membelai-belai kedua<br />
belah pipi gadis itu. Belaian mesra yang mengalir dari<br />
lubuk hatinya yang paling dalam. Belaian ungkapan kasih<br />
sayang dan tanda terima kasih!</p>
<p>Sambil menengadah dan membuka kelopak matanya, Debby terus<br />
mengulum dan menjilat-jilat. Tak ada lendir berwarna susu<br />
yang mengalir dari sudut bibirnya. Tak ada setetes pun<br />
yang menempel di dagunya. Dan tak ada pula lendir yang<br />
tersisa di cendawan kemaluan Theo! Bersih. Semua ditelan!<br />
Gadis belia itu ‘membayar’ tuntas kenikmatan yang ia<br />
dapatkan sebelumnya!</p>
<p>Tak lama kemudian, Theo menghempaskan pinggulnya ke atas<br />
karpet. Ia merasa sangat lemas. Lunglai. Ia tak mampu<br />
berdiri lebih lama lagi. Debby tersenyum puas. Ia pun<br />
bangkit dari sofa, dan kemudian duduk di pangkuan Theo.<br />
Kedua belah kakinya melingkari pinggang lelaki yang masih<br />
terengah-engah itu. Posisi duduknya menyebabkan vaginanya<br />
bersentuhan dengan batang kemaluan yang mulai mengkerut.<br />
Terasa hangat dan mesra.</p>
<p>“Puas?” tanya gadis itu.<br />
“Puas banget!” jawab Theo.<br />
“Enak lendirku?” sambungnya.<br />
“Enak banget!”<br />
“Mau lagi?”<br />
“Ha?!” jawab Debby sambil mencubit pipi Theo dengan manja.<br />
“Kapan-kapan ya, kita nabung dulu.”<br />
“Nabung apaan?”<br />
“Nabung pipis!”</p>
<p>Dan mereka serentak tertawa. Renyah. Lalu saling<br />
berangkulan dengan mesra. Pipi mereka saling<br />
bersinggungan. Kedua belah tangan membelai-belai punggung<br />
pasangannya. Kemudian masing-masing berbisik langsung ke<br />
telinga pasangannya.</p>
<p>“Theo suka pipis Debby!”<br />
“Debby suka pipis Theo!”</p>
<p>Villa itu terletak di bagian tengah sebidang tanah<br />
perbukitan yang luasnya hampir 2 hektar. Dari jauh, villa<br />
itu terlihat asri karena dinding luarnya dihiasi dengan<br />
batu-batu pualam dan marmer serta beberapa ornamen kayu<br />
jati. Di bagian depan dan belakang, berbatasan dengan<br />
villa-villa di sekitarnya, tumbuh beberapa pohon pinus<br />
yang lebat. Tingginya mencapai 4 hingga 5 meter. Halaman<br />
di sekelilingnya terlihat hijau karena ditumbuhi oleh<br />
rumput yang terpangkas rapi. Beberapa batu alam berwarna<br />
abu-abu dan cokelat tua dengan berbagai bentuk dan ukuran<br />
tergeletak menghiasi halaman yang luas itu. Di pojok<br />
belakang sebelah barat terdapat sebuah rumah kecil yang<br />
dihuni oleh penjaga villa.</p>
<p>Bangunan villa itu tidak terlalu besar. Di lantai 1 hanya<br />
ada sebuah kamar tidur utama serta sebuah ruang keluarga<br />
dan dapur. Sedangkan di lantai 2 ada dua buah kamar tidur<br />
dan ruang kosong yang tembus hingga ke lantai 1. Tak<br />
banyak furniture yang melengkapi villa mungil dan mewah<br />
itu. Dan hampir semuanya terbuat dari kayu jati berukir.<br />
Berbagai bentuk ukiran terasa mendominasi isi villa.<br />
Termasuk bingkai cermin berukuran besar yang menempel pada<br />
dinding kamar tidur utama. Nuansa artistik terasa sangat<br />
menonjol di dalam dan luar villa.</p>
<p>Debby baru saja tiba di villa itu kira-kira 10 menit yang<br />
lalu. Setelah meletakkan tasnya di teras dan memberi<br />
beberapa instruksi kepada lelaki tua penjaga villa, ia<br />
segera melangkah ke kamar tidur depan di lantai 2.<br />
Ditanggalkannya celana jeans dan t-shirt yang dipakainya<br />
sejak dari Jakarta. Sambil berdiri di depan cermin,<br />
dikenakannya sebuah kimono. Sejenak, ia ragu melilitkan<br />
tali kimono itu di pinggangnya. Tapi akhirnya, sambil<br />
tersenyum, bra dan celana dalam mini yang dikenakannya pun<br />
ditanggalkan pula. Ia tersenyum ketika mengikat tali<br />
kimono itu. Senyum yang menyimpan sebuah rencana, dan<br />
sekaligus senyum untuk dirinya sendiri karena tak ada lagi<br />
yang tersembunyi di balik kimono itu.</p>
<p>Debby berdiri di balkon depan yang menghadap ke timur.<br />
Sejak kecil ia suka menghabiskan waktunya di balkon itu.<br />
Terutama bila sore hari, ia suka menatap embun tipis yang<br />
perlahan-lahan turun dari atas dan mulai bertebaran di<br />
halaman. Embun itu kadang-kadang sirna tertiup angin<br />
tetapi kadang-kadang angin bertiup mendorong segerombol<br />
embun yang sebagian di antaranya tersangkut di daun-daun<br />
pohon pinus. Kira-kira satu jam kemudian, ketika sore<br />
berubah menjadi senja, embun tipis berwarna putih itu<br />
mulai menyelimuti pucuk-pucuk pinus. Diam tak beranjak.<br />
Hanya beberapa gerombol di atas rumput yang terlihat masih<br />
bergerak tertiup angin. Dan ketika senja sirna,<br />
lampu-lampu taman yang bertebaran di halaman pun tak<br />
berdaya mengusir embun yang menyelimuti villa dan<br />
sekelilingnya.</p>
<p>Debby melirik jam tangannya. Hm, kurang lebih setengah jam<br />
lagi Theo akan tiba, katanya dalam hati. Setiap kali<br />
menyebut nama lelaki itu jantungnya terasa berdebar. Walau<br />
lelaki itu 15 tahun lebih tua dari usianya, tetapi ia<br />
merasa sangat nyaman bila berada di dekatnya. Lelaki yang<br />
selalu memanjakannya, yang berani membantah tetapi bila<br />
terus didesak akhirnya akan menuruti kemauannya. Ia<br />
tersenyum dikulum, ‘Theo memang selalu memperlakukanku<br />
seolah aku adalah satu-satunya benda berharga baginya’<br />
gumam gadis remaja itu. Kemudian ia teringat beberapa<br />
peristiwa ‘nakal’ yang membuatnya merasa sangat<br />
dimanjakan.</p>
<p>Saat itu mereka sedang menikmati santap malam di sebuah<br />
restoran yang terkenal dengan sajian ‘rib roast’-nya.<br />
Mereka duduk berdampingan pada sebuah meja yang posisinya<br />
di sudut dan menghadap ke bagian tengah restoran. Sesekali<br />
mereka terpaksa berbisik untuk mengalahkan suara musik dan<br />
lagu-lagu merdu Frank Sinatra. Ketika ia menggigit rib<br />
yang terakhir, setetes kecap jatuh ke lututnya. Ia memang<br />
sengaja tidak menggunakan serbet untuk menutupi pahanya.<br />
Sejak merasakan nikmatnya lidah Theo saat menjilati paha<br />
dalam dan pangkal pahanya, ia selalu menggunakan rok mini<br />
yang bagian bawahnya lebar. Ia selalu ingin memperlihatkan<br />
sepasang pahanya yang mulus. Bila duduk, rok mini itu<br />
semakin tertarik sehingga hanya kira-kira 10 cm saja yang<br />
menutupi pahanya. Ia tidak khawatir akan ‘ditonton’<br />
tamu-tamu lainnya karena ada taplak meja yang menghalangi,<br />
taplak yang menjuntai hingga hampir menyentuh lantai.</p>
<p>“Theo, jangan dilap pakai tissue,” katanya ketika melihat<br />
Theo menjumput selembar tissue.<br />
“Jadi pakai apa, Sayang.”<br />
“Pakai lidah yang suka ‘mimik’ pipis Debby!”, bisiknya<br />
manja.</p>
<p>Theo tertegun. Ditatapnya mata gadis belia itu seolah<br />
sedang mencari ketegasan atas kalimat yang baru saja<br />
didengarnya. Ia pun terkesima mendengar kata ‘mimik’. Kata<br />
yang lebih mesra sebagai pengganti kata ‘minum’. Selintas<br />
ia teringat ketika pertama kali mencumbui vagina gadis<br />
itu. Sangat sulit dilupakannya kehangatan yang mengalir<br />
dari bibir vagina gadis itu ketika menjepit lidahnya.<br />
Jepitan yang disertai denyutan-denyutan vagina yang hampir<br />
mencapai orgasmenya. Denyutan-denyutan yang membuat ia<br />
semakin rakus menghisap-hisap lendir di vagina itu. Dan<br />
tak lama kemudian, ia merasakan segumpal lendir orgasme<br />
mengalir membasahi kerongkongannya. Dan setelah menjilati<br />
bibir luar vagina gadis itu hingga bersih, ia mendengar<br />
gadis belia itu bertanya dengan polos, “Kok pipis Debby<br />
diminum?”</p>
<p>“Kok bengong, Theo. Nggak mau ya?”<br />
“Kamu memang nakal dan kadang-kadang keterlaluan.”<br />
“Udah nggak sayang sama Debby, ya!”<br />
“Sayangnya tetap selangit. Tapi ini di restoran. Di tempat<br />
umum!”<br />
“Biarin!” kata gadis itu setengah merajuk.<br />
“Entar dilihat orang lain. Malu ‘kan kalau ketahuan.”<br />
“Biarin!”<br />
“Biarin?”<br />
“Paling juga mereka jadi iri. Yang laki-laki ingin jadi<br />
Theo, yang perempuan ingin jadi Debby!” jawab gadis itu<br />
sambil tertawa kecil. Tawa yang menggemaskan!</p>
<p>Sekilas, Theo memandang ke sekeliling ruangan. Tak ada<br />
tamu yang sedang memandang ke arah mereka. Pelayan-pelayan<br />
restoran pun terlihat sibuk melayani tamu-tamu. Dadanya<br />
berdebar-debar. Hatinya terpancing untuk mencoba. Lalu<br />
dengan cepat ia menunduk dan menjilat. Dan dengan cepat<br />
pula ia mengangkat kepalanya kembali. Jantungnya masih<br />
berdebar-debar ketika pandangannya menyapu sekeliling<br />
ruangan. Tak ada perubahan. Tak ada seorang pun yang<br />
memandangnya!</p>
<p>Debby tertawa kecil. Dicubitnya pinggang guru<br />
matematikanya itu dengan manja. Sejenak mereka saling<br />
tatap, kemudian serentak tertawa renyah. Tak lama<br />
kemudian, gadis belia itu sengaja mengerak-gerakkan<br />
kakinya. Sesekali sebelah kakinya agak diangkat hingga<br />
roknya yang mini semakin tersingkap. Ia semakin<br />
bersemangat menggerak-gerakkan kakinya ketika memergoki<br />
Theo tertegun menatap keindahan pahanya. Gerakannya baru<br />
berhenti setelah ujung roknya tersangkut di pangkal paha.<br />
Ia merasa yakin bahwa G-string yang dipakainya telah<br />
terlihat mengintip dari pangkal pahanya.</p>
<p>“Kelihatan nggak?”<br />
“Sedikit!”<br />
“Warna apa?”<br />
“Pink!”<br />
“Suka?”<br />
“Suka banget!”<br />
“Cium dong!”<br />
“Ha?! Di sini?”<br />
“Hmm!!”</p>
<p>Jantung Theo kembali berdebar-debar. Tantangan, katanya<br />
dalam hati. Tantangan dari seorang gadis belia yang<br />
cantik, seksi, masih perawan, dan sekaligus nakal! Itulah<br />
salah satu sebab yang membuat ia selalu ingin memanjakan<br />
gadis itu. Ide-idenya yang nakal kadang-kadang menciptakan<br />
sensasi. Menciptakan gairah untuk menaklukkan tantangan<br />
yang disodorkannya. Ia memang belum pernah melakukan hal<br />
itu. Dan ia pun yakin bahwa gadis itu -dalam keramaian<br />
publik- belum pernah mendapat ciuman di pangkal pahanya.<br />
Ia menarik nafas panjang dan berusaha menenteramkan<br />
debar-debar jantungnya. Sekilas, ia kembali memandang<br />
tamu-tamu di sekelilingnya. Setelah yakin tak ada yang<br />
memperhatikan, ia menunduk dan mengecup G-string dari<br />
sutera itu. Kecupan yang persis di belahan bibir vagina!</p>
<p>Debby menggelinjangkan pinggulnya. Ia hampir memekik. Tapi<br />
karena jari-jari tangannya segera menutupi mulutnya,<br />
pekikan itu hanya terdengar lemah. Suara pekikan itu<br />
tersangkut di lehernya.</p>
<p>“Suka?” tanya Theo sambil mengangkat kepalanya.<br />
“Suka banget! Nikmat dan mendebarkan!”<br />
“Mau lagi?”<br />
“Entar ketahuan.”<br />
“Biarin!” jawab Theo sambil tersenyum.<br />
“Benar?”<br />
“Hmm!”<br />
“Tapi mata Theo harus tertutup. Dan setelah dikecup,<br />
dijilat ya,” bisik gadis itu. Theo terdiam sejenak, lalu<br />
bertanya..<br />
“Kok harus menutup mata?”<br />
“Tentu ada alasannya.”<br />
“Kalau hanya mengecup dan menjilat, aku pasti mau.”<br />
“Kalau matanya nggak tertutup, Debby yang nggak mau!” kata<br />
gadis itu merajuk manja. Theo terdiam kembali. Tapi tak<br />
lama kemudian ia menjawab..<br />
“OK,” katanya sambil mengangguk. Gadis itu tersenyum<br />
manis.<br />
“Lihat ke Debby dan tutup matanya. Biar Debby yang<br />
mengawasi mereka,” katanya sambil menolehkan kepalanya ke<br />
arah tamu-tamu di restoran itu.<br />
“Nanti kalau Debby bilang ‘cium’ baru menunduk ya.”<br />
sambungnya sambil membuka kedua lututnya lebih lebar.<br />
Lutut sebelah kirinya agak diangkat agar pangkal pahanya<br />
cukup terbuka untuk menampung sebuah kepala.<br />
“OK.” jawab Theo sambil memejamkan matanya. Tak lama<br />
kemudian, ia mendengar bisikan di telinganya..<br />
“Sekarang cium, Theo!”</p>
<p>Dengan cepat Theo menunduk. Ia merasakan jari-jari tangan<br />
gadis itu menekan bagian belakang kepalanya, menuntun agar<br />
bibirnya mendarat di tempat yang tepat. Dan.., sejenak ia<br />
terkesima setelah bibirnya mendarat di pangkal paha gadis<br />
itu. Aroma yang sudah sangat dikenalnya tiba-tiba terasa<br />
langsung menyergap lubang hidungnya. Tapi karena khawatir<br />
bila harus menunduk terlalu lama di balik meja, ia segera<br />
mencium pangkal paha gadis itu. Ia sangat terkejut karena<br />
bibirnya bersentuhan langsung dengan bibir vagina yang<br />
lembut. Vagina yang hangat dan sedikit lembab.</p>
<p>Secara bergantian, dengan cepat, dikulumnya kedua bibir<br />
luar vagina itu. Lalu dijulurkannya lidah untuk menjilat<br />
celah sempit di antara ke dua bibir itu. Lidahnya segera<br />
tenggelam dalam kehangatan yang licin. Jilatannya tajam<br />
seperti mata pisau yang mengiris mentega. Dan.., seolah<br />
ada alarm berbunyi di telinganya ketika ia merasakan<br />
tarikan rambut di bagian belakang kepalanya. Ia segera<br />
mengangkat wajahnya sambil membuka mata. Sebelum kepalanya<br />
benar-benar tegak, ia masih sempat melihat jari telunjuk<br />
gadis itu melepaskan tarikan tepi G-stringnya agar<br />
vaginanya tertutup kembali.</p>
<p>Sejenak mereka saling tatap. Di bola mata mereka tersirat<br />
binar-binar birahi. Dan sambil tertawa kecil, keduanya<br />
berangkulan dengan mesra!</p>
<p>Debby masih berdiri di balkon. Tatapannya menerawang jauh<br />
dan terbentur pada lampu-lampu villa-villa di sekitar<br />
villanya. Ia menarik nafas panjang. Udara segar yang<br />
bertiup di sekitar Puncak Pass terasa sejuk memenuhi<br />
rongga dadanya. Hembusan udara mulai terasa dingin di<br />
kulitnya. Tapi ia menyukai dinginnya udara itu, terutama<br />
ketika berhembus menerpa bagian bawah pusarnya. Pangkal<br />
pahanya terasa sejuk. Dinginnya udara meredakan<br />
letupan-letupan gairah yang sempat memanas ketika ia<br />
teringat pada ciuman dan jilatan Theo di restoran rib<br />
roast itu.</p>
<p>Debby kembali melihat jam tangannya. Tak lama lagi Theo<br />
akan tiba, katanya dalam hati. Semakin dekat waktu yang<br />
telah mereka sepakati, semakin gelisah ia menunggu. Ia<br />
merasa lebih gelisah daripada biasanya karena ia sudah<br />
memutuskan bahwa malam itu ia akan mengucapkan “selamat<br />
tinggal masa remaja!” Dan itu akan ia ucapkan tepat ketika<br />
ia berusia 17 tahun. Usia untuk menjadi seorang wanita!<br />
Masih terbayang dalam ingatannya raut wajah Theo yang<br />
terlihat bingung ketika menerima denah jalan menuju villa.<br />
Raut wajah itu semakin bingung ketika ia mengatakan,<br />
“Nanti malam, di villa, Debby akan memberikan sebuah<br />
hadiah yang sangat istimewa.”</p>
<p>Sebenarnya ia telah membuat keputusan itu beberapa hari<br />
yang lalu. Bahkan ingin memberikannya pada saat itu juga.<br />
Tapi karena hari ulang tahunnya yang ke-17 tinggal<br />
beberapa hari lagi, ia memutuskan untuk menundanya. Ia<br />
tahu bahwa Theo akan merasa sangat berbahagia menerima<br />
hadiah itu. Ia sadar bahwa lelaki yang selalu<br />
memanjakannya itulah orang yang paling tepat dan berhak<br />
untuk mendapatkan hadiah itu. Lelaki yang dengan kedua<br />
bibirnya dapat membuatnya menderita dalam rintihan nikmat.<br />
Lelaki yang telah memberikan arti nikmatnya sebuah cumbuan<br />
di pangkal pahanya. Lelaki yang lidahnya menari-nari<br />
pertama kali di vaginanya kira-kira sebulan yang lalu,<br />
yang kemudian secara rutin seminggu dua kali selalu<br />
‘mimik’ pipis enak dari pangkal pahanya. Lelaki yang<br />
selama sebulan telah bersabar mencumbu dan dicumbu hanya<br />
dengan bibir dan lidah.</p>
<p>‘Theo memang lelaki yang sabar dan penuh perhatian’,<br />
gumamnya ketika teringat pada cendawan di ujung batang<br />
kemaluan Theo. Seolah masih terasa lembutnya cendawan itu<br />
menyusup ke dalam rongga mulutnya. Cendawan yang terasa<br />
mengalirkan kehangatan ketika menyentuh kerongkongannya,<br />
yang membuat ia tersendat dalam nikmat, yang membuat rasa<br />
dahaganya sirna setelah mendapatkan ‘mimik’ pipis enak<br />
dari batang kemaluan itu, dan yang membuatnya terpejam<br />
ketika segumpal lendir panas tiba-tiba ‘menembak’<br />
kerongkongannya.</p>
<p>Gadis remaja itu tersenyum manis ketika melihat cahaya<br />
lampu mobil yang mendekati villanya. Tergopoh-gopoh ia<br />
menuruni tangga ke lantai 1 dan setengah berlari menuju<br />
halaman. Langkahnya yang cepat membuat pahanya yang<br />
berwarna kuning gading sesekali menyembul dari belahan<br />
kimono yang pakainya. Segera dipeluknya pinggang lelaki<br />
itu. Pelukannya yang sangat ketat seolah menunjukkan<br />
kerinduan yang mendalam. Padahal mereka baru berpisah<br />
beberapa jam yang lalu.</p>
<p>Theo menggamit dagu gadis remaja itu, membuat wajahnya<br />
yang cantik menengadah. Lalu ia menunduk dan<br />
menggosok-gosokkan hidungnya ke ujung hidung gadis itu.<br />
Dalam keremangan cahaya lampu neon di teras, bibirnya<br />
memagut bibir gadis itu. Dikulumnya bibir mungil itu<br />
dengan penuh perasaan. Ia ingin menunjukkan rasa cintanya<br />
yang dalam. Dan ketika lidah gadis itu menjulur, lidah itu<br />
segera dipilinnya dengan lidahnya sambil dihisapnya dengan<br />
lembut.</p>
<p>“Kangen nggak?”<br />
“Kangen banget, Sayang!” jawab Theo sambil mengecup leher<br />
jenjang gadis itu.<br />
“Geli, Theo!”<br />
“Oh ya. Kalau yang ini..?” tanya Theo sebelum mengecup dan<br />
menjentikkan ujung lidahnya persis di bawah dagu.<br />
“Enak..!”</p>
<p>Jawaban itu membuat Theo lebih bersemangat menciumi leher<br />
gadis itu. Sesekali lidahnya menjulur menjilat hingga<br />
membuat gadis itu beberapa kali mendongakkan kepalanya.<br />
Lalu ia merasakan kedua belah lengan yang merangkul<br />
pinggangnya berpindah ke lehernya, membuat buah dada gadis<br />
itu menempel ketat ke dadanya. Karena senang dan gemas,<br />
kedua telapak tangannya segera meremas bongkah pantat<br />
gadis itu. Bongkah pantat itu terasa kenyal karena belum<br />
sepenuhnya mengembang. Diremasnya berulang kali. Bahkan<br />
sambil meremas, bongkah pantat itu agak ditariknya ke atas<br />
agar ia tak perlu terlalu menunduk ketika menciumi leher.</p>
<p>Debby menyukai tarikan di bongkah pantatnya walau hal<br />
menyebabkan ia harus berjinjit. Tak lama kemudian, karena<br />
jari-jari kakinya mulai terasa kelu, ia menggantung di<br />
leher agar dapat melingkarkan kedua belah kakinya di<br />
pinggang lelaki itu. Tumitnya terpaksa menekan pinggul<br />
Theo ketika ia merasakan ciuman-ciuman basah merayap<br />
menuju buah dadanya. Ciuman yang membuat ia beberapa kali<br />
melengkungkan punggungnya ke belakang, memberi ruang yang<br />
lebih luas kepada lelaki itu untuk menciumi buah dadanya.<br />
Beberapa menit kemudian, tumitnya menekan lebih keras<br />
karena ia ingin mengangkat badannya lebih tinggi agar<br />
ciuman-ciuman itu segera mendarat di buah dadanya.</p>
<p>Theo menarik bongkah pantat gadis itu lebih tinggi setelah<br />
menyadari bahwa di balik kimono itu tidak ada bra yang<br />
menghalangi. Walau kimono itu belum sepenuhnya terbuka,<br />
bibirnya sudah tidak sabar untuk segera mengecup celah di<br />
antara kedua buah dada yang baru mekar itu. Lidahnya pun<br />
mulai merayap dari lekukan bawah hingga ke putingnya yang<br />
kecil. Semakin lama lidah itu bergerak semakin cepat.<br />
Menjilati bergantian. Buah dada kiri dan kanan. Dan ketika<br />
merasakan air liurnya telah membasahi kedua buah dada itu,<br />
ia segera mengulum putingnya yang kemerahan.</p>
<p>“Ooh..! Ooh.., Theo! Aarrgghh..!” desah Debby ketika<br />
merasakan puting dadanya digigit dengan lembut. Dan ketika<br />
bibir lelaki itu berpindah ke buah dada sebelahnya, lalu<br />
mengulum dan menjentik-jentikkan ujung lidah di putingnya,<br />
ia mengerang..<br />
“Theoo..! Aargh.., enak!!” Tapi beberapa detik kemudian,<br />
ia mendorong kepala lelaki itu.<br />
“Gendong ke atas dong, Theo,” katanya sambil menunjuk ke<br />
arah balkon.</p>
<p>Debby tahu bahwa setelah menciumi buah dadanya, guru<br />
matematikanya yang tampan itu akan menciumi betis, lalu<br />
paha, dan pangkal pahanya. Dari beberapa cumbuan oral yang<br />
mereka lakukan sejak sebulan yang lalu, ia pun tahu bahwa<br />
kedua betisnya akan mendapat ciuman-ciuman basah bila<br />
cumbuan itu dilakukan di atas tempat tidur. Tapi kali ini<br />
ia menginginkan cumbuan yang agak berbeda. Sesuatu yang<br />
berbeda akan menciptakan sensasi yang berbeda pula, yang<br />
akan membuat tubuhnya menderita dalam kenikmatan<br />
berkepanjangan. Ia menginginkan ciuman dan jilatan basah<br />
merayap dari kedua betis hingga ke bibir vaginanya<br />
dilakukan ketika ia sedang berdiri di balkon villa!<br />
Walaupun sesungguhnya ia tak dapat memastikan apakah<br />
hangatnya jilatan-jilatan rakus di vaginanya akan mampu<br />
melawan dinginnya embun dan tiupan angin malam yang<br />
menerpa tubuhnya.</p>
<p>Ia merinding membayangkan kenikmatan akibat sensasi yang<br />
luar biasa itu. Merinding karena ia ingin mengalami<br />
orgasme dalam terpaan embun putih dan dinginnya angin<br />
malam! Suasana seperti itulah yang diinginkannya. Di satu<br />
sisi ia ingin merasakan dinginnya tiupan angin malam di<br />
sekujur tubuh, dan di sisi lain ia ingin merasakan<br />
hangatnya lidah yang terselip di bibir vaginanya. Sensasi<br />
yang luar biasa itu akan membuat tubuhnya kejang pada saat<br />
segumpal lendir orgasmenya akan langsung dihisap oleh<br />
lelaki yang dicintainya itu dengan rakus. Lendir orgasme<br />
yang tumpah ketika ia berdiri menggigil kedinginan dalam<br />
selimut embun malam!</p>
<p>Gadis itu merasa melayang ketika Theo menggendongnya<br />
menuju balkon. Vaginanya mulai terasa basah ketika lelaki<br />
itu menurunkan tubuhnya dengan hati-hati. Karena tali<br />
kimono yang melilit pinggangnya sudah kendur, angin malam<br />
yang dingin terasa langsung menerpa bagian depan tubuhnya.<br />
Ia mulai menggigil.</p>
<p>“Di sini?”<br />
“Hmm!”</p>
<p>Debby menyandarkan punggungnya ke kusen pintu, lalu<br />
memandang ke sekelilingnya. Putih berkabut. Ia menoleh ke<br />
arah rumah penjaga villa di sudut barat, juga putih<br />
berkabut. Walaupun lampu neon di balkon tidak dimatikan,<br />
ia merasa yakin tidak ada orang yang dapat melihat mereka.<br />
Sambil tersenyum, diangkatnya kaki kirinya lalu meletakkan<br />
telapak kakinya di sandaran lengan kursi di sebelahnya.<br />
Bagian tengah kimononya, dari pinggang ke bawah menjadi<br />
terbelah dua.</p>
<p>“Di sini, Theo. Puaskan Debby di sini! Sepuas-puasnya,<br />
Sayang. Debby ingin malam ini menjadi malam yang tak<br />
terlupakan. Debby ingin pipis enak di sini. ‘Mimik’ ya<br />
Sayang. Kalau udah puas ‘mimik’, baru kita pindah ke<br />
dalam. Debby akan beri hadiah istimewa untuk Theo di<br />
kamar!”</p>
<p>Theo tertegun. Posisi gadis belia yang disayanginya itu<br />
sangat menantang, membuat ia tak mampu menjawab. Matanya<br />
nanar menatap keindahan kaki yang keluar dari belahan<br />
tengah kimono, yang lututnya tertekuk karena telapaknya<br />
menginjak lengan kursi. Mulutnya setengah terbuka ketika<br />
matanya menatap pangkal paha gadis itu. Terkesima. Ia baru<br />
menyadari bahwa tak ada celana dalam mini atau G-string<br />
yang menutupi pangkal paha itu. Dalam keremangan, masih<br />
dapat dilihatnya bulu-bulu ikal halus dan tipis di bagian<br />
atas vagina yang segar itu.</p>
<p>“Mau ‘kan, Theo?”<br />
“Akan kuturuti apa pun yang Debby inginkan,” kata Theo<br />
sambil berlutut di hadapan gadis itu.</p>
<p>Dengan posisi berlutut, betis indah itu berada persis di<br />
sebelah pipi Theo. Dan dengan lembut diusap-usapkannya<br />
telapak tangannya ke betis itu. Semenit kemudian,<br />
dibelai-belainya betis itu dengan pipinya. Ia ingin<br />
merasakan kehalusan pori-pori betis itu di pipinya! Lalu<br />
ia mengecupnya. Mula-mula ia mengecup bagian bawah, tetapi<br />
semakin lama semakin naik ke arah belakang lutut.<br />
Mula-mula kecupannya kering, tetapi semakin mendekati<br />
belakang lutut, kecupannya semakin basah. Ketika bibirnya<br />
telah terselip di belakang lutut yang tertekuk itu, ia<br />
mengecup sambil mempermainkan ujung lidahnya.</p>
<p>“Geli, Theo!” kata gadis ketika ia merasakan kumis Theo<br />
menggelitik belakang lututnya.</p>
<p>Kedua belah tangannya mendekap dada untuk mengurangi<br />
dinginnya terpaan angin sekaligus untuk menahan agar<br />
belahan tengah kimononya tetap tertutup. Sebaliknya, ia<br />
mulai merasakan kehangatan di pangkal pahanya.</p>
<p>Theo memindahkan kecupannya ke betis yang sebelah lagi.<br />
Betis itu terasa lebih kenyal karena berat badan Debby<br />
bertumpu pada sebelah kaki. Dengan sabar, Theo mengecup<br />
kembali. Mengulangnya berulangkali. Dan kemudian mulai<br />
menjilat ke arah bawah. Sesekali ia mengecup dengan gemas,<br />
setengah menggigit.</p>
<p>Debby menunduk dengan mata terbuka lebar. Ia merasa senang<br />
dan tersanjung menatap guru matematikanya itu berlutut di<br />
antara kedua belah kakinya. Jantungnya berdebar-debar<br />
melihat lelaki yang sabar itu harus membungkuk agar dapat<br />
mengecup betisnya. Ia merasa senang dan tersanjung.<br />
Perasaan itu seolah membongkah dan memberi kehangatan di<br />
rongga dadanya. Membuat dirinya seolah melambung tinggi ke<br />
dalam dinginnya embun malam. Ia pun sangat menikmati<br />
hembusan nafas yang terasa hangat di betisnya. Setiap kali<br />
lelaki itu mengecup, seolah tersisa kehangatan di bekas<br />
kecupannya.</p>
<p>Theo mulai menciumi lutut bagian dalam. Sambil mencium,<br />
matanya menatap bibir vagina gadis itu. Walau terlihat<br />
samar, tetapi cahaya lampu neon di langit-langit balkon<br />
membuat bibir vagina tampak mengkilap. Pasti sudah ada<br />
sedikit cairan lendir yang terselip di antara bibir itu,<br />
katanya dalam hati. Lalu dengan cepat diterkamnya vagina<br />
yang segar itu. Lidahnya segera membelah, dan bibirnya<br />
segera mengisap. Setelah itu, dengan cepat pula ia menarik<br />
kepalanya menjauhi vagina itu. Hanya sedikit cairan lendir<br />
yang terhisap.</p>
<p>Debby memekik karena terkejut. Ia tak menduga Theo akan<br />
‘menerkam’ vaginanya secepat itu. Walau hanya sekejap,<br />
dalam keterkejutannya, terkaman itu ternyata mampu<br />
mengalirkan kehangatan di sekujur tubuhnya. Mungkin karena<br />
terkejut, sekejap ia lupa pada dinginnya terpaan angin<br />
malam.</p>
<p>“Theo jahat! Nggak sabar ya?”<br />
“Ingat, tak ada setetes pun yang terbuang!”<br />
“Paha dulu!” kata gadis itu sambil mendorong kepala Theo<br />
ke arah pahanya.</p>
<p>Theo menatap keindahan paha yang terpampang di depannya.<br />
Paha itu terbuka lebar dan karena telapaknya terletak di<br />
atas sandaran lengan kursi, dengan mudah ia menciumi dan<br />
sesekali menjilatnya karena paha itu persis setinggi<br />
kepalanya. Kulit paha itu terasa dingin di bibirnya. Lalu<br />
diusapkannya wajahnya beberapa kali ke permukaan paha<br />
dalam yang mulus itu. Ia suka merasakan kemulusan paha itu<br />
di wajah dan pipinya. Semakin sering mengusap-usapkan<br />
wajah dan menciuminya, kulit paha itu terasa semakin<br />
hangat. Kedua belah telapak tangannya pun giat bergerak<br />
menyalurkan kehangatan. Tangan kirinya mengusap-usap paha<br />
kanan bagian luar, sedangkan telapak kanannya digunakan<br />
untuk mengusap-usap betis kiri gadis itu.</p>
<p>Debby sangat menyukai usapan-usapan telapak tangan Theo.<br />
Usapan-sapan itu mengurangi dinginnya terpaan angin malam.<br />
Bahkan kehangatan pun mulai terasa menjalar di bagian<br />
bawah perutnya ketika ia merasakan lidah Theo merayap<br />
mendekati lipatan antara paha dalam dan vaginanya. Ia<br />
merintih ketika bibir lelaki yang suka ‘mimik’ pipisnya<br />
itu menariki bulu-bulu halus di sekitar bibir vaginanya.<br />
Bulu-bulu itu masih terlalu pendek, masih sepanjang bulu<br />
alis mata sehingga bibir itu selalu gagal menariknya. Hal<br />
itu malah membuat vaginanya semakin basah. Setelah<br />
mengencangkan lilitan kimono agar belahan di bagian<br />
dadanya tidak terbuka, kedua lengannya segera jatuh di<br />
atas kepala lelaki itu. Ia menginginkan lidah hangat itu<br />
membelah bibir vaginanya.</p>
<p>“Theo, mimik dulu dong lendirnya,” kata gadis itu sambil<br />
membuka bibir vaginanya dengan jari telunjuk dan jari<br />
tengahnya. Sejenak, Theo menghentikan ciuman-ciumannya. Ia<br />
menengadah sambil tersenyum, tak lama kemudian, ia kembali<br />
menciumi paha kiri gadis itu. Sengaja tidak diturutinya<br />
keinginan gadis itu.<br />
“Theo, jahat!” kata gadis itu sambil menarik kepala Theo<br />
ke arah pangkal pahanya. Kedua tangannya menahan agar<br />
kepala itu tetap berada di pangkal pahanya. Dan ketika ia<br />
merasakan kehangatan lidah menyusup ke dalam vaginanya, ia<br />
merintih..<br />
“Ooh, ooh.., enak Theo! Aarrgghh..!”</p>
<p>Tarikan nafasnya pun mulai tak teratur ketika lidah itu<br />
menjilati dinding dan bibir dalam vaginanya. Ia mendorong<br />
pinggulnya agar lidah itu masuk semakin dalam. Ia mulai<br />
lupa dan tak merasakan dinginnya angin malam. Biasanya,<br />
keadaan seperti itu membuat pori-pori di sekujur tubuhnya<br />
terbuka. Berkeringat. Tapi saat ini, tak ada setetes pun<br />
keringat di kulitnya. Pori-porinya tetap tertutup.<br />
Kenikmatan dan kehangatan nafas yang mendengus-dengus di<br />
vaginanya hanya mampu memberi kehangatan tetapi tak mampu<br />
membuatnya berkeringat. Dan ia menyukai hal itu! Sebuah<br />
sensasi yang membuat vaginanya semakin basah berlendir.<br />
Apalagi ketika merasakan lelaki itu mengisap lendir yang<br />
terselip di bibir dalam baginanya, ia merintih berulang<br />
kali..</p>
<p>“Argh..! Argh..! Theo, Oh nikmatnya, sstt, sstt..,<br />
aarrgghh..!” Ia menjadi lupa pada paha kirinya yang belum<br />
cukup banyak mendapat cumbuan.</p>
<p>Malam itu Theo merasakan sebuah perbedaan. Aroma segar<br />
kemaluan gadis itu tidak setajam biasanya. Mungkin karena<br />
aroma itu langsung tertiup angin malam. Karena rindu akan<br />
aroma itu, Theo menekan hidungnya ke celah sempit di<br />
antara bibir vagina gadis itu. Ditekannya sedalam-dalamnya<br />
sambil menghirup aroma yang sangat dirindukannya itu.</p>
<p>Debby terkejut merasakan hidung lelaki itu tiba-tiba<br />
menusuk lubang vaginanya. Ia menggelinjangkan pinggulnya.<br />
Menggelinjang dalam kenikmatan. Geli dan nikmat tiba-tiba<br />
terasa menusuk hingga ke jantungnya. Ia merintih-rintih<br />
berkepanjangan akibat dengusan nafas di dalam lubang<br />
vaginanya.</p>
<p>“Aarrgghh..! Aarrghh..! Ampun, Theo..! Aarrgghh..,<br />
aarrgghh..!” rintihannya semakin keras ketika merasakan<br />
kumis lelaki itu menyapu klitorisnya.<br />
“Ampun, ampun.. Theo! Aarrgghh..! Debby mau pipiis!”</p>
<p>Tapi ia tak berusaha menghindari hidung itu. Ia bahkan<br />
memutar pinggulnya sambil menekan bagian belakang kepala<br />
lelaki itu. Ia tak ingin hidung itu tak lepas dari jepitan<br />
bibir vaginanya. Hal itu tak berlangsung lama. Ia hanya<br />
mampu memutar-mutar pinggulnya beberapa kali! Tiba-tiba<br />
saja ia merasakan adanya dorongan lendir orgasme yang tak<br />
mampu ditahannya. Dorongan itu terasa sangat kuat. Jauh<br />
lebih kuat daripada dorongan yang biasanya ia rasakan<br />
ketika mendekati puncak orgasmenya.</p>
<p>“Theo, Theo.., Debby mau pipis! Aarrgghh.., mimik!”</p>
<p>Theo mendengar rintihan itu. Tapi ia tak ingin menarik<br />
hidungnya. Ia tak peduli walaupun merasakan dua lengan<br />
memukul-mukul kepalanya dengan gemas. Ia telah terbius<br />
oleh aroma, kehangatan, kelembutan, dan kehalusan dinding<br />
vagina gadis remaja itu. Bahkan semakin diremas dan<br />
ditariknya kedua bongkah pantat gadis itu agar hidungnya<br />
semakin tenggelam ke dalam liang vagina yang segar itu.</p>
<p>Remasannya di bongkah pantat itu sangat kuat, membuat<br />
gadis itu hanya dapat merintih dan meronta-ronta. Dan tak<br />
lama kemudian, ia merasakan lendir hangat membasahi ujung<br />
hidungnya. Ia sangat senang merasakan kehangatan lendir<br />
itu. Lendir yang membasahi hidungnya ternyata membuat<br />
batang kemaluannya semakin tegang. Bengkak. Mungkin karena<br />
merasakan nikmat yang berbeda dari biasanya. Selama<br />
sebulan, telah berkali-kali ia rasakan orgasme gadis itu<br />
di ujung lidahnya. Tapi kali ini berbeda, ia merasakannya<br />
di ujung hidungnya!</p>
<p>Walaupun terasa agak sesak, Theo menarik nafas. Ia<br />
menghirup aroma yang sangat pribadi itu langsung dari<br />
bagian yang sangat dalam dan tersembunyi! Ia pun merasa<br />
sangat puas karena baru kali ini ia mendengar gadis cantik<br />
itu merintih-rintih minta ampun!</p>
<p>“Aarrgghh.., ampun! Ampun.., Debby pipiis!” rintih gadis<br />
itu sambil berusaha menarik pinggulnya agar hidung lelaki<br />
itu terlepas.</p>
<p>Ia tak mampu mengendalikan rasa nikmat dan geli yang<br />
bercampur menjadi satu di lubang vaginanya. Tapi remasan<br />
telapak tangan di bongkah pantatnya lebih kuat daripada<br />
tarikan pinggulnya. Akhirnya ia hanya merintih-rintih<br />
melepaskan lendir orgasmenya ketika hidung itu<br />
mendengus-dengus. Seluruh sendi-sendi di sekujur tubuhnya<br />
menjadi lunglai. Membuat ia pasrah dan berusaha agar tak<br />
terjatuh ke lantai.</p>
<p>Theo menarik hidungnya setelah merasakan lendir orgasme<br />
itu berhenti mengalir. Ia menengadah sambil tersenyum<br />
puas. Ia dapat melihat kenikmatan yang baru saja usai<br />
mendera gadis itu. Hal itu terlihat dari bola mata yang<br />
menatap hampa dan kelopak mata yang setengah terpejam.</p>
<p>“Theo jaa.. haatt.., Theo jahat! ” kata Debby<br />
terengah-engah sambil meminjit hidung lelaki itu dengan<br />
jempol dan telunjuknya. Tapi jari itu terpeleset karena<br />
hidung itu masih dipenuhi lendir licin.<br />
“Jahat!” ulangnya sambil memijit kembali.<br />
“Oh ya?” sahut Theo sambil menunduk. Lalu ia mulai<br />
menjilati vagina yang masih berlepotan lendir itu.</p>
<p>Debby menggeliat ketika merasakan kembali lidah yang<br />
menjilati bibir luar vaginanya. Ia merasa lelah tetapi ia<br />
pun tahu bahwa ia tak dapat menghindar dari lidah yang<br />
selalu rajin membersihkan sisa-sisa lendir orgasme di<br />
vaginanya. Ia tetap berdiri walau tungkai kakinya mulai<br />
terasa pegal, terutama tungkai kakinya yang menginjak<br />
lengan kursi. Ia tidak akan mendorong kepala itu menjauhi<br />
vaginanya. Percuma. Ia tahu bahwa lelaki yang selalu<br />
memanjakannya itu tak akan berhenti menjilati sebelum<br />
vaginanya benar-benar bersih. Selain itu masih ada hal<br />
yang belum ia dapatkan. Malam itu ia belum merasakan<br />
nikmatnya ‘menumpahkan’ lendir orgasmenya langsung ke<br />
dalam mulut yang terjebak di dalam vaginanya. Terjebak di<br />
bagian yang paling dalam dan tersembunyi. Belum merasakan<br />
nikmatnya ‘menumpahkan’ lendir orgasme langsung ke dalam<br />
bibir dan lidah yang menghisap-hisap vaginanya ketika<br />
dinginnya angin malam menerpa tubuhnya.</p>
<p>Ia menunduk sambil mengusap-usap rambut lelaki tampan yang<br />
masih rajin menjilati vaginanya. Kelopak matanya kembali<br />
terbuka. Bola matanya berbinar-binar menikmati pemandangan<br />
erotis di pangkal pahanya. Menikmati indahnya lidah yang<br />
menjulur dan menghilang dalam belahan bibir vaginanya.<br />
Lidah yang basah mengkilap ketika keluar dari lubang<br />
vaginanya. Tanpa sadar ia mendesah ketika lidah itu mulai<br />
mencari-cari sisa lendir di balik sekumpulan urat saraf<br />
yang menutupi klitorisnya. Ia menggeliat. Dan menggeliat<br />
lagi ketika merasakan klitorisnya dijentik-jentik dengan<br />
ujung lidah. Lalu diturunkannya telapak kaki kirinya dari<br />
lengan kursi. Setelah memindahkan berat badannya ke kaki<br />
kirinya, diangkatnya kaki kanannya dan diletakkannya<br />
pahanya di pundak lelaki itu. Ia menarik nafas lega<br />
merasakan kehangatan di bagian dalam pahanya, bagian yang<br />
menempel dengan pipi Theo.</p>
<p>“Nggak apa-apa ‘kan, Sayang.” kata gadis itu sambil<br />
mempermainkan jari-jari tangannya di rambut lelaki itu.</p>
<p>Ia terpaksa bertanya karena sebelumnya tidak pernah<br />
melakukan hal seperti itu. Tidak pernah berdiri sambil<br />
menjepit kepala di pangkal pahanya.</p>
<p>Theo menengadah, lalu mengangguk.</p>
<p>“Puaskan Debby ya, Sayang. Sebentar lagi, mimik lagi ya.”<br />
Theo mengangguk kembali sambil mengulum klitoris gadis<br />
remaja yang nakal itu.</p>
<p>Melihat anggukan kepala itu, Debby jadi lebih bersemangat<br />
untuk meraih puncak orgasmenya. Kedua tangannya segera<br />
menekan kepala lelaki itu agar semakin terdesak ke<br />
vaginanya. Satu tangan menekan bagian belakang kepala, dan<br />
yang sebelah lagi menjambak segenggam rambut. Posisi<br />
seperti itu membuatnya sangat bergairah. Kelopak matanya<br />
terbuka lebar menatap kepala yang pasrah di pangkal<br />
pahanya. Seolah kepala itu dipersembahkan sebagai alat<br />
untuk meraih puncak orgasmenya.</p>
<p>Walaupun vaginanya telah pernah beberapa kali dioral oleh<br />
guru matematikanya itu, tetapi ia belum pernah merasakan<br />
nikmatnya mengendalikan kepala itu di pangkal pahanya.<br />
Mengendalikan sesuka hatinya. Jantungnya berdebar-debar<br />
ketika ia mulai menggerak-gerakkan pinggulnya. Ia merasa<br />
lebih nikmat karena pinggulnya bebas bergerak sesuka<br />
hatinya. Ia pun merasa bebas untuk mengerak-gerakan kepala<br />
lelaki itu ke arah yang ia inginkan. Menekannya,<br />
mendorongnya, atau bahkan menariknya. Beberapa kali ia<br />
terpaksa menariknya sambil berjinjit karena kumis lelaki<br />
itu terasa menyentuh ujung atas belahan vaginanya.</p>
<p>“Argh..! Argh..!” rintihnya menahan nikmat yang mendera<br />
sekujur tubuhnya. Debby merasakan lendir yang semakin<br />
deras mengalir ke vaginanya.<br />
“Mimik, Sayang,” katanya sambil menekan pundak Theo dengan<br />
paha belakangnya.</p>
<p>Ia ingin lidah itu menyusup ke dalam vaginanya, menarik<br />
lendir dan mengisapnya. Ia merasa bahwa sebentar lagi ia<br />
akan mencapai puncak orgasmenya. Ia ingin merasakan<br />
kelembutan dan kehangatan bibir itu ketika dinding<br />
vaginanya berdenyut-denyut. Sambil agak menekuk kedua<br />
lututnya, dihentakkannya pinggulnya agar lidah dan bibir<br />
lelaki itu masuk lebih dalam ke lubang vaginanya. Ia<br />
seolah mendapat sinyal ketika merasakan remasan di bongkah<br />
pantatnya, sinyal yang menyatakan bahwa lelaki itu<br />
menyukai hentakan pinggulnya. Tanpa ragu, ia kembali<br />
menghentakkan pinggulnya sambil menekan bagian belakang<br />
kepala lelaki itu. Dilakukannya berulang kali, seolah<br />
ingin menunjukkan bahwa vaginanya ingin menelan lidah dan<br />
mulut lelaki itu.</p>
<p>“Theoo.., aarrgghh..,” rintihnya sambil menekan dahi<br />
lelaki itu dengan ujung jarinya. Tekanan itu menyebabkan<br />
wajah Theo terdongak hingga mulutnya persis berada di<br />
bawah vaginanya.<br />
“Mimik ‘pipis’ Debby, Sayaang,” rintihnya sambil<br />
menghentak-hentakkan pinggulnya dengan cepat.</p>
<p>Sekujur tubuhnya menggigil merasakan nikmatnya lidah yang<br />
tertanam di lubang vaginanya, lidah yang dapat ia<br />
perlakukan sesuka hatinya. Seolah ada ‘penis’ kecil<br />
tertanam di lubang kemaluannya. Ia menggigil merasakan<br />
sensasi nikmat yang luar biasa dalam terpaan dinginnya<br />
angin malam yang berembun. Bulu-bulu roma di sekujur<br />
tubuhnya merinding ketika merasakan lahapnya lidah dan<br />
mulut lelaki itu menghisap-hisap, menanti lendir orgasme<br />
yang akan tumpah dari vaginanya.</p>
<p>“Aarrgghh.., hasshh.., hasshh.., aarrgghh, aarrgghh,<br />
aarrgghh..!” rintihnya berkepanjangan ketika ‘menumpahkan’<br />
orgasmenya.</p>
<p>Ia masih merintih-rintih bekepanjangan ketika merasakan<br />
liarnya lidah lelaki itu menjentik-jentik bibir dalam<br />
vaginanya. Lidah itu masih rajin bergerak seolah belum<br />
terpuaskan dengan segumpal lendir yang telah mengalir dari<br />
lubang vaginanya.</p>
<p>Theo masih menjilat-jilat. Sesekali mengulum bibir luar<br />
vagina gadis yang masih terengah-engah itu. Ia pun<br />
merasakan nikmat yang luar biasa ketika merasakan lendir<br />
orgasme gadis remaja itu mengalir ke kerongkongannya.<br />
Mungkin karena dinginnya terpaan angin, lendir orgasme<br />
yang ditelannya terasa lebih hangat dari biasanya. Paha<br />
yang menekan pipinya pun terasa lebih hangat. Dan..,<br />
hentakan-hentakan pinggul itu lebih liar dari biasanya!</p>
<p>“Ooh Theo, nikmatnya!” desah Debby sambil menatap bola<br />
mata lelaki yang masih dijepitnya di pangkal pahanya.<br />
Jari-jari tangannya mengusap-usap dahi dan rambut lelaki<br />
itu. Dibelai-belainya dengan mesra. Bibirnya tersenyum<br />
bahagia.<br />
“Sekarang kita ke kamar yuk!” sambungnya sambil mengangkat<br />
pahanya dari pundak lelaki itu.</p>
<p>Di atas ‘king size bed’ tergeletak tubuh telanjang seorang<br />
gadis belia. Tubuh itu tergeletak dengan pose yang sangat<br />
menantang. Satu kaki terbujur lurus di atas kasur, dan<br />
yang sebelah lagi menekuk setengah terbuka mengangkang.<br />
Dan bibir gadis itu tersenyum manis. Merekah. Di cermin<br />
besar di dinding, bayangan tubuh indah itu terpantul<br />
seutuhnya. Seolah ada dua gadis belia yang sedang<br />
telanjang atas tempat tidur.</p>
<p>Theo menaiki tempat tidur dan menjatuhkan dadanya di<br />
antara kedua belah paha gadis belia itu. Lalu dengan<br />
gemas, diciumnya pusar gadis itu.</p>
<p>“Theoo, geli!”</p>
<p>Theo tersenyum sambil mengangkat kepalanya. Tapi tak lama<br />
kemudian diulang-ulangnya mencium hingga membuat gadis<br />
belia itu menggelinjang beberapa kali. Lalu ia merasakan<br />
dua buah lengan yang menarik dagu dan rambutnya. Dengan<br />
menggunakan kedua siku dan lututnya, ia merangkak hingga<br />
wajahnya terbenam di antara kedua buah dada gadis itu.<br />
Dikecupnya lekukan buah dada yang putih itu. Lidahnya<br />
sedikit menjulur ketika mengecup. Kecupan basah. Ia tak<br />
merasa puas bila lidahnya tak merasakan kehalusan kulit<br />
buah dada gadis belia itu.</p>
<p>Tak lama kemudian, lidahnya melata menjilat buah dada yang<br />
sebelah kanan. Diulangnya beberapa kali hingga buah dada<br />
itu mulai basah tersapu air liurnya. Ia berhenti sejenak<br />
untuk menatap keindahan puting di pucuk buah dada itu.<br />
Lalu tangannya kirinya bergerak mengusap bagian bawah buah<br />
dada itu, kemudian bergerak ke arah atas sambil meremas<br />
dengan lembut. Sesaat ia menahan nafas menikmati<br />
kekenyalan buah dada itu di telapak tangannya. Remasannya<br />
membuat puting itu terlihat semakin tinggi. Menggemaskan.<br />
Dan dengan cepat dikecupnya puting buah dada yang masih<br />
kecil itu. Dikulumnya sambil mengusap-usapkan tangan<br />
kanannya di punggung gadis itu.</p>
<p>“Kau murid yang cantik sekali,” kata Theo sambil<br />
mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu.</p>
<p>Debby tersenyum. Ia senang mendengar pujian itu.<br />
Dirangkulnya leher guru matematika yang disayanginya itu<br />
dengan tangan kirinya, kemudian diciumnya bibir lelaki itu<br />
dengan mesra. Dihisapnya lidah yang menyusup ke bibirnya.<br />
Dihisapnya sambil mengait-ngaitkan ujung lidahnya. Tak<br />
lama kemudian, tangannya kanannya bergerak ke arah pangkal<br />
paha lelaki itu. Setelah mengusap-usap beberapa kali,<br />
digenggamnya batang kemaluan lelaki itu. Lalu diarahkannya<br />
cendawan batang kemaluan itu ke celah di antara bibir<br />
vaginanya yang mulai berlendir.</p>
<p>“Ambil hadiahnya, Theo,” bisik gadis itu sambil<br />
mengusap-usapkan cendawan itu ke bibir vaginanya.</p>
<p>Theo menarik nafas panjang merasakan kelembutan dan<br />
kehangatan di ujung batang kemaluannya. Untuk pertama<br />
kalinya lendir dari celah bibir vagina gadis belia itu<br />
mengolesi ujung cendawannya. Batang kemaluannya menjadi<br />
semakin keras. Urat-urat berwarna hijau di kulit batang<br />
kemaluannya semakin membengkak. Setelah menunjukkan<br />
kesabarannya selama sebulan, kesabaran mencumbui vagina<br />
gadis itu hanya dengan lidahnya, ternyata kesabarannya<br />
membuahkan hasil. Gadis itu akhirnya memberikan hadiah<br />
istimewa yang akan membawanya ke pintu surga dunia. Hadiah<br />
istimewa yang tak pernah diduganya akan diberikan oleh<br />
salah seorang muridnya.</p>
<p>Theo sedikit menekan pinggulnya agar cendawan itu terselip<br />
di bibir vagina yang berwarna pink itu. Ia menatap wajah<br />
gadis belia itu ketika merasakan pinggul yang ditindihnya<br />
menggeliat. Dengan tambahan tekanan yang lebih keras,<br />
cendawan batang kemaluannya akhirnya terselip. Ia menahan<br />
nafas ketika merasakan hangat dan sempitnya bibir vagina<br />
itu menjepit cendawan kemaluannya. Setelah sebulan<br />
bersabar, akhirnya vagina yang segar ini dapat kumiliki,<br />
katanya dalam hati. Lalu ia mulai menciumi leher gadis<br />
itu. Dadanya direndahkan hingga menekan kedua buah dada<br />
gadis itu. Ia sengaja melakukan hal itu karena ingin<br />
merasakan kekenyalan buah dada itu ketika menggeliat. Ia<br />
yakin gadis itu akan mengeliat-geliat ketika ia mendorong<br />
batang kemaluannya lebih dalam.</p>
<p>“Ohh.., Theo.” Theo menciumi telinga gadis itu.<br />
“Belit pinggangku dengan kakimu, Sayang,” bisiknya di<br />
sela-sela ciumannya.</p>
<p>Tangan kirinya meremas buah dada gadis itu, sedangkan<br />
tangan kanannya mengelus-elus paha luar yang baru membelit<br />
pinggangnya. Lalu ia mendorong batang kemaluannya lebih<br />
dalam. Sesak! Perlahan-lahan ia menarik sedikit batang<br />
kemaluannya, kemudian mendorongnya. Hal itu dilakukannya<br />
beberapa kali hingga ia merasakan cairan lendir yang<br />
semakin banyak mengolesi cendawan kemaluannya.</p>
<p>Sambil menghembuskan nafas berat, didorongnya batang<br />
kemaluannya lebih dalam hingga ujung cendawannya menyentuh<br />
sesuatu. Ia menahan gerakan pinggulnya ketika melihat<br />
gadis belia itu meringis. Ia tak ingin menyakiti murid<br />
yang sangat disayanginya itu. Selain itu, tubuhnya sendiri<br />
pun bergetar merasakan sempitnya lubang vagina itu.<br />
Dadanya berdebar-debar ketika ia membiarkan ujung<br />
kemaluannya bersentuhan dengan selaput tipis yang sebentar<br />
lagi akan dirobeknya.</p>
<p>“Sakit, Theo!”<br />
“Tahan sedikit ya, Sayang.”</p>
<p>Theo kembali menarik batang kemaluannya hingga hanya ujung<br />
cendawan kemaluannya yang terselip di bibir luar vagina<br />
sang gadis. Lalu didorongnya kembali perlahan-lahan.<br />
Diulangnya beberapa kali. Ia diam sejenak mengamati raut<br />
wajah yang cantik itu ketika ujung kemaluannya kembali<br />
menyentuh selaput tipis itu. Mata gadis itu setengah<br />
terpejam, tetapi bibirnya sudah tidak meringis.</p>
<p>“Debby, nanti dorong pinggulnya, ya,” katanya sambil<br />
menarik kembali batang kemaluannya.</p>
<p>Lalu diciumnya bibir gadis itu dengan lahap. Ia tak ingin<br />
mendengar gadis itu menjerit ketika ia mendorong kembali<br />
batang kemaluannya. puting buah dada gadis itu diremasnya<br />
dengan jempol dan jari telunjuknya. Dan ketika merasakan<br />
gadis itu mendorong pinggulnya, dengan cepat didorongnya<br />
pula batang kemaluannya.</p>
<p>“Hmm.., hhmm..!” gumam gadis itu sambil mengisap lidah<br />
Theo sekeras-kerasnya.</p>
<p>Ia hanya dapat bergumam ketika merasakan batang kemaluan<br />
Theo menghunjam ke dalam lubang vaginanya. Sekejap,<br />
tiba-tiba ia merasakan nyeri ketika batang kemaluan itu<br />
menembus selaput di lubang vaginanya. Ia menggeliat-geliat<br />
berusaha untuk melepaskan diri. Tapi semakin ia<br />
menggeliat, batang kemaluan itu masuk semakin dalam.<br />
Akhirnya ia pasrah, diam tak bergerak!</p>
<p>Theo menahan gerakan pinggulnya. Ia telah mendapatkan<br />
hadiah yang dijanjikan gadis itu. Tapi ia tidak ingin<br />
egois. Ia tidak ingin melihat gadis belia itu meringis<br />
kesakitan ketika memberikan hadiahnya. Ia akan membuat<br />
gadis itu bahagia dan turut menikmati pemberiannya. Oleh<br />
karena itu, ia menghentikan gerakan pinggulnya. Sesaat, ia<br />
hanya membelai-belai rambut di dahi gadis itu. Lalu<br />
mengecup keningnya dengan mesra. Tak lama kemudian, bibir<br />
gadis itu dikecupnya dengan lembut. Dikulumnya dengan<br />
penuh perasaan. Ia baru menarik batang kemaluannya<br />
perlahan-lahan setelah merasakan lidah gadis itu menyusup<br />
ke dalam mulutnya.</p>
<p>Setelah menyadari tak ada perubahan di raut wajah gadis<br />
itu, Theo kembali membenamkan batang kemaluannya<br />
perlahan-lahan. Kali ini ia hanya mendengar gadis itu<br />
mendesis beberapa kali sambil merangkul lehernya<br />
erat-erat. Ia pun merasakan dua buah kaki yang semakin<br />
erat membelit pinggangnya. Ia masih tetap mendengar gadis<br />
itu mendesis ketika menarik batang kemaluannya.</p>
<p>Setelah menarik nafas panjang, dan tak sanggup lagi<br />
menahan kesabarannya, ia menghentakkan pinggulnya<br />
sedalam-dalamnya hingga pangkal pahanya bersentuhan dengan<br />
pangkal paha gadis itu. Ia mendesah beberapa kali ketika<br />
merasakan seluruh batang kemaluannya terbenam ke dalam<br />
vagina gadis itu. Bahkan ia merasakan ujung kemaluannya<br />
menyentuh mulut rahim gadis belia itu. Sejenak ia diam tak<br />
bergerak. Ia sengaja membiarkan batang kemaluannya<br />
menikmati sempitnya lubang vagina itu. Ia terpejam<br />
merasakan remasan lembut di batang kemaluannya ketika<br />
vagina itu berdenyut.</p>
<p>“Aarrgghh.., ooh, ohh..,” rintih debby ketika seluruh<br />
batang kemaluan lelaki yang disayanginya itu telah<br />
terbenam ke dalam lubang vaginanya.</p>
<p>Ia merasakan pedih dan nikmat di sekujur tubuhnya. Rasa<br />
yang membuat bulu-bulu roma di sekujur tubuhnya meremang,<br />
yang membuat ia terpaksa melengkungkan punggungnya.<br />
Kuku-kuku jari tangannya menancap di punggung lelaki itu<br />
ketika ia merasakan biji kemaluan Theo memukul lubang<br />
duburnya. Ia semakin melengkungkan punggungnya menjauhi<br />
kasur ketika lelaki itu menarik batang kemaluannya. Ia tak<br />
mampu bernafas ketika merasakan nikmatnya saat bibir dalam<br />
vaginanya tertarik bersama batang kemaluan itu.</p>
<p>Tak ada lagi pedih yang tersisa. Hanya ada nikmat yang<br />
menjalar dari vaginanya, nikmat yang membuat punggungnya<br />
terhempas ke atas kasur ketika lelaki itu kembali<br />
menghunjamkan batang kemaluannya. Ia menggigit bibirnya<br />
meresapi kenikmatan yang mengalir dari klitorisnya.<br />
Klitoris yang tergesek ketika gurunya yang jantan itu<br />
menghunjamkan batang kemaluannya. Kenikmatan itu membuat<br />
ia terengah-engah karena hanya mendapatkan sedikit udara<br />
setiap kali ia menarik nafas.</p>
<p>Theo mendesah setiap kali mendorong batang kemaluannya.<br />
Seumur hidupnya, Ia tak pernah merasakan ada vagina yang<br />
menjepit batang kemaluannya sekeras itu. Vagina sempit<br />
yang membuat telapak tangannya harus menekan kasur<br />
sekeras-kerasnya ketika ia menarik batang kemaluannya.<br />
Akhirnya ia tertelungkup di dada gadis itu. Tangannya<br />
menyusup ke balik punggung dan menggenggam kedua bahu<br />
gadis itu. Ia terpaksa hanya mengandalkan lututnya untuk<br />
menekan kasur agar ia tetap dapat mengangkat dan mendorong<br />
pinggulnya. Ia hampir tak mampu membendung air maninya<br />
lebih lama lagi. Dipandangnya pangkal pahanya. Air mani di<br />
kantung biji kemaluannya terasa semakin meronta-ronta<br />
ketika ia melihat bibir luar vagina mungil itu ikut<br />
terbenam setiap kali ia mendorong batang kemaluannya.</p>
<p>“Aarrgghh.., Debbyy..!” desah Theo.</p>
<p>Nafasnya mendengus-dengus. Kelopak matanya<br />
terbeliak-beliak. Telinganya mendengar bunyi “plak” setiap<br />
kali ia menghunjamkan batang kemaluannya. Bunyi yang<br />
sangat mesra itu terdengar setiap kali pangkal pahanya<br />
beradu dengan pangkal paha gadis belia itu. Bunyi itu<br />
semakin keras terdengar setiap kali gadis itu mengangkat<br />
pinggulnya untuk menyongsong batang kemaluannya yang<br />
menghunjam.</p>
<p>“Aarrgghh.., Debby, aaku.. Aaku..”<br />
“Theoo.., aarrgghh..!”</p>
<p>Theo tak mampu lagi mengendalikan air mani yang<br />
meronta-ronta. Tekanan air mani di kantung biji<br />
kemaluannya terasa sangat kuat. Ia masih mencoba bertahan.<br />
Tapi semakin lama vagina yang menelan kemaluannya terasa<br />
meremas semakin kuat. Remasan yang berdenyut-denyut,<br />
seolah ingin menghisap air mani yang tertahan di batang<br />
kemaluannya.</p>
<p>“Aarrgghh.., aarrgghh.., aku pipiiss..,” raung Theo ketika<br />
merasakan air maninya menerobos lubang saluran<br />
kemaluannya.</p>
<p>Ia menghunjamkan pinggulnya sekeras-kerasnya agar ujung<br />
cendawannya tertanam sedalam-dalamnya ketika air maninya<br />
menerobos ke luar dari kantung biji kemaluannya. Ia<br />
mencengkeram kedua bahu gadis itu dengan erat saat ia pun<br />
merasakan gigitan manja di bahu kanannya..</p>
<p>“Theoo, aarrgghh.., aarrgghh.., Debby pipiiss jugaa..!”<br />
rintih gadis belia itu ketika merasakan air mani yang<br />
sangat panas ‘menembak’ mulut rahimnya!</p>
<p>Akhirnya setelah sang gadis mempersembahkan hadiah<br />
istimewanya untuk sang kekasih, mereka tidur berpelukan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=153&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2009/02/07/tuk-seorang-yang-suka-novel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;PUISI ANAK SMA&#8221;</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2008/12/22/puisi-anak-sma/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2008/12/22/puisi-anak-sma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 15:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[ *****KASIHKU*****

LEWAT TATAPAN MATAMU 
KU TEMUKAN KETEDUHAN DI SANA
DALAM GENGGAM TANGAN MU
KU RASAKAN KETUKAN HATI MU


AKU TERJERAT BENAG CINTAMU
KAN KU BAWA SELALU
DALAM SETIAP ANGAN
LANGKAHKU DALAM CINTA
 *********UNGKAPAN HATI KU*********
angin membelai rumput yangter tidur
saat jemariku menggenggam asa
desahnya yang merdu
membuyarkan lamunaku pada embun
seekor burung menafsirkan pergatian musim
di saat kering pasir
menyapu bersih telaga dan riak warna
karena air mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=148&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="color:#0000ff;"> *****KASIHKU*****</span><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">LEWAT TATAPAN MATAMU </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">KU TEMUKAN KETEDUHAN DI SANA</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">DALAM GENGGAM TANGAN MU</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">KU RASAKAN KETUKAN HATI MU</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">AKU TERJERAT BENAG CINTAMU</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">KAN KU BAWA SELALU</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">DALAM SETIAP ANGAN</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">LANGKAHKU DALAM CINTA</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> *********UNGKAPAN HATI KU*********</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">angin membelai rumput yangter tidur</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">saat jemariku menggenggam asa</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">desahnya yang merdu</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">membuyarkan lamunaku pada embun</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">seekor burung menafsirkan pergatian musim</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">di saat kering pasir</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">menyapu bersih telaga dan riak warna</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">karena air mata ku kini</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">terlalu cepat mengering</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">berputar pusaran demi pusaran </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">di pelabuhan mu</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">inilah saatnya tuk kita ber sua </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">menap[sirkan kata </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">dari setiap makna </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">terbang &#8230;&#8230;&#8230;..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">bersama melodi yang tak pernah bersenyum</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> **********tanpa napas********** </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">malam kan sunyi</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">tanpa bayang mu</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">mentari kan suram tanma kasih mu</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">cinta yang berlari dalam aliran darah</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">yang terpahat dalam relung hati</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">biarlah kan jadihiasan kolbu</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">bintangmu terlalu jauh tuk ku gapai</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">sianarmu terlalu suram tuk ku warnai</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">hidup mu &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">tapi harapan-harapanku takan pernah sirna </span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">kan selalu ada hingga raga ini</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;">terbujur kaku tampa napas</span></p>
<p><span style="color:#0000ff;"> ****bersambung**** </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=148&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2008/12/22/puisi-anak-sma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;CARA MENGHILANGKAN STRESS&#8221;</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2008/12/22/cara-menghilangkan-stress/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2008/12/22/cara-menghilangkan-stress/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 15:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Stress yang berkepanjangan dapat menimbulkanber bagai macam penyakit bahkan menimbulkan kejiwaan.&#8221;
untuk menghindari belajar lah mengatakan tida jika anda mendapat tekanan yang dapat menyebabkan anda menderita dalam hati

berusahalahmandiri dan jangan selalu menggantung kan pada orang lain
jangan berburuk sangka pada orang lain
jangan suka menyimpan kemarahan dan rassa frustasi anda yang berkepanjangan .tinggalkan beban itudan perbarui sikap anda.
luangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=146&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Stress yang berkepanjangan dapat menimbulkanber bagai macam penyakit bahkan menimbulkan kejiwaan.&#8221;</p>
<p>untuk menghindari belajar lah mengatakan tida jika anda mendapat tekanan yang dapat menyebabkan anda menderita dalam hati</p>
<ul>
<li>berusahalahmandiri dan jangan selalu menggantung kan pada orang lain</li>
<li>jangan berburuk sangka pada orang lain</li>
<li>jangan suka menyimpan kemarahan dan rassa frustasi anda yang berkepanjangan .tinggalkan beban itudan perbarui sikap anda.</li>
<li>luangkan waktu setiap hari dengan memulai kegiatanbaru</li>
<li>jangan membiasakan mengerjakan sesuatu dengan terburu-buru.</li>
<li>jangan menyimpan rasa cemburu dan dengki.</li>
<li>jangan mengingat kesalahan masa lalu</li>
<li>berlaku lah sabar,lapang hati dan penganmpun</li>
<li>setiap tingkah dan ucapan gunakan lah selalu hati nurani.</li>
</ul>
<p align="left">**************hrh***************</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=146&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2008/12/22/cara-menghilangkan-stress/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>setrit/pakeyan ketat</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2008/09/19/setritpakeyan-ketat/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2008/09/19/setritpakeyan-ketat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 14:47:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[pakeyan ketat atou sering di bilang orang setrit entah benar atau tidak cara penulisannya
tapi apa ? yang harus di pertanyakan disini, ada  beberapa hal yang harus anda pahami di sini dan anda  harus benar-benar paham karna kalau anda tida paham itu akan berbahaya bagi anda  mari kita bahas apa strit itulklik sini
strit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=114&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><em><span style="color:#0000ff;">pakeyan ketat atou sering di bilang orang <span style="text-decoration:underline;">setrit</span> entah benar atau tidak cara penulisannya</span></em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color:#0000ff;">tapi apa ? yang harus di pertanyakan disini, ada  beberapa hal yang harus anda pahami di sini dan anda  harus benar-benar paham karna kalau anda tida paham itu akan berbahaya bagi anda  mari kita bahas apa <span style="text-decoration:underline;">strit itu</span></span></em></strong>l<span id="more-114"></span>klik sini</p>
<p><strong><em><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#0000ff;">strit </span></span><span style="color:#0000ff;">adalah salah satu pakeyan yang jaman sekarang ini sangat di minati semua kalangan entah itu muda, tua dll semuanya  pada suka pada jenis pakeyan ini . tapi taukah anda ada beberapaha  yang ssangat penting dananda harustau :</span></strong></em></strong></p>
<ul>
<li><strong><em><strong><span style="color:#0000ff;">pertama : terlalu sering memakai pakeyan strit ini  akan menagkibatkankerusakan organ tubuh anda terutama pada alat pital (laki-laki maupun perempuan )sama saja  berbahaya yang dikarenaka atau di sebabkan oleh  keringat.</span></strong></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><span style="color:#0000ff;">kedua : akibat yang di timbualkan oleh keringat tersebut adalah kesuburan (buat laki-laki dan perempuan) atou lambat memepunyai keturunan, bahkan kemandulan pun bisa terjadi itu di akibat kan oleh sesuatu hal yang sangat sepele, yang menurut kita itu nyaman dan terasa ringan dalam bergerak ternyata menjadi bumerang bagi ke sehatan dan kehidupan untuk selanjut nya<br />
</span></strong></em></strong></li>
<li><strong><em><strong><span style="color:#0000ff;">ketiga: waspada tehadap pemakaeyan pakeyan yang ketat dan beralih lah pada pakeyan yang biasa -biasa saja.juga bisa di nilai  masya rakat  negatif dan itu bisa anda rasa kan sendiri epek nya .<br />
</span></strong></em></strong></li>
<li><strong><strong><em><span style="color:#0000ff;">ke empat : penyembuhan nya pun juga lumayan lama tergantung sipemakai pakeyanitu sendiri, saya bukan nya menakut nakuti tetapi beberapa hari yang  lalu saya pernah baca di tabloid yang mungkin bisa di percayai ke akuratannya </span></em></strong></strong></li>
<li><strong><em><strong><span style="color:#0000ff;"> </span><span style="color:#0000ff;">saya  hanya bisa  memberitau  di era jaman sekarang ini kita harus bisa memilah dan memilih mungkin itu cara yang paling gampang tuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan  &#8220;jaman sekarang nggak ada penyakit yang tak mungkin terjadi semuanya pasti terjadi &#8220;jadi sekarang  tinggall balik lagi ke dirikita serndiri.</span></strong></em></strong></li>
</ul>
<p><strong><em><strong><span style="color:#0000ff;"> jalan tuk menuju sehat itu masih poanjang dan harga sehat itu mahal jadi baik-baiklah anda pada diri anda jangan smpai tubuh anda mengalami hal yang tida anda ingin kan seperti yang di atas tadi<br />
</span></strong></em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herihidayat.wordpress.com/114/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herihidayat.wordpress.com/114/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=114&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2008/09/19/setritpakeyan-ketat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANYA JAWAB TENTANG BLOG</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2008/09/19/tanya-jawab-tentang-blog/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2008/09/19/tanya-jawab-tentang-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 12:31:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Tanya Jawab
1. Apakah yang dimaksud dengan Penelusuran Blog?
2. Bagaimana cara menemukan Penelusuran Blog?
3. Bagaimana cara menggunakan Penelusuran Blog?
4. Blog apa saja yang termasuk dalam Penelusuran Blog?
5. Bagaimana caranya agar blog saya terdaftar?
6. Mengapa posting terlama saya tidak dimasukkan ke dalam indeks?
7. Bagaimana jika saya tidak ingin terdaftar?lihat selengkapnya
8. Bagaimana cara kerja Penelusuran Blog?
9. Apakah saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=109&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tanya Jawab<br />
1. Apakah yang dimaksud dengan Penelusuran Blog?<br />
2. Bagaimana cara menemukan Penelusuran Blog?<br />
3. Bagaimana cara menggunakan Penelusuran Blog?<br />
4. Blog apa saja yang termasuk dalam Penelusuran Blog?<br />
5. Bagaimana caranya agar blog saya terdaftar?<br />
6. Mengapa posting terlama saya tidak dimasukkan ke dalam indeks?<br />
7. Bagaimana jika saya tidak ingin terdaftar?<span id="more-109"></span>lihat selengkapnya<br />
8. Bagaimana cara kerja Penelusuran Blog?<br />
9. Apakah saya dapat berlangganan hasil penelusuran?<br />
10. Apakah saya dapat menelusur keseluruhan blog atau setiap posting?<br />
11. Apa saja operator penelusuran yang didukung?<br />
12. Apakah saya dapat menelusur blog dalam bahasa tertentu?<br />
13. Apakah Penelusuran Blog mendukung penyaringan SafeSearch?<br />
14. Bagaimana cara melaporkan spam dalam indeks Penelusuran Blog?<br />
15. Apa yang harus saya lakukan jika saya masih memiliki pertanyaan?  </p>
<p>1.        <strong>Apakah yang dimaksud dengan Penelusur<strong>an</strong></em></strong><strong><em> Blog?</strong><strong></strong><em><strong></p>
<p> Pencari Blog adalah teknologi penelusuran Google yang difokuskan pada blog. Google sangat meyakini fenomena publikasi pribadi yang ditunjukkan oleh blog, dan kami berharap Penelusuran Blog akan membantu pengguna menjelajahi dunia blog secara lebih efektif, dan mungkin memberi inspirasi kepada banyak pengguna lainnya untuk bergabung dalam revolusi ini. Apapun yang dicari, baik ulasan tentang Harry Potter, komentar politik, resep pecel buat sarapan pagi, maupun topik lainnya, Penelusuran Blog dapat digunakan untuk menelusur tanggapan banyak orang tentang topik pilihan Anda.        Hasil mencakup semua blog, tidak hanya yang ditayangkan melalui Blogger. Indeks kami terus diperbarui, sehingga Anda akan selalu mendapatkan hasil yang paling akurat dan terbaru. Anda tidak hanya dapat menelusur blog yang ditulis dalam bahasa Inggris, namun juga blog dalam bahasa Prancis, Italia, Jerman, Spanyol, Korea, Brasil (Portugis), Belanda, Rusia, Jepang, Swedia, Malaysia, Polandia, Thai,       Indonesia, Tagalog, Turki, Vietnam, dan bahasa lainnya. </p>
<p> 2.        Bagaimana cara menemukan Penelusuran Blog?    </p>
<p>  Berikut adalah berbagai cara untuk menemukan Penelusuran Blog:           * blogsearch.google.com (antarmuka gaya Google)           * search.blogger.com (antarmuka gaya Blogger)           * Panel Kontrol Blogger           * Navbar pada blog Blog*Spot manapun        Penelusuran ini sama di setiap tempat, apapun cara yang digunakan untuk melakukannya. Namun, Navbar menyediakan dua tombol: satu tombol untuk menelusur blog yang saat ini Anda lihat dan satu tombol lagi untuk menelusur semua blog.  </p>
<p> 3.        Bagaimana cara menggunakan Penelusuran Blog?  </p>
<p>      Ketik kata yang akan dicari dalam kotak teks, kemudian klik &#8220;Telusur&#8221;. Hanya itu!        Jika Anda menginginkan kendali lebih atas penelusuran, klik tautan &#8220;Penelusur Khusus&#8221; di sebelah kanan tombol telusur. Dari tautan tersebut Anda akan menemukan pilihan untuk menentukan judul, penulis, bahasa, dan lainnya. Setelah Anda mendapatkan hasil penelusuran, tersedia tautan tambahan yang dapat digunakan untuk beralih antara tampilan hasil yang paling relevan atau hasil yang terbaru di bagian atas halaman.        Dalam versi antarmuka Blogger, tersedia tautan tambahan &#8220;gunakan pilihan penelusuran&#8221; di bawah kotak telusur. Tautan ini akan menampilkan beberapa pilihan lanjutan yang paling umum, seperti blog atau rentang tanggal tertentu untuk melakukan penelusuran.   </p>
<p> 4.        Blog apa saja yang termasuk dalam Penelusuran Blog?  </p>
<p>      Tujuan Penelusuran Blog adalah menyertakan setiap blog yang menayangkan feed situs (RSS maupun Atom). Hal ini tidak terbatas pada blog Blogger atau blog dari layanan lain manapun.    5.        Bagaimana caranya agar blog saya terdaftar?        Jika blog Anda menayangkan feed situs dalam format apapun dan melakukan ping ke layanan pembaruan secara otomatis (misalnya Google Blog Search Pinging Service), maka kami akan dapat menelusur blog tersebut dan mencantumkannya dalam daftar. Kami juga akan segera menyediakan formulir yang dapat digunakan untuk menambahkan blog Anda ke indeks secara manual, jika kami belum mengambilnya secara otomatis. Untuk informasi lebih lanjut tentang hal ini, ikuti terus. </p>
<p>6.        Mengapa posting terlama saya tidak tercantum? </p>
<p>      Karena Penelusuran Blog mengindeks blog menurut feed situsnya, maka yang disertakan hanya item yang diposting sejak blog tertentu mulai diindeks. Untuk sebagian besar blog, pengindeksan mulai dilakukan pada sekitar bulan Juni 2005 atau saat Anda mengirimkan blog untuk disertakan. Kami juga sedang mengupayakan cara untuk menyertakan posting yang lebih lama.   </p>
<p> 7.        Bagaimana jika saya tidak ingin terdaftar?  </p>
<p>      Feed situs yang tidak ditayangkan untuk blog tidak akan disertakan dalam Penelusuran Blog. Namun, jika sebelumnya Anda telah mempublikasikan feed situs yang disertakan, maka posting lama akan tetap ada dalam indeks, meskipun posting baru tidak ditambahkan.        Pencari Blog juga akan mempertimbangkan robots.txt file dan tag meta NOINDEX,. NOFOLLOW, seperti dijelaskan di sini.   </p>
<p> 8.        Bagaimana cara kerja Penelusuran Blog? </p>
<p>    Penelusuran Blog mengindeks blog menurut feed situsnya dan akan memeriksa konten baru secara rutin. Dengan demikian, hasil Penelusuran Blog untuk blog tertentu akan memperbarui konten baru secara lebih cepat dibandingkan penelusur web biasa. Selain itu, karena data telah terstruktur dalam feed situs, posting yang tepat dan rentang tanggal dapat ditemukan dengan keakuratan yang lebih tinggi.  </p>
<p>  9.        Apakah saya dapat menelusur keseluruhan blog atau setiap posting? </p>
<p>       Anda dapat menggunakan Penelusuran Blog untuk menelusur posting tertentu atau keseluruhan blog. Hasil penelusuran utama akan selalu mengembalikan tautan ke posting. Namun, bila terdapat keseluruhan blog yang sangat cocok dengan penelusuran Anda, maka blog tersebut akan ditampilkan dalam daftar singkat tepat di atas hasil penelusuran utama.<br />
10.        Apakah saya dapat berlangganan hasil penelusuran?<br />
       Ya. Di bagian bawah setiap halaman hasil penelusuran, Anda dapat menemukan beberapa tautan yang menawarkan 10 atau 100 hasil penelusuran teratas sebagai feed Atom atau RSS. Akses tautan tersebut dari sini, kemudian Anda dapat berlangganan hasil penelusuran dalam agregator berita pilihan. Anda akan mendapatkan pembaruan bila terdapat posting baru yang cocok dengan penelusuran.        (Jika Anda belum pernah berlangganan feed sebelumnya, lihat Bantuan Blogger dan AtomEnabled untuk informasi lebih lanjut, beserta tautan ke berbagai program yang dapat digunakan untuk berlangganan.)  </p>
<p>11.        Apa saja operator penelusuran yang didukung? </p>
<p>       Semua operator Google Search standar didukung dalam Blog Search. Operator tersebut meliputi:           * link:           * site:           * intitle:        Penelusur Blog juga mendukung operator baru berikut:           * inblogtitle:           * inposttitle:           * inpostauthor:           * blogurl:        Misalnya, penelusuran seperti [mandolin inpostauthor:Graham] akan menampilkan posting tentang mandolin yang ditulis oleh orang bernama Graham. Perlu diketahui bahwa Anda juga dapat menggunakan pilihan Penelusuran Khusus untuk memperoleh hasil yang sama. </p>
<p>12.        Apakah saya dapat menelusur blog dalam bahasa tertentu?</p>
<p>        Ya, Anda dapat membatasi hasil untuk salah satu dari 35 bahasa tertentu menggunakan pilihan Penelusur Khusus. Centang kotak di sebelah bahasa yang akan disertakan. Secara default, hasil akan mencakup blog yang ditulis dalam semua bahasa. </p>
<p> 13.        Apakah Penelusuran Blogmendukung penyaringan SafeSearch? </p>
<p>     Ya, SafeSearch dapat digunakan untuk menyaring situs dewasa, seperti halnya di Penelusuran Google biasa.   </p>
<p>14.        Bagaimana cara melaporkan spam dalam indeks Penelusuran Blog?  </p>
<p>      Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hasil penelusuran kami. Hubungi kami jika ternyata terdapat blog tertentu yang menurut Anda mungkin mengganggu indeks.        Cara terbaik untuk memberitahukan kami tentang blog yang mengganggu indeks adalah dengan mengirim Laporan Spam ke http://www.google.com/contact/spamreport.html. Laporan Spam akan langsung dikirim kepada teknisi kami dan akan digunakan untuk menelusur solusi yang terukur agar dapat melawan spam. Kami menghargai bantuan Anda dalam menjaga kualitas hasil penelusuran kami.</p>
<p>15.        Apa yang harus saya lakukan jika saya masih memiliki pertanyaan?</p>
<p>********hubungi saya*********</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herihidayat.wordpress.com/109/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herihidayat.wordpress.com/109/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=109&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2008/09/19/tanya-jawab-tentang-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kata mutiara keindahan terbentuk karna cinta itu benar adanya</title>
		<link>http://herihidayat.wordpress.com/2008/06/06/kata-mutiara-keindahan-terbentuk-karna-cinta-itu-benar-adanya/</link>
		<comments>http://herihidayat.wordpress.com/2008/06/06/kata-mutiara-keindahan-terbentuk-karna-cinta-itu-benar-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 09:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>herihidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://herihidayat.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[
Kata-kata Mutiara

Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.Jika anda bekerja semata-mata untuk wang, anda tidak akan menjadi kaya kerananya. Tetapi jika anda menyintai pekerjaan yang anda lakukan itu, kejayaan akan menjadi milik anda ~ Ray Kroc (Pengasas McDonalds)
Kita sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=67&subd=herihidayat&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="post" id="post-83">
<h2><a href="http://cintadearhaniey.wordpress.com/2007/03/16/kata-kata-mutiara/" rel="bookmark" title="Kata-kata Mutiara">Kata-kata Mutiara</a></h2>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">Jangan sesali apa yang sudah pergi. Jangan tangisi apa yang sudah tiada. Tetapi bangkitlah dan bina kembali apa yang telah hilang dan pergi.Jika anda bekerja semata-mata untuk wang, anda tidak akan menjadi kaya kerananya. Tetapi jika anda menyintai pekerjaan yang anda lakukan itu, kejayaan akan menjadi milik anda ~ Ray Kroc (Pengasas McDonalds)</p>
<p>Kita sering nampak derita hari ini, tapi kita jarang ingat kebahagiaan untuk esok hari, jadi belajar lah untuk menghargai apa yg kita miliki hari ini, kerana kita takkan dapat mencapai penghargaan untuk esoknya jika semuanya telah tiada…..<span id="more-67"></span></p>
<p>Komunikasi adalah sesuatu yg mudah, susahnya ialah apabila kita tidak menyebutnya dengan perkataan yg mudah.~T.S Matthews</p>
<p>Masa lalu adalah seperti melihat dari tingkap kaca yang berdebu, segalanya nampak senyap dan tidak pasti.</p>
<p>Mereka yang berjaya bukanlah mereka yang gagal dalam mencuba, bukan juga mereka yang sering gagal tetapi mereka yang tidak pernah gagal mencuba dan terus mencuba sehingga kejayaan yang dikecapi.</p>
<p>Anda mungkin ditipu jika terlalu mempercayai tetapi hidup anda akan terseksa jika tidak cukup mempercayai ~ Frank Crane</p>
<p>Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata -katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka kerana kata &#8211; kata adalah sama buruknya dengan luka berdarah.</p>
<p>Dalam hidup, seringkali kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahawa apa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia.</p>
<p>Seandainya kita tidak mampu untuk mengutuskan secebis kesenangan kepada orang lain, berusahalah supaya kita tidak mengirimkan walau sezarah kesusahan kepada orang lain.</p>
<p>Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakan. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita.</p>
<p>Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka.</p>
<p>Seseorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesilapannya ,cukup bijak untuk mengambil manfaat daripada kegagalannya dan cukup berani untuk membetulkan kesilapannya</p>
<p>Jadikan dirimu bagai pohon yang rendang di mana insan dapat berteduh. Jangan seperti pohon kering tempat sang pungguk melepas rindu dan hanya layak dibuat kayu api.</p>
<p>Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi.  Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerna kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.</p>
<p>Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan. Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa sakit hati.</p>
<p>Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan</p>
<p>Janganlah berputus asa. Tetapi kalau anda sampai berada dalam keadaan putus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa.</p>
<p>Dunia ini umpama lautan yg luas. Kita adalah kapal yg belayar dilautan telah ramai kapal karam didalamnya..andai muatan kita adalah iman,dan layarnya takwa,nescaya kita akan selamat dari tersesat di lautan hidup ini.</p>
<p>Dalam masyarakat manusia ada binatang jalang tetapi dalam masyarakat binatang tidak ada satu pun manusia jalang -Aristotle</p>
<p>Sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada disisimu ketika kamu memerlukan sokongan walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menyeronokkan.</p>
<p>Hati yang terluka umpama besi bengkok walau diketuk sukar kembali kepada bentuk asalnya.</p>
<p>Setitik dakwat mampu membuat sejuta manusia berfikir tentangnya.</p>
<p>Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum.<br />
Jalanilah hidupmu sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.</p>
<p>Tanda-tanda orang yang budiman ialah dia akan berasa gembira jika dapat berbuat kebaikan kepada orang lain, dan dia akan berasa malu jika menerima kebaikan daripada orang lain.</p>
<p>Semulia-mulia manusia ialah orang yang mempunyai adab yang merendah diri ketika berkedudukan tinggi, memaaf ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat -Khalifah Abdul Malik Marwan</p>
<p>Supaya engkau beroleh sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang -Hamka</p>
<p>Sebaik-baik manusia ialah yang diharapkan kebaikannya dan terlindung dari kejahatannya.</p>
<p>Hiduplah seperti lilin menerangi orang lain, janganlah hidup seperti duri mencucuk diri dan menyakiti orang lain</p>
<p>Fikirkan tentang dirimu. Jika satu bangsa telah mula berfikir, tidak ada satu kekuatan pun yang boleh menghentikannya -Voltaire</p>
<p>Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cubaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.</p>
<p>Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.</p>
<p>Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.</p>
<p>Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.</p>
<p>Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.</p>
<p>Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.</p>
<p>Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemui cinta yang jauh lebih indah.</p>
<p>Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya.</p>
<p>Pengecut mati banyak kali sebelum kematiannya. Yang berani mati hanya sekali.</p>
<p>Amat mudah untuk memadamkan api yang sedang marak, tetapi sukar untuk meredakan api kemarahan dalam diri.</p>
<p>Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa.Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan</p>
<p>Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun ,  dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.</p>
<p>Lombong emas dalam diri kamu adalah fikiran kamu. Kamu dapat menggalinya sedalam-dalamnya dan sepuas-puas yang kamu inginkan -Abdullah Mansur M.H</p>
<p>Mahkota kemanusiaan ialah rendah hati.</p>
<p>Setiap jiwa yang dilahirkan telah tertanam dengan benih untuk mencapai keunggulan hidup. Tetapi benih itu tidak akan tumbuh seandainya tidak dibajai dengan keberanian</p>
<p>Sahabat yang tidak jujur ibarat dapur yang berhampiran. Jikalau pun kamu tidak terkena jelaganya sudah pasti akan terkena asapnya.</p>
<p>Kalau kita dapat membuka dan menutup telinga dengan mudah sebagaimana membuka dan menutup mata,  pasti kita akan terhindar dari mendengarkan banyak kebatilan.</p>
<p>Jika keadilan ditegakkan, keberanian tidak diperlukan lagi.</p>
<p>Tiada siapa yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerana setiap yang pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai</p>
<p>Akal itu menteri yang menasihati, Hati itu ialah raja yang menentukan, Harta itu satu tamu yang akan berangkat, kesenangan itu satu masa yang ditinggalkan</p>
<p>Barangsiapa memusuhi orang yang di bawahnya, hilang kewibawaannya.</p>
<p>Hidup biarlah berbakti, walaupun tidak dipuji</p>
<p>Seorang boleh menipu seseorang sekali-sekala tetapi orang yang sama tidak boleh menipu semua orang pada masa yang sama</p>
<p>Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam di atas batu yang hitam di malam yang amat kelam.  Ianya wujud tapi amat sukar dilihat.</p>
<p>Kamu dapat mengenal lebih banyak tentang diri seseorang itu dari adab dan pertanyaannya, bukan dari jawapan-jawapannya -Voltaire</p>
<p>Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja, asalkan ia sangat menyukai pekerjaan yang dilakukan.</p>
<p>Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali</p>
<p>Lebih baik tidur dengan perut yang lapar daripada bangun tidur dengan banyak hutang -Anonim</p>
<p>Orang cerdik yang mengenal dunia, terungkap baginya musuh yang berbaju kawan.</p>
<p>Pengumpul harta belum tentu memanfaatkannya, dan yang memanfaatkan harta belum tentu yang mengumpulkannya.</p>
<p>Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik. Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/berguna, belum tentu bagus.</p>
<p>Jangan abaikan permintaan orang, kalau tidak mahu permintaan kamu diabaikan orang.</p>
<p>Agama menjadi sendi hidup, pengaruh menjadi penjaganya. Kalau tidak bersendi, runtuhlah hidup dan kalau tidak berpenjaga, binasalah hayat. Orang yang terhormat itu kehormatannya sendiri melarangnya berbuat jahat. -Pepatah Arab</p>
<p>Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu, maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain.</p>
<p>Nikmat itu kadang-kadang tidak disedari, hanya apabila ia telah hilang barulah manusia benar-benar terasa</p>
<p>Emas diuji dengan api, wanita diuji dengan emas dan lelaki diuji dengan wanita.</p>
<p>Orang yang berbohong itu sentiasa ingin melarikan diri sedangkan tiada seorang pun yang mengejarnya namun orang yang benar itu berani seperti singa -Goethe</p>
<p>Mengetahui sesuatu dan memahami segala sesuatu adalah lebih baik daripada mengetahui segala sesuatu, tetapi tidak memahami sesuatu.</p>
<p>Kawan sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya iaitu baik dan burukmu.</p>
<p>Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar.</p>
<p>Kepala yang tidak mempunyai fikiran sama halnya dengan sesebuah benteng yang tidak dibela -Napoleon Bonaparte</p>
<p>Jika dunia ini persinggahan, mengapa tidak kita banyakkan bekalan untuk meneruskan perjalanan? Kerana kita cuma ada satu persinggahan.</p>
<p>Apabila bicara itu perak, diam adalah emas.</p>
<p>Jagalah dirimu baik-baik, usahakanlah kemuliaannya, kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab -Nabi SAW</p>
<p>Setiap yang kita lakukan biarlah jujur kerana kejujuran itu telalu penting dalam sebuah kehidupan. Tanpa kejujuran hidup sentiasa menjadi mainan orang.</p>
<p>Menghairankan sekali, orang yang mencuci wajahnya berkali-kali dalam sehari, tetapi tidak mencuci hatinya walaupun sekali setahun.</p>
<p>Barangsiapa menyebarluaskan berita-berita kekejian yang didengarnya, maka dia seperti pelakunya.</p>
<p>Keikhlasan mempunyai kilauan dan sinar, meskipun ribuan mata tidak melihatnya.</p>
<p>Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.</p>
<p>Jangan memberi makanan kepada orang lain yang anda sendiri tidak suka memakannya.</p>
<p>Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya,  tetapi sungguh benar pula bahawa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.</p>
<p>Musibah dalam harta lebih ringan daripada musibah dalam kehormatan.</p>
<p>Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika bertemu seseorang yang sangat bererti  dan mendapati pada akhirnya bahawa tidak demikian adanya dan harus melepaskannya pergi.</p>
<p>Beritahukan kepadaku apa bacaan-bacaanmu, nescaya aku akan beritahu siapa diri kamu ini.</p>
<p>Masa depan yang cerah selalu tergantung pada masa lalu yang dilupakan. Kita tidak dapat meneruskan hidup  dengan baik jika tidak dapat melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.</p>
<p>Hidup tanpa pegangan ibarat buih-buih sabun. Bila-bila masa ia akan pecah.</p>
<p>Keutamaan akal ialah hikmah kebijaksanaan, dan keutamaan hati ialah keberanian.</p>
<p>Barangsiapa yang hari ini sama dengan kelmarin, maka tertipulah dia, dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kelmarin, maka terkutuklah dia.</p>
<p>Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan daripada usaha yang besar.</p>
<p>Agama tidak pernah mengecewakan manusia. Tetapi manusia yang selalu mengecewakan agama.</p>
<p>Tidak lurus keimanan seseorang kecuali jika hatinya lurus, dan tidak lurus hati seseorang kecuali jika lurus lidahnya</p>
<p>Sesiapa yang tidak berfikir panjang, kesusahan telah bersedia di mukanya -Khong Hu Cu</p>
<p>Orang bijaksana tidak sesekali duduk meratapi kegagalannya, tapi dengan lapang hati mencari jalan bagaimana memulihkan kembali kerugian yang dideritainya.</p>
<p>Yang telah berlalu biarkan ia berlalu, yang mendatang hadapi dengan cemerlang.</p>
<p>Jangan menyalakan api untuk membakar musuh anda sedemikian panas, sehingga anda sendiri hangus kerananya.</p>
<p>Bukti akal fikiran seseorang ialah perbuatannya, dan bukti ilmunya ialah ucapannya.</p>
<p>Berdiam diri adalah unsur terbesar untuk membentuk perkara-perkara besar.</p>
<p>Pandanglah segala sesuatu dari kacamata oranglain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hari orang lain pula.<br />
Ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan. Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahsia dari masa muda yang abadi. Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan. Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan. Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan. Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan. Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati. Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti. Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan. Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.</p>
<p>Orang yang hebat bertindak sebelum berkata dan dia berkata selaras dengan tindakannya.</p>
<p>Tidak penting bagimu mengetahui harganya, tetapi penting mengetahui nilainya.</p>
<p>Kehidupan ini dipenuhi dengan seribu macam kemanisan tetapi untuk mencapainya perlu seribu macam pengorbanan</p>
<p>Sekali anda terjatuh, jangan jatuh untuk berkali-kali</p>
<p>Menikmati kehidupan itu adalah lebih baik dari hanya sekadar memerhati kehidupan</p>
<p>Tidak ada insan suci yang tidak mempunyai masa lampau dan tidak ada insan yang berdosa yang tidak mempunyai masa depan.</p>
<p>Orang yang paling mampu menguasai dirinya ialah yang paling mampu menguasai rahsianya.</p>
<p>Tiap-tiap sesuatu, apabila banyak menjadi murah melainkan akal, bertambah banyak lagi berharga</p>
<p>Orang yang mengikuti emosinya, akan kehilangan adabnya.</p>
<p>Sekalipun tidak pernah menjadi kaya-raya, kita masih beruntung tidak juga papa kedana</p>
<p>Manusia tidak merancang untuk gagal, mereka gagal untuk merancang. ~ William J. Siegel</p>
<p>Setiap bunga mawar pasti ada durinya.</p>
<p>Dari kesusahan itu akan diperolehi kesenangan dan kebahagiaan, seperti durian berduri kerana sedap isinya, kulit manggis pahit sebab manis di dalamnya dan bunga ros berduri kerana harum baunya</p>
<p>Jangan sesekali menyalahkan kesilapan diri sendiri kepada orang lain kerana orang yang tidak mengakui kelemahan diri sukar untuk berjaya.</p>
<p>Mungkin diam itu suatu jawapan yang baik atau mungkin pula teguran dan nasihat yang baik.</p>
<p>Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.</p>
<p>Barangsiapa menanam, dia yang akan menuai.</p>
<p>Jangan menghina barang yang kecil kerana jarum yang kecil itu kadang-kadang menumpahkan darah.</p>
<p>Fikirkan permusuhan kita akan dimusuhi, fikirkan kebencian, kita akan dibenci. Tetapi sekiranya kita fikirkan kasih maka kita akan dikasihi. Ini adalah undang-undang alam. Kita menjadi seperti apa yang kita fikirkan</p>
<p>Seekor burung di tangan lebih baik daripada sepuluh ekor di atas pohon.</p>
<p>Hidup ini adalah warna-warni yang terlakar pada kanvas, walaupun tidak cantik ia tetap mempunyai sejuta makna</p>
<p>Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian, janganlah menulikan telinga untuk mendengar dari orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.</p>
<p>Jika anda mahu membuat sesuatu, anda akan cari jalan. Jika anda tidak mahu membuat sesuatu, anda akan cari alasan. &#8211; Peribahasa Arab</p>
<p>Membalas kebaikan dengan kejahatan adalah perangai yang serendah-rendahnya. Membalas kejahatan dengan kejahatan,bukanlah perikemanusiaan. Membalas kebaikan dengan kebaikan adalah hal biasa. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah cita-cita kemanusiaan yang setingginya. Kita harus sanggup hidup untuk memberi cita-cita itu bertumbuh.</p>
<p>Berkhianat dalam ilmu lebih jahat daripada berkhianat dalam harta.</p>
<p>Sebuah pedang diketahui keampuhannya sesudah memotong.</p>
<p>Kejayaan tidak datang kepada manusia yang leka. &#8211; Charles Cahier</p>
<p>Seseorang yang bijak melahirkan kata-kata selalunya disanjung sehingga ia mula bercakap kosong</p>
<p>Permulaan sabar adalah pahit, tetapi manis akhirnya.</p>
<p>Memang amat tinggi letaknya kebahagiaan. Namun kita harus menuju ke sana. Ada orang yang berputus asa berjalan ke arahnya lantaran disangkanya jalan ke sana amat sukar. Padahal mudah, kerana ia dimulai daripada dirinya sendiri -Said Mustafa</p>
<p>Setiap kali tersadung, ingatlah kita tidak mahu terjatuh lagi</p>
<p>Jadikan sebagai aturan hidup untuk melakukan yang terbaik dalam apa jua yang dilakukan, pasti akan menghasil kecemerlangan.</p>
<p>Sebelum memberi nasihat kepada manusia dengan ucapanmu, berilah mereka nasihat dengan perbuatanmu.</p>
<p>Andai hidup punca perpisahan, biarlah mati menyambungnya semula. Namun seandainya mati punca perpisahan, biarlah hidup ini membawa erti yang nyata.</p>
<p>Orang mulia menyalahkan dirinya, orang bodoh menyalahkan orang lain</p>
<p>Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat mewujudkan perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkati.</p>
<p>Menyimpang seinci, rugi seribu batu. &#8211; Peribahasa Cina</p>
<p>Kebanyakan orang membuang banyak masa dan tenaga untuk memikirkan masalah dan bukan cuba untuk menyelesaikannya</p>
<p>Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK.</p>
<p>Tiada siapa yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini kerana setiap yang pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai</p>
<p>Apabila kepercayaan telah hilang lenyap, kehormatan telah musnah, maka matilah orang itu -Whittier</p>
<p>Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jika anda rasa ianya menyakitkan, fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga</p>
<p>Setiap jiwa yang dilahirkan telah tertanam dengan benih untuk mencapai keunggulan hidup. Tetapi benih itu tidak akan tumbuh seandainya tidak dibajai dengan keberanian</p>
<p>Kecemerlangan sebenar adalah apabila anda dihentam sehingga bertekuk lutut, tetapi mampu melantun kembali.</p>
<p>Wanita yang cantik tanpa peribadi yang mulia ,umpama kaca mata  yang bersinar-bersinar, tetapi tidak melihat apa-apa</p>
<p>Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekadar senyuman.</p>
<p>Anda bukan apa yang anda fikirkan tentang anda, tetapi apa yang anda fikirkan itulah anda</p>
<p>Hidup tak selalunya indah tapi yang indah itu tetap hidup dalam kenangan.</p>
<p>Biarpun jalan itu panjang, kita akan merintisnya perlahan-lahan.</p>
<p>Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.</p>
<p>Kurang semangat mengakibatkan lebih banyak kegagalan berbanding kurangnya kebijaksanaan atau kemahiran.<br />
~ Flower A. Newhouse</p>
<p>Kebenaran itu pabila dijemur di bawah cahaya mentari, ia tidak akan lekang-lekang. Biarpun ditinggalkan dalam hujan lebat, ia tidak akan busuk.</p>
<p>Tawadhu ialah bila setiap kali seseorang berjumpa dengan seorang muslim, ia menyangka bahwa orang itu lebih baik daripada dirinya.</p>
<p>Sebaik-baik orang yang diberi nasihat ialah penguasa.</p>
<p>Kekuatan itu tidak terbina di atas bilangan yang ramai, tetapi kekuatan itu terbina di atas keyakinan dan optimis seseorang dan keserasian berkumpulan.</p>
<p>Kegagalan dalam kemuliaan lebih baik daripada kejayaan dalam kehinaan.Memberi sedikit dengan ikhlas pula lebih mulia dari memberi dengan banyak tapi diiringi dengan riak.</p>
<p>Berfikir sejenak, merenung masa lalu adalah permulaan yang baik untuk bertindak</p>
<p>Kata-kata yang lembut dapat melembutkan hati yang lebih keras dari batu. Tetapi kata-kata yang kasar dapat mengasarkan hati yang lunak seperti sutera.</p>
<p>Seburuk-buruk buta adalah buta hati.</p>
<p>Lidah yang panjangnya tiga inci boleh membunuh manusia yang tingginya enam kaki.</p>
<p>Sebuah kebenaran kadangkala mengandungi kesilapan.</p>
<p>Kalau rumahmu dari kaca, janganlah melempari orang lain dengan batu.</p>
<p>Nilai hidup harus diukur dengan garis yang lebih mulia, iaitu kerja dan bukannya usia. ~Richard Brinsley Sheridan</p>
<p>Nafsu mengatakan perempuan itu cantik atas dasar rupanya. Akal mengatakan perempuan itu cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya. Dan hati mengatakan perempuan itu cantik atas dasar akhlaknya.</p>
<p>Berita tidak selalu sama dengan kenyataan.</p>
<p>Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya telah melakukan satu kesalahan lagi. ~ Confucius</p>
<p>Memulai belajar sejak kecil seperti memahat di atas batu dan memulainya sesudah tua seperti menulis di air.</p>
<p>Hidup memerlukan pengorbananan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan.  Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan pula menentukan kejayaan. Kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.</p>
<p>Kekayaan boleh mengaburkan jalan yang jujur</p>
<p>Harta akan habis digunakan tanpa ilmu tetapi sebaliknya  ilmu akan berkembang jika ianya digunakan.</p>
<p>Kekayaan bukanlah satu dosa dan kecantikan bukanlah satu kesalahan. Oleh itu jika anda memiliki kedua-duanya janganlah anda lupa pada Yang Maha Berkuasa.</p>
<p>Sampan tidak akan dapat  belayar di padang pasir betapa pun jua empuknya pasir itu ~Pepatah Arab</p>
<p>Perjalanan seribu batu bermula dari satu langkah.~ Lao Tze</p>
<p>Awal mula pohon ialah benih.</p>
<p>Kalaulah anda tidak mampu untuk menggembirakan orang lain, janganlah pula anda menambah dukanya.</p>
<p>Orang yang mengetahui harga dirinya tidak akan binasa.</p>
<p>Mengapa manusia gemar mencetuskan pertelingkahan sedangkan manusia itu sendiri dilahirkan dari sebuah kemesraan.</p>
<p>Kita sentiasa muda untuk melakukan dosa tetapi tidak pernah tua untuk bertaubat.</p>
<p>Gantungkan azam dan semangatmu setinggi bintang di langit dan rendahkan hatimu serendah mutiara di lautan.</p>
<p>Setiap mata yang tertutup belum bererti ia tidur. Setiap mata terbuka belum bererti ia melihat.</p>
<p>Saya percaya, esok sudah tidak boleh mengubah apa yang berlaku hari ini, tetapi hari ini masih boleh mengubah apa yang akan terjadi pada hari esok.</p>
<p>Menulis sepuluh jilid buku mengenai falsafah lebih mudah daripada melaksanakan sepotong pesanan.</p>
<p>Kegembiraan ibarat semburan pewangi, pabila kita memakainya semua akan dapat merasa keharumannya. Oleh itu berikanlah walau secebis kegembiraan yang anda miliki itu kepada teman anda.</p>
<p>Esok pasti ada tetapi esok belum pasti untuk kita. Beringat-ingatlah untuk menghadapi esok yang pastikan mendatang.</p>
<p>Reaksi emosi jangan dituruti kerana implikasinya tidak seperti yang diimaginasi.</p>
<p>Jangan dipaksa anak berbuat kebaikan, jikalau orang tuanya tidak pernah menyembah Tuhannya</p>
<p>Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar.</p>
<p>Lazatnya memberi maaf lebih baik daripada lazatnya membalas dendam.</p>
<p>Orang yang bahagia itu akan selalu menyediakan waktu untuk membaca  kerana membaca itu sumber hikmah  menyediakan waktu tertawa kerana tertawa  itu muziknya jiwa, menyediakan waktu untuk berfikir kerana berfikir itu  pokok kemajuan, menyediakan waktu untuk beramal kerana beramal itu  pangkal kejayaan, menyediakan waktu untuk bersenda kerana bersenda itu akan  membuat muda selalu dan menyediakan waktu beribadat kerana beribadat itu adalah ibu dari segala ketenangan jiwa.</p>
<p>Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang.~ Samuel Johnson</p>
<p>Seseorang yang jujur diterima ucapannya oleh musuh.</p>
<p>Kadangkala menyembunyikan sesuatu perkara dari pengetahuan orang lain lebih baik dari jika diberitahu pun tidak dihiraukan.</p>
<p>Penglihatan itu sebagai panah iblis yang berbisa, maka  siapa yang mengelakkannya kerana takut padaKu, maka Aku akan  menggantikannya dengan iman yang dirasakan manisnya dalam hati…</p>
<p>Harta yang didatangkan oleh angin akan terbawa pergi oleh taufan.</p>
<p>Kekecewaan mengajar kita erti kehidupan.Teruskan perjuangan kita  walaupun  terpaksa menghadapi rintangan demi rintangan dalam hidup</p>
<p>Kebaikan seorang pemimpin adalah lebih baik daripada kebaikan zaman.</p>
<p>Kemarahan tidak boleh berumur panjang di dada seorang yang berhati baik, kebaikan tidak boleh berakar di hati seseorang yang berdasar buruk.</p>
<p>Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sahajalah kita akan dapat mengubati hati yang telah terluka. Kemaafan yang diberi secara ikhlas umpama pisau bedah yang boleh membuang segala parut luka emosi</p>
<p>Segala hal yang lahir akan mati, tetapi cahaya kehidupan yang dipancarkan akan selalu bersinar buat selamanya.</p>
<p>Hidup ini ibarat meniti seutas tali, kadang kala kita jatuh sakit dan terluka, dan itulah yang kita rasai saat ini.</p>
<p>Dua orang bersaudara ibarat dua buah tangan, yang satu membersihkan yang lainnya.</p>
<p>Manusia tak akan tahu semua perkara, justeru tahu banyak perkara lebih baik dari tidak suka mengambil tahu walaupun satu perkara</p>
<p>Orang yang meminta-minta kepada Tuhan tidak akan kecewa.</p>
<p>Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji. (La Roche)</p>
<p>Manusia yang tidak berharap untuk menang telah sedia kalah.</p>
<p>Hidup umpama aiskrim. Nikmatilah ia sebelum cair.</p>
<p>Kita mesti pastikan hari ini adalah milik kita kerana kita belum pasti adakah hari esok kita masih diberi peluang.</p>
<p>Hidup tidak boleh berpandukan perasaan hati yg kadangkala boleh menjahanamkan diri sendiri. Perkara utama harus kita fikirkan ialah menerimasesuatu atau membuat sesuatu dgn baik berlandaskan kenyataan.</p>
<p>Selalu bayangkan diri anda di dalam kasut seseorang. Jika anda rasa ianya menyakitkan, fikirlah ia mungkin menyakitkan orang lain juga</p>
<p>Nilai manusia adalah semahal nilai matlamatnya. ~ Marcus Aurelius</p>
<p>Kasihkan manusia lepaskan dia kepada pilihan dan keputusannya kerana di situ tanda kita gembira melihat insan yang kita sayangi beroleh bahagia</p>
<p>Orang yang berkhianat selalu terhina.</p>
<p>Kebahagiaan adalah haruman yang tidak boleh kamu semburkan kepada orang lain tanpa kamu sendiri mendapat beberapa titisan daripadanya ~ Emerson</p>
<p>Orang yang berani tidak akan membabi-buta melompat masuk ke dalam jurang, melainkan masuk dengan perlahan-lahan dan dengan mata yang terbuka setelah mengukur dalamnya -Stahl P.J</p>
<p>Hari yang mendatang tidak akan memberikan sebarang makna jika kegagalan semalam tidak dijadikan teladan.</p>
<p>Hidup adalah gabungan antara bahagia dan derita. Ia adalah menguji keteguhan iman seseorang. Malangnya bagi mereka yg hanya mengikut kehendak hati tidak sanggup menerima penderitaan. ( Harieta Wahab)</p>
<p>Kegagalan ialah satu-satunya yang dapat diraih tanpa pengerahan tenaga sedikit pun.</p>
<p>Sekiranya seorang manusia dipanggil sebagai seorang penyapu sampah, dia harus menyapu sama sepertimana<br />
Michelangelo melukis atau Beethoven memainkan muziknya, ataupun Shakespeare menulis puisinya. Dia harus menyapu dengan begitu baik sekali sehingga semua yang terdapat di syurga dan dunia akan berhenti dan berkata disinilah tempat tinggal seorang penyapu sampah yang paling hebat, yang telah melakukan kerjanya dengan baik sekali.</p>
<p>Cara terbaik menghukum orang yang telah melakukan kesalahan terhadap kita ialah dengan berbuat baik kepadanya.</p>
<p>Orang yang cekal dan mempunyai keyakinan diri yang tinggi, tidak pernah merasa terancam dengan perkataan atau perbuatan yang remeh dan tidak disengajakan. Sebaliknya mereka akan menumpukan perhatian ke arah mencapai matlamatnya</p>
<p>Batu yang bergerak tidak bisa ditumbuhi tanaman.</p>
<p>Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan untuk dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya ~ Saidina Ali</p>
<p>Jika kamu berhasrat untuk berjaya, jangan hanya memandang ke tangga tetapi belajarlah untuk menaiki tangga tersebut.</p>
<p>Ada dua cara seseorang itu tidak boleh berjaya iaitu orang yang hanya mengerjakan apa yang disuruh dan orang yang tidak mahu mengerjakan apa yang disuruh.</p>
<p>Tidak ada manusia yang hidup untuk gagal, tetapi tidak merancang adalah merancang untuk gagal.</p>
<p>Apabila kepercayaan telah hilang lenyap, kehormatan telah musnah, maka matilah orang itu.. ~Whittier</p>
<p>Keberanian yang sebenar ibarat layang-layang. Sentakan angin yang menentangnya bukan melemparkannya ke bawah, sebaliknya menaikkannya -John Petitsenn</p>
<p>Usah sangka kereta jenama paling mahal tidak memberikan masalah. Ada kalanya meragam juga. Usah sangka orang yang serba kekurangan itu tidak membahagiakan, ada kalanya dia lebih mengerti</p>
<p>Kesusahan dan kesulitan adalah laksana musim dingin, basah dan lembab, tidak disukai insan. tetapi sesudah musim sejuk itulah tumbuh bunga-bunga yang harum dan buah-buahan yang subur.</p>
<p>Seekor singa yang ganas lebih mudah ditentang daripada seorang pemerintah yang kejam, dan pemerintah yang kejam lebih mudah dihadapi daripada angkara fitnah yang berkekalan.</p>
<p>Tiada manusia yang berjaya dalam semua yang dilakukannya dan kewujudan kita ini sebenarnya mesti menempuh kegagalan. Yang penting ialah kita tidak menjadi lemah semasa kegagalan itu terjadi dan kekalkan usaha hingga ke akhir hayat. &#8211; Joseph Conrad</p>
<p>Usah sangka apa yang belum kita miliki janji pada kebahagiaan kita. Ada kalanya setelah kita miliki itulah punca masalah kita. Jangan sangka semua yang cerah kekal cerah sampai bila-bila, ada kalanya menjadi hitam dan menyusahkan</p>
<p>Selalu kita menyangka yang di tangan orang indah dan menawan; apa yang di tangan sendiri sentiasa kedam. Selalu kita meletakkan impian yang muluk-muluk pada kepunyaan orang sedangkan orang turut terliur dengan apa yang kita miliki</p>
<p>Reputasi anda ialah apa yang orang lain fikirkan tentang diri anda; sikap peribadi anda ialah tingkah laku anda.</p>
<p>Jangan mudah membuang, tambah-tambah lagi jika ia bukan barang tapi orang</p>
<p>Sifat peribadi yang kukuh adalah aset kita yang paling hebat kerana ia kuasa yang membolehkan kita berhadapan dengan kecemasan.</p>
<p>Apa yang anda fikirkan mengenai diri anda, akan mempengaruhi diri anda sendiri.</p>
<p>Sesetengah orang menggunakan jam yang murah. Jam seperti ini tidak boleh diharap.</p>
<p>Jangan serahkan sesuatu yang penting seperti sifat peribadi anda kepada nasib.</p>
<p>Antara nasib dan takdir adalah suatu yang lebih kurang sama. Mereka akan berubah hanya dengan doa kita dan dengan keizinanNya.</p>
<p>Kemahiran dan ilmu semakin diguna semakin banyak.</p>
<p>Setiap hari kita adalah manusia yang berbeza. Semalam kanak-kanak. Hari ini remaja. Dan esok, hari tua. Semuanya menjadikan kita dan masa sungguh bermakna…</p>
<p>Jaga-jagalah bergurau, kerana ia membawa kepada keburukan dan menimbulkan rasa dendam.</p>
<p>Hidup memerlukan pengorbanan. pengorbanan memerlukan perjuangan. perjuangan memerlukan ketabahan. ketabahan memerlukan keyakinan. keyakinan pula menentukan kejayaan. kejayaan pula akan menentukan kebahagiaan.</p>
<p>Jika anda menyayangi seseorang itu kerana Allah, maka janganlah bertengkar dan berbalah dengannya, janganlah menanyakan sesiapa tentangnya, kerana orang yang ditanya itu mungkin memberitahu anda perkara yang mengelirukan yang boleh menghalang perhubungan anda dengan orang itu.</p>
<p>Perbezaan antara orang yang berjaya dengan orang yang gagal terletak pada rohaninya. apa yang dapat difikirkan menentukan apa yang akan dicapai.</p>
<p>Bukti yang paling jelas tentang ketajaman akal fikiran seseorang ialah apabila ia dapat mempernyatakan apa yang ia mahu dengan secara ringkas.</p>
<p>Orang yang terakhir tertawanya, tentu lebih banyak tertawa.</p>
<p>Berfikir secara rasional tanpa dipengaruhi oleh naluri atau emosi merupakan satu cara menyelesaikan masalah yg paling berkesan</p>
<p>Apakah diharapkan hujan tanpa awan.</p>
<p>Sesiapa yang tidak pernah merasai kepahitan tidak akan mengenal kemanisan.</p>
<p>Dunia ini ibarat pentas. Kita adalah pelakonnya. Maka berlumba-lumbalah beramal supaya hidup bahagia di dunia dan akhirat.</p>
<p>Selemah-lemah manusia ialah orang yg tak boleh mencari sahabat dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yg mensia-siakan sahabat yg telah dicari ( Saidina Ali)</p>
<p>Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.</p>
<p>Jadilah cahaya suram yang kekal abadi sinarannya dan elakkan daripada menjadi cahaya terang yang bersifat seketika cuma.</p>
<p>Cakap sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yg diwarisi dari nenek moyang (Saidina Ali)</p>
<p>Air mata wanita adalah senjata yang membuahkan kemenangan.</p>
<p>Berfikir itu cahaya, kelalaian itu kegelapan, kejahilan itu kesesatan dan manusia yang paling hina ialah orang yang menganiaya orang bawahannya.</p>
<p>Kepapaan membuat seseorang yang petah bercakap menjadi pendiam dan menyebabkan seseorang yang bijak menjadi bodoh.</p>
<p>Ingatlah, sabar itu iman, duit bukan kawan, dunia hanya pinjaman dan mati tak berteman..</p>
<p>Kaya jiwa lebih baik daripada kaya harta.</p>
<p>Lidahmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau  membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikanmu</p>
<p>Jangan sesekali menggadai prinsip, demi untuk mendapat dunia yang  mengiurkan</p>
<p>Orang yg paling berkuasa adalah orang yg dapat menguasai dirinya sendiri</p>
<p>Setiap manusia adalah arkitek kehidupannya sendiri. Dia membinanya seperti mana yang dikehendakinya namun<br />
selepas dia membina apa yang dikehendakinya, kadang kala dia mendapati bahawa dia tidak menyukai apa yang<br />
telah dibinanya dan mencari seseorang atau sesuatu untuk dipersalahkan daripada mencuba untuk menukar dirinya sendiri.</p>
<p>Jangan lakukan semua yang kamu ketahui, jangan berbelanja semua yang kamu miliki, jangan percaya semua yang kamu dengar dan jangan memberitahu semua yang kamu dengar.</p>
<p>Seseorang menganggap sekatan sebagai batu penghalang, Sedangkan orang lain menganggapnya sebagai batu lonjatan.</p>
<p>Kalau kita melakukan semua yang kita upaya lakukan, sesungguhnya kita akan terkejut dengan hasilnya.</p>
<p>Kita selalu lupa atau jarang ingat apa yang kita miliki, tetapi kita sering kali ingat apa yang orang lain ada.</p>
<p>Apa yang diperolehi dalam hidup ini, adalah sepenuhnya daripada apa yang kita berikan padanya.</p>
<p>Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,<br />
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat ~ Khalifah Abdul Malik bin Marwan</p>
<p>Adalah tidak mustahil orang yang paling kita benci sekarang adalah kawan karib kita suatu waktu dahulu.</p>
<p>Jika kita melakukan sesuatu dengan keikhlasan, nescaya ganjaran yang kita terima juga setanding dengan apa yang kita usahakan.</p>
<p>Dalam kepala kaum wanita ada kekurangan, tetapi dalam hati mereka ada kelebihan.</p>
<p>Gerobak kosong lebih banyak bisingnya (suara ributnya) daripada gerobak yang penuh muatan.</p>
<p>Sekiranya anda meletakan satu nilai kecil ke atas diri anda sendiri, ketahuilah bahawa dunia tidak akan meningkatkan harga anda itu</p>
<p>Kalau tidak kerana semalam kita telah berusaha, bersungguh, bersabar dan berdoa, belum tentu hari ini kita akan berada di sini</p>
<p>Fikirkan hal-hal yang paling hebat,Dan engkau akan menjadi terhebat. Tetapkan akal pada hal tertinggi, Dan engkau akan mencapai yang tertinggi.</p>
<p>Dunia ini tiada jaminan melainkan satu peluang.</p>
<p>Kehidupan kita di dunia ini tidak menjanjikan satu jaminan yang berkekalan. Apa yang ada hanyalah percubaan, cabaran dan pelbagai peluang. Jaminan yang kekal abadi hanya dapat ditemui apabila kita kembali semula kepada Ilahi.</p>
<p>Pemimpin yang berjaya ialah orang yang boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih atas daripadanya<br />
dan boleh mengawal komunikasi dengan orang yang lebih bawah daripadanya.</p>
<p>Kebijaksanaan menjanjikan kejayaan dan kebahagiaan tetapi jika disalahgunakan akan mewujudkan penderitaan</p>
<p>Didiklah anak-anakmu itu berlainan dengan keadaan kamu sekarang  kerana mereka telah dijadikan Tuhan untuk zaman yang bukan zaman engkau -Saidina Umar Al-Khattab</p>
<p>Diam adalah suatu hikmah, tetapi sedikit sekali pelakunya.</p>
<p>Adab dan akhlak adalah ibarat pokok dan kemasyhuran adalah seperti bayang-bayang. Tetapi malangnya, kebiasaan orang lebih melihat bayang-bayang daripada pokoknya.</p>
<p>Kata kata yang sering diucap biarlah selari dengan apa yang dirasakan kerna selalunya apa yang terungkap tidak sama seperti apa yang diungkap</p>
<p>Lebih baik menjadi pendengar yang bijak daripada menjadi pemerhati yang kaku dan tidak tahu apa-apa.</p>
<p>Rahsia kejayaan hidup adalah persediaan manusia untuk menyambut kesempatan yang menjelma.</p>
<p>Anda tidak boleh mencipta pengalaman. Anda mesti menghadapinya.~ Albert Camus</p>
<p>Harta tidak akan berkurang kerana sedekah dan melakukan amal.</p>
<p>Sahabat sejati umpama pohon rendang tempat kita berteduh.</p>
<p>Manusia biasanya lebih menghargai sesuatu yang sukar diperoleh tetapi sering melupakan nikmat yang telah tersedia.</p>
<p>Kekuatan tidak datang dari kemampuan fizikal,tetapi ianya datang dari semangat yang tidak pernah mengalah.</p>
<p>Mengetahui perkara yang betul tidak memadai dan bermakna jika tidak melakukan perkara yang betul.</p>
<p>Kecemerlangan adalah hasil daripada sikap yang ingin sentiasa melakukan yang terbaik.</p>
<p>Manusia tidak perlu dihukum kerana lupa, tetapi manusia perlu dihukum kerana sengaja lupa.</p>
<p>Barangsiapa mempertimbangkan keselamatan dalam tindakannya, maka tenanglah batinnya.</p>
<p>Orang yang berjaya dalam hidup adalah orang yang nampak tujuannya dengan jelas dan menjurus kepadanya tanpa menyimpang. ~ Cecil B. DeMille</p>
<p>Jangan biarkan perahu hanyut tak berpenghuni nanti hanyutnya tidak singgah ke pelabuhan</p>
<p>Ukuran yang paling tinggi tentang adab seseorang itu, ia wajib menaruh perasaan malu akan dirinya terlebih dahulu ~ Aflatun</p>
<p>Jambatan menjadi penghubung antara dua buah kampung, perkahwinan menjadi penghubung antara dua insan dan anak menjadi penghubung antara ibu dan ayah</p>
<p>Tiada manusia yang bergembira sepanjang masa tetapi ianya bukanlah suatu alasan untuk hidup sengsara</p>
<p>Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar.</p>
<p>Menyesal tidak berbicara lebih baik daripada menyesal berbicara.</p>
<p>Sesungguhnya orang yang berakal itu menyembunyikan rahsianya, dan orang yang jahil membuka keaibannya.</p>
<p>Anda akan mempunyai ramai kenalan jika anda meminati mereka dan bukannya cuba membuat mereka meminati anda</p>
<p>Jangan memandang ke bawah (untuk mengetahui kekuatan tanah yang dipijak) sebelum memulakan langkah .Hanya<br />
mereka yang menetapkan pandangan mereka ke arah horizon yang jauh dihadapan sahaja yang akan menemui jalan sebenar.</p>
<p>Jangan mengukur kebijaksanaan seseorang hanya kerana kepandaiannya berkata-kata tetapi juga perlu dinilai buah fikiran serta tingkah lakunya.</p>
<p>Sesungguhnya apa yang kita lihat serupa sebenarnya tidak semestinya sama.</p>
<p>Akhlak yang buruk itu ibarat tembikar yang pecah. Tidak dapat dilekatkan lagi dan tidak dapat dikembalikan menjadi tanah -Wahab B Munabin</p>
<p>Sahabat sejati dan setia adalah lebih bernilai dari semua emas di dunia ini.</p>
<p>Peperangan hanya boleh menjanjikan kemenangan selepas kemusnahan dan kematian.</p>
<p>Adalah mudah menukarkan status seorang sahabat menjadi kekasih daripada (bekas) kekasih menjadi sahabat.</p>
<p>Bangsa penakut tidak boleh merdeka dan tidak berhak merdeka. Ketakutan adalah penasihat yang sangat curang untuk kemerdekaan ~Andre Colin</p>
<p>Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai sesuatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa merdeka -Soekarno</p>
<p>Semiskin-miskin orang ialah orang yang kekurangan adab dan budi pekerti ~Hukama</p>
<p>Ciri orang yang beradab ialah dia sangat rajin dan suka belajar, dia tidak malu belajar daripada orang yang berkedudukan lebih rendah darinya   ~ Confucius</p>
<p>Jangan tanya apa yang dibuat oleh negara untukmu, tapi tanyalah apa yang boleh kamu buat untuk negara -Abraham Lincoln</p>
<p>Jangan mengharapkan kebaikan dari orang yang tidak mengharapkan kebaikan dari kamu.</p>
<p>Hidup biar beradab, bukan hidup untuk biadap -Al-Ghazali Bayruni</p>
<p>Rakyat itu akar bangsa. Jika akarnya sihat, pokoknya pun sihat -Beng Tju</p>
<p>Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh -Albert Einstein</p>
<p>Teman manusia yang sebenar ialah akal dan musuhnya yang celaka ialah jahil</p>
<p>Memohon doa kepada Tuhan adalah laksana samudera yang dapat mencapai setiap sudut pantai keperluan hidup manusia</p>
<p>Sesuatu khayalan kadang-kadang menjadi realiti</p>
<p>Jika manusia masih tetap jahat dengan adanya agama, bagaimana lagi jika tiada agama? ~ Benjamin Franklin</p>
<p>Jika kamu mendapat kesusahan, ingatlah menyimpan kesabaran ~ Horatius</p>
<p>Menghitung orang-orang gila di suatu negeri lebih sulit daripada menghitung orang-orang yang berakal.</p>
<p>Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang paling takut pada perubahan ~ Mognon Me Lauhlin</p>
<p>Nilai hidup harus diukur dengan garis yang lebih mulia, iaitu kerja dan bukannya usia. ~Richard Brinsley Sheridan</p>
<p>Kecantikan hanya sedalam kulit, tetapi masuk ke dalam tulang ~ Pepatah inggeris</p>
<p>Kita patut berkorban supaya orang lain juga merasai kemanisan hidup.</p>
<p>Keruntuhan keluarga telah melahirkan generasi yang lemah ~ Rahmohan Ghandi</p>
<p>Rahsia untuk berjaya ialah menghormati orang lain</p>
<p>Ikhlaslah menjadi diri sendiri agar hidup penuh dengan ketenangan dan keamanan</p>
<p>Kecemerlangan sebenar adalah apabila kamu dihentam sehingga bertekuk lutut, tetapi mampu melantun kembali.</p>
<p>Di sebalik keindahan rumah tersergam, disebalik senyum dan tawa, seseorang insan itu mungkin dilanda kepahitan dan kekecewaan yang tidak diketahui orang lain.</p>
<p>———————————–</p>
<p>Untuk membaca lebih banyak koleksi mutiara kata, sila klik <a href="http://cintadearhaniey.wordpress.com/tag/mutiara-kata/">http://cintadearhaniey.wordpress.com/tag/mutiara-kata/</a></p>
<p>Untuk membaca lebih banyak koleksi madah cinta, sila klik <a href="http://cintadearhaniey.wordpress.com/category/madah-cinta/">http://cintadearhaniey.wordpress.com/category/madah-cinta/</a></p>
<p>Sekian, terima kasih.</p>
<p><b>Penafian:</b> Mutiara kata dan madah cinta yang dikumpul di laman web ini diperolehi dari carian Google, majalah, akhbar dan email. Ia adalah untuk koleksi peribadi dan dikongsi bersama pembaca blog ini.</div>
<p class="postmetadata alt"> 					 						Entri ini telah dipos pada 						Mac 16, 2007 pada 6:27 am						dan diletakkan dibahagian <a href="http://ms.wordpress.com/tag/mutiara-kata/" title="Lihat semua kiriman di dalam Mutiara Kata" rel="category tag">Mutiara Kata</a>. 						Anda boleh mengikuti apa-apa respon kepada pos ini melalui <a href="http://cintadearhaniey.wordpress.com/2007/03/16/kata-kata-mutiara/feed/">RSS 2.0</a> feed.  						 												Anda boleh <a href="http://cintadearhaniey.wordpress.com/2007/03/16/kata-kata-mutiara/#respond">tinggalkan respons</a>, atau <a href="http://cintadearhaniey.wordpress.com/2007/03/16/kata-kata-mutiara/trackback/" rel="trackback">trackback</a> daripada laman web anda sendiri. 						 												 					</p>
</div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/herihidayat.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/herihidayat.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/herihidayat.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/herihidayat.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/herihidayat.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/herihidayat.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/herihidayat.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/herihidayat.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/herihidayat.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/herihidayat.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/herihidayat.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/herihidayat.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=herihidayat.wordpress.com&blog=1602562&post=67&subd=herihidayat&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://herihidayat.wordpress.com/2008/06/06/kata-mutiara-keindahan-terbentuk-karna-cinta-itu-benar-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8cb3acd6a0ab8946ec185f5584f2553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">herihidayat</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>