jump to navigation

tabir mimpi2

Mimpi adalah tamasya kala tidur yang boleh juga sebagai pengalaman ambang sadar yang dipengaruhi Kondisi Sadar dan atau Kondisi Bawah Sadar.
Seorang Kanak-kanak baru saja bermain kelereng, lalu dipanggil ibunya untuk tidur siang, sewaktu tidur ia bisa saja bermimpi melanjutkan permainan kelereng tadi dengan dinamika yang bisa saja berbeda. Inilah contoh sederhana mimpi yang dipengaruhi kondisi sadar.
Kondisi bawah sadar yang mempunyai muatan intuisi atau firasat, akan memunculkan mimpi yang intuitif hingga mempunyai arti yang mendalam dan perlu diindahkan.

Descartes, Pluto, Jung, Freud, Aristoteles, yang disepakati belakangan sebagai ahli filsuf; menilai mimpi memiliki nilai yang lebih daripada sekadar sebuah fantasi karena mimpi merupakan sebuah jendela untuk memahami fikiran manusia dan hal tersebut juga yang menggambarkan pelbagai aspek kehidupan manusia.

Bukti-bukti ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa mimpi dapat memberi petunjuk tentang keadaan emosi dan mental manusia.

Karena mimpi dipengaruhi oleh kondisi sadar dan atau kondisi bawah sadar orang yang bermimpi, sebenarnya orang yang bersangkutan setidaknya bisa mentakwil atau menterjemahkan sendiri makna mimpinya.

Dalam banyak referensi psikologi, ada beberapa jenis mimpi, yaitu:
TIDUR HYPNOGOGIC, ini bisa ditengok ketika kita benar-benar lelap. Disebut juga dreamlet, meskipun hal ini tidak dikatagorikan mimpi dengan alasan tidak dibarengi dengan pergerakan mata yang cepat.
HALUSINASI HYPNOPOMPIC, terjadi ketika otak kita masih berada dalam alam mimpi, meskipun mata telah terbuka. Sipemimpi bingung antara objek-objek luar dengan kesan mimpi.
MIMPI JELAS, meski dalam mimpi, sipemimpi sadar bahwa dirinya sedang bermimpi.
NIGHTMARE, mimpi buruk ini menyebabkan kegelisahan, dimana kejadian yang menakutkan serta kesan-kesan atau symbol yang menyeramkan muncul dalam mimpi. Pada abad pertengahan, di Eropa sebutan nightmare digunakan sebagai sebuah penyerangan terhadap iblis malam (mare=setan). Banyak orang melaporkan ketika berada dalam jenis mimpi ini, mereka susah untuk bangun, atau bahkan melihat wujud sesuatu yang benar – benar ada di dalam kamar mereka, gejala ini disebut paralysis attack.
MIMPI PREKOGNITIF, mimpi ini memberikan jawaban-jawaban tentang kepedulian sehari-hari, memprediksi kejadian akan datang, memecahkan suatu masalah, seta menunjukan jalan yang akan ditempuh.
MIMPI PRODOMIC, satu jenis mimpi yang bisa memperingatkan kondisi dan masalah kesehatan kedepan.
MIMPI PEREODIK, berulang-ulang dengan tema yang sama dengan sering mengacu pada persoalan-persoalan penting yang jarang kita temukan dalam kondisi sadar.
MIMPI SERIAL, mimpi berangkai, pada tiap kelanjutan terdapat kemajuan yang logis, dalam mimpi ini bisa menampilkan orang, waktu dan tema yang sama. Tiap-tiap mimpi adalah sebuah kelanjutan dari episode sebelumnya.
MIMPI PARALYSIS, mengacu pada ketidak mampuan menggerakkan otot-otot selama dalam bermimpi. Hanya otot mata dan dada yang bergerak. Sebuah penelitian menunjukkan hal ini adalah mekanisme keamanan yang berfungsi untuik melawan suiatu bahaya sewaktu bermimpi.

Adanya strata beragam yang termunculkan di tengah kehidupan, menimbulkan perbedaan pula dalam mentakwil arti mimpi.
Seorang pemulung bermimpi tentang sampah, akan berbeda penterjemahannya jika seorang menteri bermimpi tentang sampah.

Para ulama sepakat bahwa waktu mimpi yang paling benar ialah yang terjadi pada musim semi, dingin dan gugur karena pada saat itu biasanya karakter manusia dalam kondisi stabil.
Mimpi yang terjadi di siang hari terutama pada waktu zuhur, pada beberapa bagian malam dan saat dini hari merupakan mimpi yang paling benar.
Hendaknya seseorang tidur dengan posisi kepala menghadap ke utara. Jika ia tidur dengan berbaring ke sisi kanan, lalu bermimpi, maka mimpi itu merupalkan bemberian Sang Empunya Maha.
Dianjurkan pula agar mimpi yang dialami ketika matahari terbit, ketika matahari berada tepat di atas ubun-ubun dan ketika matahari terbenam untuk tidak ditafsirkan.

Insya Allah, mimpi yang dialami pada dinihari akan segera menjadi kenyataan, yang dialami pada permulaan malam akan terjadi setelah sekian lama, mimpi setelah subuh akan terjadi dalam sebulan mendatang.

Makhluk gaib, jin, menggangu seseorang bisa didiagnosa gejala pada waktu tidur, antara lain:
Susah tidur malam yaitu sukar tidur kecuali dengan bersusah payah,
Cemas dan sering terjaga,
Beradu gigi geraham saat tidur hingga menimbulkan bunyi,
Merintih saat tidur,
Melakukan aksi yang tidak lazim dilakukan orang yang sedang tidur,
Mimpi melihat sesuatu yang mengancam lalu ingin berteriak meminta tolong namun tak kuasa,
Mimpi menyeramkan,
Mimpi melihat berbagai binatang,
Mimpi seolah-olah akan jatuh dari tempat ketinggian,
Mimpi berada di kuburan, tempat sampah atau jalan yang mengerikan,
Mimpi melihat orang aneh seperti terlalu tinggi, terlalu pendek atau terlalu hitam,
Mimpi melihat penampakan hantu.

“Mimpi itu bagaikan sesuatu yang tergantung pada kaki burung selama ia tidak diceritakan. Jika diceritakan, terjadilah ia” (HR. Abu Dawud)

Pandangan Kristen, dalam Alkitab, ketika seseorang mendapatkan mimpi dari Allah, Allah selalu membuat makna dari mimpi itu jelas, baik secara langsung kepada orang itu, melalui malaikat, atau melalui seorang utusan (Kejadian 40:5-11; Daniel 2:45; 4:19).

Dianjurkan untuk menceritakan mimpi yang baik, namun janganlah asal bicara kepada sembarang orang.
Jika bermimpi buruk, segeralah membaca ta’awudz dan berludah ke kiri 3 kali.

Francois Becon berkata: Mimpi baik jadi nyata, jika lebih banyak bangun daripada tidur!

~ oleh muhar di/pada Juni 3, 2007.

Satu Tanggapan to “MENYIBAK TABIR MIMPI”

last nigth I dream, I lost my tooth, the position the tooth is in the down, I hope I can know the meaning or mesangge of my dream, thank you so much for your help.

Muhar Omtatok bercakap:
dear Yayang,
Mimpi anda menggambarkan dua indikasi. Tanpa mendahului pengetahuan Sang Empunya Maha, Untuk diri anda sendiri bermakna akan datang suatu masalah, tantangan ataupun sesuatu yang memancing emosi, namun jika dihadapi dengan arif; akan ada solusi positif. Mimpi ini bisa juga bermakna bahwa akan ada kesusahan atau kemalangan yang dialami oleh seseorang yang

Mimpi adalah tamasya kala tidur yang boleh juga sebagai pengalaman ambang sadar yang dipengaruhi Kondisi Sadar dan atau Kondisi Bawah Sadar.
Seorang Kanak-kanak baru saja bermain kelereng, lalu dipanggil ibunya untuk tidur siang, sewaktu tidur ia bisa saja bermimpi melanjutkan permainan kelereng tadi dengan dinamika yang bisa saja berbeda. Inilah contoh sederhana mimpi yang dipengaruhi kondisi sadar.
Kondisi bawah sadar yang mempunyai muatan intuisi atau firasat, akan memunculkan mimpi yang intuitif hingga mempunyai arti yang mendalam dan perlu diindahkan.

Descartes, Pluto, Jung, Freud, Aristoteles, yang disepakati belakangan sebagai ahli filsuf; menilai mimpi memiliki nilai yang lebih daripada sekadar sebuah fantasi karena mimpi merupakan sebuah jendela untuk memahami fikiran manusia dan hal tersebut juga yang menggambarkan pelbagai aspek kehidupan manusia.

Bukti-bukti ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa mimpi dapat memberi petunjuk tentang keadaan emosi dan mental manusia.

Karena mimpi dipengaruhi oleh kondisi sadar dan atau kondisi bawah sadar orang yang bermimpi, sebenarnya orang yang bersangkutan setidaknya bisa mentakwil atau menterjemahkan sendiri makna mimpinya.

Dalam banyak referensi psikologi, ada beberapa jenis mimpi, yaitu:
TIDUR HYPNOGOGIC, ini bisa ditengok ketika kita benar-benar lelap. Disebut juga dreamlet, meskipun hal ini tidak dikatagorikan mimpi dengan alasan tidak dibarengi dengan pergerakan mata yang cepat.
HALUSINASI HYPNOPOMPIC, terjadi ketika otak kita masih berada dalam alam mimpi, meskipun mata telah terbuka. Sipemimpi bingung antara objek-objek luar dengan kesan mimpi.
MIMPI JELAS, meski dalam mimpi, sipemimpi sadar bahwa dirinya sedang bermimpi.
NIGHTMARE, mimpi buruk ini menyebabkan kegelisahan, dimana kejadian yang menakutkan serta kesan-kesan atau symbol yang menyeramkan muncul dalam mimpi. Pada abad pertengahan, di Eropa sebutan nightmare digunakan sebagai sebuah penyerangan terhadap iblis malam (mare=setan). Banyak orang melaporkan ketika berada dalam jenis mimpi ini, mereka susah untuk bangun, atau bahkan melihat wujud sesuatu yang benar – benar ada di dalam kamar mereka, gejala ini disebut paralysis attack.
MIMPI PREKOGNITIF, mimpi ini memberikan jawaban-jawaban tentang kepedulian sehari-hari, memprediksi kejadian akan datang, memecahkan suatu masalah, seta menunjukan jalan yang akan ditempuh.
MIMPI PRODOMIC, satu jenis mimpi yang bisa memperingatkan kondisi dan masalah kesehatan kedepan.
MIMPI PEREODIK, berulang-ulang dengan tema yang sama dengan sering mengacu pada persoalan-persoalan penting yang jarang kita temukan dalam kondisi sadar.
MIMPI SERIAL, mimpi berangkai, pada tiap kelanjutan terdapat kemajuan yang logis, dalam mimpi ini bisa menampilkan orang, waktu dan tema yang sama. Tiap-tiap mimpi adalah sebuah kelanjutan dari episode sebelumnya.
MIMPI PARALYSIS, mengacu pada ketidak mampuan menggerakkan otot-otot selama dalam bermimpi. Hanya otot mata dan dada yang bergerak. Sebuah penelitian menunjukkan hal ini adalah mekanisme keamanan yang berfungsi untuik melawan suiatu bahaya sewaktu bermimpi.

Adanya strata beragam yang termunculkan di tengah kehidupan, menimbulkan perbedaan pula dalam mentakwil arti mimpi.
Seorang pemulung bermimpi tentang sampah, akan berbeda penterjemahannya jika seorang menteri bermimpi tentang sampah.

Para ulama sepakat bahwa waktu mimpi yang paling benar ialah yang terjadi pada musim semi, dingin dan gugur karena pada saat itu biasanya karakter manusia dalam kondisi stabil.
Mimpi yang terjadi di siang hari terutama pada waktu zuhur, pada beberapa bagian malam dan saat dini hari merupakan mimpi yang paling benar.
Hendaknya seseorang tidur dengan posisi kepala menghadap ke utara. Jika ia tidur dengan berbaring ke sisi kanan, lalu bermimpi, maka mimpi itu merupalkan bemberian Sang Empunya Maha.
Dianjurkan pula agar mimpi yang dialami ketika matahari terbit, ketika matahari berada tepat di atas ubun-ubun dan ketika matahari terbenam untuk tidak ditafsirkan.

Insya Allah, mimpi yang dialami pada dinihari akan segera menjadi kenyataan, yang dialami pada permulaan malam akan terjadi setelah sekian lama, mimpi setelah subuh akan terjadi dalam sebulan mendatang.

Makhluk gaib, jin, menggangu seseorang bisa didiagnosa gejala pada waktu tidur, antara lain:
Susah tidur malam yaitu sukar tidur kecuali dengan bersusah payah,
Cemas dan sering terjaga,
Beradu gigi geraham saat tidur hingga menimbulkan bunyi,
Merintih saat tidur,
Melakukan aksi yang tidak lazim dilakukan orang yang sedang tidur,
Mimpi melihat sesuatu yang mengancam lalu ingin berteriak meminta tolong namun tak kuasa,
Mimpi menyeramkan,
Mimpi melihat berbagai binatang,
Mimpi seolah-olah akan jatuh dari tempat ketinggian,
Mimpi berada di kuburan, tempat sampah atau jalan yang mengerikan,
Mimpi melihat orang aneh seperti terlalu tinggi, terlalu pendek atau terlalu hitam,
Mimpi melihat penampakan hantu.

“Mimpi itu bagaikan sesuatu yang tergantung pada kaki burung selama ia tidak diceritakan. Jika diceritakan, terjadilah ia” (HR. Abu Dawud)

Pandangan Kristen, dalam Alkitab, ketika seseorang mendapatkan mimpi dari Allah, Allah selalu membuat makna dari mimpi itu jelas, baik secara langsung kepada orang itu, melalui malaikat, atau melalui seorang utusan (Kejadian 40:5-11; Daniel 2:45; 4:19).

Dianjurkan untuk menceritakan mimpi yang baik, namun janganlah asal bicara kepada sembarang orang.
Jika bermimpi buruk, segeralah membaca ta’awudz dan berludah ke kiri 3 kali.

Francois Becon berkata: Mimpi baik jadi nyata, jika lebih banyak bangun daripada tidur!

~ oleh muhar di/pada Juni 3, 2007.

Satu Tanggapan to “MENYIBAK TABIR MIMPI”

  1. last nigth I dream, I lost my tooth, the position the tooth is in the down, I hope I can know the meaning or mesangge of my dream, thank you so much for your help.

    Muhar Omtatok bercakap:
    dear Yayang,
    Mimpi anda menggambarkan dua indikasi. Tanpa mendahului pengetahuan Sang Empunya Maha, Untuk diri anda sendiri bermakna akan datang suatu masalah, tantangan ataupun sesuatu yang memancing emosi, namun jika dihadapi dengan arif; akan ada solusi positif. Mimpi ini bisa juga bermakna bahwa akan ada kesusahan atau kemalangan yang dialami oleh seseorang yang masih bertalian saudara dengan anda.

masih bertalian saudara dengan anda.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: